Kisah Cinta Kiana

Kisah Cinta Kiana
#Kck_59


__ADS_3

Bagi setiap orang pernikahan merupakan hari yang sakral, hal yang paling dinantikan dengan penuh kebahagiaan. Disertai debaran jantung yang tak menentu. Bukan debaran karena penyakit, namun gugup karena akan melangkah ke jenjang berikutnya, menuju kehidupan yang baru dalam ikatan yang sakral. Namun, tidak untuk Kiana. Dia duduk termangu didepan meja rias, membiarkan para petugas MUA yang sedang meriasnya. Dengan dibalut kebaya modern berwarna putih, ia memandang pantulan dirinya di cermin. Tak ada senyum yang terukir, tak ada air mata yang menggambarkan kesedihannya. Yang ada hanyalah tatapan kosong, mimik datar tanpa ekspresi. Sehingga sulit untuk orang menerka apa yang di rasakannya.


Suara ketukan pintu membuyarkan konsentrasi para MUA yang sedang merias Kia. Pintu terbuka, terpampang lah sosok Abang kesayangan Kia. Keanu Askara Wijaya.


Sontak Kia langsung berdiri, menghambur ke dalam pelukan sang Abang yang selama ini ia rindukan. Karena nyatanya sejak keputusan para orang tua yang tetap ingin menjodohkan Kia dengan Zico, Aska tak pernah pulang ke rumah. Hanya sesekali menghubungi sang Adik untuk menanyakan kabarnya saja. Meski hanya mendengar suaranya namun sudah bisa mengobati rasa rindu bagi Aska yang dulu setiap akan tidur harus memeluk sang adik dan mengelus rambutnya.


"Kangen" rengek Kia manja. Seperti bukan Kia. Bahkan para MUA sampai terkejut melihat perubahan Kia. Bahkan Kia terlihat seperti bukan mommy bagi si kembar Anzel dan Anna.


"Manjanya Adek Abang" kekeh Aska, memberikan kecupan di pucuk kepala Kia. Kia tak menghiraukan ucapan Abangnya "Biarin manja, kan sama Abang sendiri. Bukan Abang tukang bakso" cebik Kia. Sekali lagi Aska terkekeh dengan jawaban sang Adik.

__ADS_1


"Mau nikah masa gini terus?" Ucap Aska. Meski ada bagian hatinya yang tak ikhlas melepaskan sang adik untuk pria yang jelas dia sangat kenal seperti apa pria itu. Mendengar pertanyaan yang di lontarkan Aska, Kia semakin mengeratkan pelukannya. Aska dapat merasakan itu, dia membalas pelukan itu tak kalah erat.


'Abang, bakal coba ikhlasin Adek sama dia(Zico), tapi kalo sampai Adek nangis gara-gara dia. Jangan harap dia bisa nemuin Adek lagi, bahkan Mama sama Papa sekali pun'


***


"Pras..." Lirih Askara. Mendengar suara bosnya yang tak seperti biasanya, Pras segera mengambil posisi duduk di samping sang Tuan muda.


Sekali lagi hembusan nafas terdengar berat dari Askara. "Aku menyayanginya Pras"

__ADS_1


"Ah tidak, tapi aku mencintainya. Bahkan dari dahulu Pras, saat aku pertama kali melihatnya ketika dia kelas 2 SMA" Lanjut Askara. Pras tak menyangka jika Askara memendam rasa selama itu. Biar bagaimanapun, lima tahun bukanlah waktu yang singkat. Meskipun Pras merupakan sahabat Askara dari zaman SMA, namun Pras tak pernah tahu mengenai siapa wanita yang menjadi incaran Askara. Yang dia tau, Askara pernah mengatakan jatuh cinta pada gadis SMA, namun ia tak tau jika orag itu adalah CEO AZ Corp.


"Terus? Lo gak mau perjuangin dia?" Pras sudah tak menggunakan lagi bahasa formalnya. Askara menggeleng lemah. "Bukan gak mau berjuang Pras, tapi gak mungkin gue lawan seorang Refandra Wijaya. Gue udah cukup liat Kiana terpuruk selama ini, gue gak mau liat dia sedih lagi" tutur Askara.


"Terus gimana kalo dia ternyata gak bahagia, Askara!?" Gemas Pras.


"Gue bakal ada pas dia butuh, tapi gue gak bakal memanfaatkan situasi" tegas Askara.


"Lo tau kan? Pengkhianatan itu bukan karna niat, tapi karna adanya kesempatan yang membuat peluang terlihat jelas" lanjutnya lagi. Ya, Askara tak ingin membuat Kia terbiasa dengan kehadirannya nanti dikala Kia tak bahagia dengan Zico, karena hal itu akan membuat Kia membandingkan antara Askara dan Zico, yang akhirnya memberikan peluang untuk sebuah pengkhianatan. Meskipun hal itu mustahil dilakukan Kia. Tapi siapa yang tahu dengan hati manusia?

__ADS_1


__ADS_2