Kisah Cinta Kiana

Kisah Cinta Kiana
#kck_04


__ADS_3

HAPPY READING!!!


____________


"Kin..." seorang pemuda berusaha membujuk gadis yang sedang merajuk kepadanya


"Sayang udah dong jangan ngambek lagi" walaupun masih tak ditanggapi oleh gadis disampingnya tapi dia tetap berusaha.


Baginya senyum diwajah cantik gadis itu harus terus mengembang apa pun yang terjadi.


"Ih Ares jangan manggil sayang dong kita kan gak pacaran" gadis disampingnya merengek sambil mengerucutkan bibirnya kedepan.


"Eh itu bibirnya kenapa di gituin hmm? minta di cium?" goda laki-laki itu, yang tak lain adalah Antares Sebastian, dan gadis disampingnya adalah Kiana Azella Wijaya.


"Iss gak boleh gitu sama anak orang astaga Ares" yang hanya ditanggapi senyuman jahil oleh Ares.


"Emang kamu anak orang hmm?" tanya Ares menatap gadis cantik disebelahnya.


"Ya iyalah kamu pikir aku apaan" Kiana mendengus sebal, bagaimana bisa laki-laki yang telah menemaninya selama 11 tahun itu bertanya seperti itu.


"Udah ngambeknya?" Ares tak menanggapi kata-kata Kiana barusan


"Yang ngambek siapa?" tanya Kiana heran dengan Tampang tanpa dosanya.


"Astaga sayang dari tadi kamu gak ngambek sama aku?" tanya Ares tak percaya, yang dibalas gelengan oleh Kiana. Kemudian Kiana berdecak kesal.


"Ckk, udah berapa kali sih aku bilang jangan manggil sayang" Kiana memutar bola matanya jengah.


"Kenapa hmm?" tanya Ares sambil meletakkan tangannya di pundak Kiana kemudian membalikkan kepala gadis itu menggunakan tangannya agar menghadap kepadanya.


"Iss kita kan gak pacaran" Kiana mencebikan bibirnya sambil mengarahkan pandangannya ke arah lain, karna salah bicara.


"Oh jadi Kiana Azella Sebastian ini mau pacaran sama Antares hmm?" seketika otak jahil Ares langsung muncul.


"Ck nama aku itu Kiana Azella Wijaya bukan Sebastian"


"Loh gak bisa gitu dong, kamu kan istrinya Ares jadi namanya juga harus ada Sebastian-nya lah" kekeh Ares.


"Gimana ceritanya jadi istri sih Ares pacaran aja enggak" oh astaga rasanya Kiana ingin bersembunyi didalam lubang semut, bisa-bisanya dia seakan memberikan kode kepada Ares bahwa dirinya ingin Ares menjadikannya pacar.

__ADS_1


Ares mengulum senyum ketika melihat gadisnya membuang pandangannya ke arah lain.


"Hei lihat aku" pinta Ares


"Gak mau" Kiana menahan kepalanya agar tak menoleh ke arah Ares.


"Sayang denger gak?" Ares gemas sendiri melihat tingkah konyol gadisnya itu.


"Iss aku malu Ares" Kiana menunduk sambil menutup wajahnya menggunakan kedua tangannya. Ares mengerutkan keningnya.


"Malu kenapa sih hmm?" tanya Ares, namun tak ada jawaban dari sang empunya.


"Huft…" Ares menghela nafas.


"Oke jadi kamu mau kita pacaran hmm?" menangkup kedua sisi pipi Kiana dan mengarahkannya agar menatap dirinya tapi Kiana malah menundukkan pandangannya.


"Hei tatap aku" akhirnya Kiana menatap mata Ares, entah kenapa setiap kali dirinya menatap Ares dia merasa Ares sedang menyembunyikan sesuatu. Dirinya tidak ingin ditinggalkan oleh lelaki dihadapannya ini, karna lelaki itu sudah terlanjur memberikan banyak warna dalam hidupnya.


Bahkan walaupun Ares seorang laki-laki, tapi dirinya akan ikut meneteskan air mata saat gadisnya meneteskan air mata, Ares juga akan merasakan sakit saat gadisnya itu terluka.


