
Sah!
Hanya dengan satu kata tersebut, kini status Kia sudah berubah menjadi istri orang. Yang tak lain dan tidak bukan adalah sang mantan kekasih. Ralat melainkan orang yang memiliki hubungan tanpa kepastian dengannya beberapa tahun lalu. Antara menikah dengan mantan atau kekasih, sekiranya itulah sebutan yang pas untuk Kiana Azella Wijaya. Sosok yang jauh di dalam hatinya masih di tempati oleh dia yang bahkan sudah tak dapat di jangkau oleh pandangan mata.
Kia menatap datar penghulu yang ada di hadapannya.
Ayolah, penghulu itu tidak salah
Atas perintah dari penghulu, Kia mencium tangan Zico. Jika Zico mengembangkan senyumnya, berbeda dengan Kia yang menampakkan wajah tanpa ekspresi. Setelah Kia mencium tangannya, kini giliran Zico yang memberikan kecupan sayang di kening Kia. "Senyum sayang" bisiknya sebelum kembali menjauhkan kepalanya.
Kia tak bergeming. Tatapannya masih datar. Ini bukan yang ia inginkan. Meskipun menerima, bukan berarti Kia ikhlas. Dia melakukan ini hanya demi orang tuanya.
Jika kata 'sayang' bisa membuat orang lain menimbulkan semburat merah di wajah, namun tidak bagi Kia. Dia sudah terbiasa mendengar itu dari setiap rayuan buaya darat yang kekurangan isi dompet. Mengandalkan kata sebagai rayuan maut. Yang sama sekali tak mempan, karena memang kurang mapan:v
Bagi Kia, cukuplah blush-on saja yang bisa menimbulkan semburat merah merona di pipi. Sementara buaya dengan segala rayuan dan gombalannya cukup masukan ke kantong sebagai bekal antisipasi. Jangan di masukin hati apalagi sampai mengalahkan logika, takutnya nanti kena gangguan jiwa:)
__ADS_1
***
"Selamat, nona Zella" Ucap asisten Pras.
"Terimakasih" balas Kia datar.
Kini giliran Askara yang memberikan selamat kepada sang pujaan hati. Sebelum melangkahkan kakinya, Askara menarika napas dalam.
"Selamat, semoga kalian bahagia"
"Terimakasih tuan Askara" balas Kia. Entah setan apa yang merasukinya? Yang jelas saat ini dia memberikan senyum manisnya kepada Askara.
Ehmmm...
Zico yang merasakan gatal pada tenggorokannya berdehem demi memutuskan pandangan Askara kepada sang istri. Tak bisa di pungkiri, ada rasa tak terima di sudut kecil hati Zico melihat Askara yang menatap Kia dengan tatapan penuh cinta.
__ADS_1
_
_
Setelah Askara dan Pras turun. Sekarang giliran ke enam Arjuna dari keluarga Wijaya yang menghampiri sang mempelai. Tak ada sorot kebahagiaan dari mereka, hanya satu yang menampilkan senyum smirk. Sementara lima anak manusia itu menampilkan wajah datarnya yang terkesan dengan. Bahkan si bobrok Keenan dan Kenzo kali ini terlihat lebih datar dari pada Aska dan Revan.
"Jiah akhirnya nikah juga lo, bro" Aksa terlebih dahulu menghampiri sang sahabat. berbeda dengan sang kembaran, Aska justru menghampiri sang adik. "Selamat Adek Abang. semoga Adek bahagia" ucapnya menarik Kia ke dalam dekapannya. Memberikan kecupan sayang di puncak kepala Kia. tanpa terasa air matanya luruh. 'Gue gak boleh lemah. gue harus kuat untuk lindungi adek'
Sekilas Zico melirik ke arah Aska. Ada sedikit rasa bersalah kepada Aska di hati Zico. namun, ia lebih memilih mengabaikannya.
_
_
Kenzo, Vano, Revan, Aksa dan Aska telah turun. meninggalkan Keenan yang masih betah memeluk sang kembaran. "Kenapa sih Mama sama Papa bersikeras jodohin lu cil?" ucapnya disertai isakan. Kia terkekeh kecil dalam dekapan Keenan.
__ADS_1
"Haha, gapapa Bang. yang penting mereka bahagia. ini juga kan permintaan bunda sama ayahnya Ares" lagi dan lagi nama Ares gak pernah di lupakan oleh Kia. setiap peristiwa yang ia lalui akan selalu di sangkut pautkan dengan Ares.
...