Kisah Cinta Kiana

Kisah Cinta Kiana
#kck_17


__ADS_3

HAPPY READING…


_______


Kiana duduk di balkon kamarnya menikmati malam yang bertabur bintang. Dia saat ini berada di rumah utama keluarga Wijaya.


Dia duduk termenung menatap langit malam, matanya terpusatkan pada satu objek, yaitu bintang paling terang yang berada tepat mengitari bulan, namun otaknya tengah berkecamuk memikirkan apa yang dikatakan oleh sahabatnya dan abang-abangnya.


Mereka benar! dia bukan tidak bisa melangkah ataupun menerima orang baru, hanya saja dia masih terus mengharapkan ada sosok yang sama persis dengan Ares, dia masih belum keluar dari masa lalunya bersama Ares.


Sekarang tidak lagi, ia sadar yang ia lakukan salah, maka mulai saat ini dia akan benar-benar membuka hatinya untuk orang lain, dia akan berusaha menerima orang baru dalam hidupnya.


Tling…(anggap bunyi notifikasi handphone)


Kia mengalihkan perhatiannya saat mendengar bunyi notifikasi dari Handphone-nya, gadis itu beranjak masuk ke dalam kamarnya meraih handphone yang sedari tadi ia letakkan di atas nakas.


Gadis itu mengernyit heran saat melihat lesan dari orang tak dikenal


📩 08xxxxxxxx…


Assalamualaikum…


^^^📤^^^


^^^Wa'alaikumsalam^^^


^^^??^^^


📩08xxxxxxxx…


Save Zico


^^^📤^^^


^^^ok^^^


📩08xxxxx****xxx…


Ini kiana kan?


^^^📤^^^

__ADS_1


^^^ya^^^


📩 Zico


Nama panggilannya siapa?


biar enak aja gitu aku manggilnya


kia berdecak membaca isi chat tersebut "Basa-basi banget sih ni orang ah" namun tak urung tangannya tetap membalas chat tersebut.


^^^📤^^^


^^^terserah^^^


📩 Zico


Kalo terserah berarti manggil sayang boleh dong?


Kia menggeram kesal melihat itu "Ni orang bener-bener ya" kia mengetik dengan malas


^^^📤^^^


^^^Kia^^^


"Gila ni cewek singkat banget balas chat gue" gerutu seorang laki-laki yang tak lain adalah Zico.


"Whaahah akhirnya gue nemuin orang yang cuek sama lo co" tawa Anrez yang sedari tadi ditahan akhirnya pecah juga


"Sialan lo, jadi lo dari tadi ngintip chat gue ha" semprot Zico


"Hahah gue gak sengaja liat" elak Anrez yang masih belum menghentikan tawanya


"Parah sih lo rez" Daren ikut menimbrung disertai kekehannya


"Woilah bantuin gue masak dong elah, malah ngakak kek orang gila lo pada" teriak CEO tampan yang tengah menyamar menjadi chef tampan, yang tak bukan adalah Keanu Askara Wijaya. Yap selain tampan, dan memiliki otak jenius kelebihan putra dari Refandra yang satu itu adalah pandai memasak.


"Kean lo tau kan gue gak bisa masak, lo mau dapur lo gue hancurin?" balas Anrez yang kini sudah berdiri dibelakang Keanu


"Ya terus ngapain lo ke dapur bambang?" kenau mengacungkan spatula yang digenggamnya.


"Heh santai Kean" Anrez mundur dengan tangan dikibaskan kedepan.

__ADS_1


"Woilah bokap gue ngapain lo bawa-bawa njir" ucap Daren nyolot


"Elah kagak sengaja gue ren ah baperan amat sih lo" jawab Keanu santai.


"Lagian salah siapa lo jadi anak om Bambang" saut Zico kelewat santai.


"Emang bisa di cancel ya?" tanya Anrez polos


"Bisa kalo lo mau" jawab Keanu lagi dengan santainya


"Whoo, gue mau jadi anak om Affandra ah" ucap Anrez antusias yang membuat Daren tepuk jidat dengan ucapan nyelenehnya


"Apaan lo bawa Daddy gue woii" sewot Keanu


"Wah rekamannya gue kirim ke Tante Elsa atau ke om Sagha ya enaknya" Zico pura-pura menimang Handphone-nya sambil berpikir


"Ha rekaman apaan?" tanya Anrez, Keanu, dan Daren bersamaan bahkan ekspresi wajahnya pun hampir sama.


"Ini yang lo bilang mau jadi anak om Affandra" jawab Zico santai mengacungkan handphone-nya di depan Anrez


"Eh buset jangan woilah, gue cuma bercanda doang" ucap anrez memelas


"Sayangnya gue gak bercanda" balas Zico dengan smirk nya


"Laporin aja deh co" Daren mengikuti permainan Zico


"Wehh bener-bener lo ya ren" Anrez bersiap-siap mengejar Daren, dan ya terjadilah aksi kejar-kejaran antara Daren dan Anrez yang sebenarnya masalah sepele.


Zico dan Keanu mengendus-endus mencari bau sesuatu yang menyerang penciuman mereka


"Kean lo nyium bau sesuatu gak sih?"


"Ho'oh, kek bau gosong ya"


Mereka saling pandang sejurus kemudian mereka sama menatap ke arah kompor yang masih menyala dengan mie instan diatasnya


"Masakan lo Kean"


"Masakan gue"


Pekik mereka berdua bersamaan

__ADS_1


to be continue…


__ADS_2