"Res, kamu…kamu gak lagi nyembunyiin sesuatu kan dari aku?" akhirnya Kiana menanyakan itu. Ares masih menangkup pipi Kiana, Dimana tangannya pun kini digenggam oleh Kiana.


"Apa?" lihatkan Kiana beneran penasaran.


"Perasaan aku" balas Ares tersenyum menatap lekat bola mata Kiana, yang dibalas dengan tautan alis yang menyatu oleh Kiana, seolah dia meminta penjelasan.


"Iya perasan yang selama 11 tahun ini aku simpan karna aku gak mau kamu menghindari aku pas tau aku punya perasaan lebih ke kamu bukan hanya sebatas sahabat" jelas Ares masih menatap Kiana. Kiana yang tadinya sudah mengontrol detak jantungnya malah memutar bola matanya malas.


"Ckk bohong banget sih" dengus Kiana


"Astaga Kin bohong dari mana sih?" pikir Ares tak mengerti.


"Ya kamu bilang 11 tahun mendam perasaan kamu, ya kali bocah umur 5 tahun udah ngerti cinta" Kiana masih kekeh dengan pikirannya.


"Jadi kamu gak percaya?" tanya Ares yang di balas gelengan kepala oleh Kiana. "kenapa?" tanya Ares lagi


"Mungkin kamu ngerasain itu karna kamu selalu bareng sama aku" jawab Kiana sembari kembali menatap Ares.


"Huft... percaya sama aku Kin, aku ngerasain itu bukan karna aku sering sama kamu, coba kamu pikir deh, selama ini akan juga dekat kan sama Lea sama Nasya…"

__ADS_1


"Nasya kan sepupu kamu Aresss…"


cup!


Kiana melongo dengan apa yang dilakukan Ares barusan, bagaimana bisa dia mengecup bibir mungil Kiana yang akan mengoceh mengomentari ucapan Ares.


"Ih itukan first kiss aku" Kiana memukul pelan dada Ares sambil memanyunkan bibirnya beberapa senti.


"Abis gemes tau, orang belum selesai ngomong udah di potong" jawab Ares santai. Kiana masih memanyunkan bibirnya, membuat Ares semakin gemas.


"Udah gausah manyun, atau mau aku cium lagi hmm? lagian itu bukan ciuman cuma kecupan" jelas Ares yang langsung mendapat cubitan dipinggangnya.


"Auww sakit sayang" Ares meringis seolah benar-benar kesakitan oleh cubitan Kiana, padahal sama sekali gak terasa sakit hanya geli.


"Hah serius kamu? perasaan pelan deh" ucap Kiana heran, pasalnya cubitan dirinya itu tak lah mematikan seperti cubitan ibu tiri wkwk.


"Serius lah ngapain bohong sih, panas banget tau" Ares masih melanjutkan sandiwaranya.


"Sini aku liat" ucap Kiana seraya menunduk hendak meliha hasil cubitannya yang sebenarnya tak seberapa itu.


Cup!


Lihatlah lagi-lagi dirinya dikerjai oleh lelaki tengil dihadapannya, yang sialnya adalah sahabatnya sekaligus orang yang berhasil menembus hatinya.


"Ih Ares kamu kenapa jadi kayak bebek sih?" kesal Kiana


"Lah kok bebek sih?" tanya Ares heran.


"Iya suka nyosor" Kiana mencebikan bibirnya. seketika Ares tertawa mendengar ucapan nyeleneh dari sahabat sejak kecilnya itu, yang sebenarnya juga merupakan cinta pertama baginya.


[Flashback off]


Bersambung…


________


woh ini kayaknya part terpanjang yang na na tulis, semoga kedepannya na na semakin semangat nulis. maaf kalo ceritanya ngebosenin ya readers.


jangan lupa di like and vote yaaa!!

__ADS_1


sorry kalo typo bertebaran dan kata-katanya banyak gak nyambung atau acak-acakan, karna na na masih belajar untuk menulis novel 🙏


__ADS_2