
Kia tersentak saat kalimat 'I love you my little lover' terdengar samar-samar di telinganya.
"Huft ternyata aku ketiduran lagi disini" ucapnya menghela nafas saat sadar bahwa dirinya lagi-lagi tertidur di tempat yang mungkin bagi sebagian orang menyeramkan namun baginya itu tempat ternyaman, ya Kia ternyata ketiduran di makan Ares untuk ke sekian kalinya.
Lama Kia termenung mengingat semua yang baru saja terjadi, yang sungguh terasa nyata baginya.
"Kamu minta aku ikhlasin kamu hmm?" Kia mengusap nisan dihadapannya.
"Kalo aku bisa dari dulu udah aku lakuin, tapi aku gak bisa" ucapnya sendu.
"Tapi demi kamu, aku bakal coba. Tapi aku akan sangat bahagia res kalo aku bisa ikut kamu" lanjutnya dengan air mata yang tak pernah mengering setiap kali ia berkunjung ke tempat ini.
Sedangkan di sisi lain dua orang paruh baya menatap sendu ke arahnya.
"Sayang, Bunda gak nyangka walaupun kamu terlihat sudah bisa menerima kepergian Ares, ternyata saat sendiri kamu masih seperti ini" dia adalah Bunda Alana, yang berniat mengunjungi makam Ares bersama Ayah Fares.
"Res, seandainya kamu masih disini nak, Kia pasti gak bakal menderita seperti ini" batin Ayah Fares.
Ayah dan Bunda beranjak mendekati Kia.
"Sayang" sapa keduanya bersamaan, membuat Kia tersentak kemudian menoleh ke arah suara yang memanggilnya.
"Ayah, Bunda" ucap Kia terkejut.
__ADS_1
Ayah dan Bunda tak menjawab, tapi mereka ikut bersimpuh dan merangkul Kia.
"Sayang, ikhlasin dia nak. Jangan bebani Ares sayang, dia pasti terluka melihat kamu seperti ini" Bunda mendekap Kia.
"Nak, kalo kamu seperti ini terus, bagaimana kamu bisa menjalani hidup kamu hmm? ingat nak, masa depan kamu masih panjang. Buka hati kamu untuk orang lain" Ayah Fares ikut bicara sembari mengelus rambut panjang Kia.
"Dengar sayang, Ayah sama Bunda akan selalu dukung kamu nak, walaupun kamu nantinya punya hubungan sama orang lain, kasih sayang Ayah sama Bunda gak akan pernah berubah. Bagi kami, kamu tetap anak kami" Timpal Bunda Alana.
*
*
Di tempat lain…
Merasa terus di abaikan oleh sang kekasih, wanita itu melepaskan pelukannya "Zico, aku dari tadi ngomong sama kamu tapi kamu diem aja, kamu anggap aku gak sih?" suaranya meninggi membuat orang yang berlalu lalang menatap ke arah mereka, siapa lagi jika bukan Celine yang tidak memiliki urat malu.
Yap pria tampan itu adalah Zico, Zico mendelik tajam ke arah Celine.
"Lo gak malu teriak-teriak?" tanya Zico datar.
"Enggak, lagian salah kamu kenapa cuek coba" jawabnya, bener-bener muka tembok.
"Kalo gue cuek, berarti gue jengah sama lo" sarkas Zico, kemudian berjalan meninggalkan celine.
__ADS_1
"Zico, Zico tunggu!!" teriak Celine berlari mengejar Zico.
______
"Apalagi sih Cel?" Zico memutar bola matanya jengah.
"Kamu gak bisa ninggalin aku gitu aja dong" balas Celine.
"Cel, dengar. Lo udah ngehancurin hubungan gue sama cewek gue, terus lo mau apa lagi hah?!"
"Denger ya, selama ini gue nurutin lo gak lebih cuma karena lo temen gue, dan gue ngelakuin semua itu atas permintaan nyokap lo…
"Gue bisa aja nolak, tapi gue gak enak karena nyokap lo udah baik banget sama gue" jelas Zico panjang lebar.
"Tapi kali ini lo udah kelewatan Cel, lo udah ikut campur sama urusan pribadi gue" lanjut Zico.
Celine dibuat kicep oleh Zico, selama ini Celine hanya sering melihat tingkah datar Zico saja. Tanpa dia tahu ternyata Zico bisa berubah jadi singa saat marah dan urusan pribadinya di campuri oleh orang lain.
to be continue…
Pray for Semeru
semoga saudara kita yang berada di sana selalu diberikan ketabahan, dan semoga keadaan lekas memulih😇
__ADS_1