
HAPPY READING…
______
Arga dan Alex ingat, Azella adalah gadis yang dulu ketika SMP mereka bully, si gadis gendut yang menurut mereka menyebalkan karena Zella sok jual mahal, sok cantik, padahal jual murah aja belum tentu laku, siapa yang mau sama cewek gendut seperti Zella pikir Arga dan Alex ketika SMP.
Kejadian itu terjadi tiga tahun lalu, saat itu Kia baru kelas VII.
Saat itu Kia tengah berjalan di koridor , jika kalian bertanya Ares dan Keenan dimana? Ares tengah dirawat di RS, sedangkan Keenan dia sedang di kota x bersama sang kakek Reynanda Wijaya.
"Zella" panggil seorang remaja laki-laki yang sedang berlari dari arah perpustakaan.
"Iya Bang" jawab Kia.
"Bang Arden kenapa lari?" tanya Kia.
"Gini, tadi Bang Aska nelpon gue, katanya suruh ngantar lo pulang hah.." Arden mengatur nafas sesaat, Kia yang melihatnya pun merasa lucu dengan kakak tingkatnya yang satu ini.
"Tapi Abang harus rapat OSIS dulu bentar, mau nunggu kan?" lanjut Arden, belum sempat Kia menjawab...
"Azella sama kita aja deh" saut Arga, dia dan Alex tengah berjalan beriringan.
__ADS_1
"Lo serius ga?" tanya Arden.
"Emang kita keliatan lagi bercanda?" tanya Alex menautkan alisnya.
"Ya bukan gitu, gue seneng banget kalo lo mau ngantar Zella, soalnya kasihan kalo nunggu gue" jawab Arden.
"Lo tenang aja deh, kek sama siapa aja" ujar Arga meyakinkan.
Setelah melewati obrolan kecil, Kia pun berjalan bersama dengan Alex dan Arga hingga...
"Lo emang gendut sih, tapi cakep bisalah" ucap Alex tiba-tiba berhenti di koridor dengan tatapan menelisik, sama sekali tak menandakan dia seorang remaja. Alex adalah kakak tingkat Kia, dia sama dengan Arden, hanya berbeda kelas.
"Bener banget lo Lex" ucap yang disebelahnya, dia adalah Arga.
Kia tetap diam, dia hanya memandang orang dihadapannya dengan tatapan datar, sama sekali tak menunjukkan reaksi apapun.
"Diem aja sih lo, bisu?" geram Alex karena tak digubris.
"Udah deh gak usah sok jual mahal lo" ketus Arga.
"Lah jual murah aja belum tentu laku" timpal Alex dengan sinisnya.
__ADS_1
Namun bukan Kia namanya jika dia akan menggubris orang-orang disekitarnya. Dia tidak akan perduli dengan lingkungan di sekitarnya, selama orang-orang yang dia cinta masih ada di kelilingnya.
Kia pun hendak melangkahkan kembali kakinya, namun dengan lancangnya Alex menahan pergelangan tangan Kia. Kia menatap Alex dan tangannya yang genggam oleh Alex dengan datar.
"Lepas!" akhirnya satu kata berhasil lolos dari bibir Kia.
"Lo sadar gak? lo itu gak selevel sama kita, tapi lo masih aja betah sekolah disini yang jelas-jelas banyak banget yang gak suka sama lo termasuk kita" tekan Alex.
Kia tetap tidak perduli, ini bukan kali pertamanya Kia di perlakukan seperti itu, namun bagi Kia yang terpenting adalah Ares dan Abang-Abangnya tetap dengannya saja sudah cukup.
"Gak tau malu banget sih lo, kalo gue jadi lo gue bakal jauhin Ares...
"Gue gak bakal biarin Ares malu karena jalan sama lo yang..." Alex menggelengkan kepalanya
"Udah cupu, gendut lagi, kayak badut tau gak!" sarkas Alex.
"Lo pikir gue sudi mobil gue di tumpangin sama lo?!"
"Ogah gue, yang ada remuk dah tu mobil"
Emang krupuk ya bisa remuk🙄
__ADS_1
Dua pasang mata memperhatikan mereka dari tempat berbeda, jika yang satunya bergerak menghampiri Kia, sedangkan yang satu hanya menatap datar kemudian kembali berjalan meninggalkan tempat itu.