
HAPPY READING…
Hubungan antara kia dan Zico sudah semakin dekat bukan hanya sekedar teman, walau terkesan Zico memaksa karena kita belum menerimanya dengan sepenuh hati. Namun, itu merupakan titik baik bagi kia begitu juga Zico.
"Kia" panggil Zico
"Ya kenapa?" hari ini Zico mendatangi sekolah kia, mereka sedang berada di cafe yang terletak di depan gerbang sekolah.
"Seandainya aku nyaman sama kamu, gimana?" tanya Zico, kia menautkan alisnya sebelum akhirnya menjawab.
"Ya gak gimana-gimana, ikuti aja sesuai alurnya" kia menjeda ucapannya sesaat " Kan aku pernah bilang sama kamu, aku lebih nyaman temanan…" lanjutnya, kia tak meneruskan kata-katanya karna dia tau Zico pasti paham
"Tapi aku nyaman sama kamu, aku mau kita lebih dari sekedar temanan" kekeh Zico
"Dih mana bisa gitu" kia mendelik
"Aku gak mau tau pokoknya aku mau kita pacaran" tegas Zico
"Ya gak bisa gitu dong Zic" kia menghembuskan nafas kasar " Emangnya suatu hubungan itu cukup dengan rasa nyaman?" tanya kia
"Yang penting itu nyaman dulu Ki, entar juga cinta datang dengan sendirinya" gadis itu bingung ingin menjawab apa
__ADS_1
"Atau kamu masih belum move on?" belum sempat kia menjawab, pertanyaan yang sangat di hindari oleh kia meluncur juga dari mulut Zico
"Kamu ngomong apa sih?" kia membuang mukanya kearah lain asal tidak menatap Zico
" Terus kenapa? gak ada salahnya kan kalo kamu coba buka hati kamu untuk aku?" tanya Zico lagi
"Kamu gak ngerti Zic, kamu pasti pernah dengarkan? 'kata orang' kita gak boleh mencintai orang yang belum selesai dengan masa lalunya, dan aku belum selesai dengan kisah masa lalu aku Zic" jelas kia
"Sayang aku gak perduli semua itu, aku yakin kamu bisa menyelesaikannya" kata-kata Zico serasa dejavu bagi kia
"Bisa jangan panggil aku sayang lagi" kia menghela nafas
"Lupakan" balas kia
keheningan melanda mereka
"Jadi gimana?" Zico membuka suara untuk menghilangkan keheningan
"Apanya?" tanya kia pura-pura tidak mengerti
"Kamu maukan jadi pacar aku?" ucap Zico lagi
__ADS_1
'Gak ada salahnya Ki Lo coba buka hati untuk Zico' batin kia 'Tapi apa gue bisa percaya sama sepenuhnya sama cowok setelah gue kenal zafran setahun lalu' batin kia berkecamuk
"Sayang kamu mau kan?" ulang Zico
"Iya" refleks saja kia mengiyakan pertanyaan Zico padahal dia hanya mengira Zico memanggilnya
"Beneran sayang?" tanya Zico memastikan dengan binar bahagia terpampang jelas di wajahnya, membuat kia tak tega jika harus membuat senyuman itu hilang, ya gimana dinginnya kia ketika awal-awal ditinggalkan Ares, kia tidak akan pernah tega menghilangkan senyuman orang lain
"Iya" akhirnya kia hanya pasrah menerimanya, dia membalas dengan senyuman manisnya yang dibalas senyum sumringah oleh Zico.
********
"Res maafin aku, aku khianatin cinta kita" ucap kia, ya kini dia sedang berada di depan gundukan tanah yang kini mulai ditumbuhi rumput (bukan rumput liar)
"Aku gak bermaksud terima dia res, tapi aku gak tega nolak dia saat aku liat dia tersenyum bahagia res"
"Di hari aku masih ada kamu res" lanjut kia dengan suara yang mulai serak
"Gak mudah res ngilangkan nama kamu dihati aku, buat aku 12 tahun bukan waktu yang singkat, aku kangen semuanya res, aku mau semua itu terulang lagi, aku mau kamu disini…
To be continue…
__ADS_1