
Seminggu sudah pernikahan Zico dan Kia. Dan selama itu pula Zico sangat lembut memperlakukan Kia.
"Mas, hari ini kita jadi ke rumah Umi kan?" ya sesuai janji Zico dia akan membawa Kia saat weekend menemui anak-anaknya.
Zico berjalan mendekat ke arah Kia yang tengah menyisir rambutnya. Mengambil alih kegiatan sang istri. "Jadi sayang" jawabnya sembari mengecup singkat pipi Kia.
"Ihh kebiasaan" cebik Kia.
(Berasa bukan ceritain Kia, kok Kia jadi manja ya? Tenang guys, sifat asli Kia emang gitu kan dulu ketika sama Ares? dia jadi irit ngomong kan setelah Ares pergi)
"Haha Gapapa dong kan istri sendiri" balas Zico di sertai tawa kecilnya.
Kia memutar tubuhnya menghadap Zico.
"Mas, mas janji kan bakal nerima Anna sama Anzel seperti anak mas sendiri?" tanya Kia ragu.
Zico mengulas senyum. diletakkannya kedua tangannya di pundak Kia. " Sayang, liat mas" pintanya.
"Kamu pikir mas sejahat itu hmm?" yang dibalas gelengan kepala oleh Kia.
"Dengar, selama seminggu ini mas udah cari tau semua tentang kamu dan si kembar. dan kamu udah jelasin semuanya juga kan?" ya memang sejak seminggu lalu, Kia menjadi lebih terbuka kepada Zico.
"Makasih mas" Kia menyembunyikan wajahnya di perut sixpack sang suami.
cup!
"Udah ya? sekarang kita berangkat nanti keburu siang" ucap Zico setelah membenamkan kecupan di puncak kepala Kia.
***
Sepanjang perjalanan senyuman terus terpancar dari wajah cantik Kia.
__ADS_1
'Ternyata ini sifat asli kamu yang? Makasih udah Nerima aku. aku bahagia banget yang, aku janji bakal jaga kamu, akan terus bahagiain kamu apapun yang terjadi. termasuk bebasin kamu dari keegoisan Aksa'
"Mas, lihat jalan ih" rengek Kia, saat sadar Zico terus menatapnya.
"Kenapa?" tanya Zico dengan nada menggoda.
"Isss aku maluuuu" Zico segera meraih kepala Kia dibenamkan di dadanya di akhiri dengan kecupan sayang.
"Udah enggak malu kan?" tanya Zico di sertai kekehan yang di balas gelengan kepala oleh Kia.
dan akhirnya sepanjang perjalanan Kia bersandar di dada bidang Zico.
_
_
Tak lama, kini mereka telah tiba di apartemen milik Kia.
"Sayang, gak sebaiknya kita bawa mereka ke rumah kita aja hmm?" tanya Zico sembari membantu Kia melepaskan seatbelt milik Kia.
"Yaudah yok turun" ajak Zico.
_
_
"Assalamualaikum anak-anak mommy" ucap Kia saat melihat kedua anaknya tengah bermain di sofa yang berada di apartemen.
"Kumttalam my na Anna tantik" jawab Anna. Anzel menepuk jidatnya.
"Wa'alaikumssalam Anna bukan kumttalam" ucapnya jengah.
__ADS_1
"Abang da boleh ditu, Anna udah benell" Anzel mendengus mendengar jawaban sang adik. Zico terlihat gemas dengan tingkah Anna.
"Hai princess" sapa Zico. Anna menatap Zico beralih pada sang mommy.
"My, Antel ini Tappa?" tanyanya pada Kia. Kia mengukir senyum menatap Zico sambil menganggukkan kepalanya.
"Ini Daddy sayang" ucap Zico mengelus lembut rambut panjang itu.
"Ndak, Daddy na Anna dalam tanah da bisa Alan, Daddy atas teulbang Anna da bisa liat" jawabnya polos. Anzel tetap stay cool melihat interaksi dihadapannya.
Kia yang melihat itu segera turun tangan menjelaskan sendiri agar Anna paham. sampai setelah Anna dan Anzel paham mereka asik bercanda tawa, dengan Anzel yang kini terlihat ceria padahal sebelumnya anak itu selalu cuek dengan lingkungan sekitarnya.
***
Sementara itu..
"Sialan, gue kira dia bakal menderita. tapi kenapa malah bahagia sih? Lo juga Co, malah nunjukin banget kalo lo beneran cinta sama dia. tau gitu gak bakal gue dukung dah tu perjodohan ini" geramnya.
"oke Lo yang milih. dulu Ares, sekarang gue bakal lenyapin Zico juga. Lo gak boleh bahagia Kiana Azella Wijaya"
next...
penasaran?
baca terus ya guys karya Nana
maaf udah lama hilang:v
terus nantikan episode selanjutnya dari kisah cinta Kiana yaa guys
kemungkinan hanya tinggal beberapa episode karena Nana lagi ngejar target kepenulisan puisi.
__ADS_1
jangan lupa di like and vote yaaa!!
sorry kalo typo bertebaran dan kata-katanya banyak gak nyambung atau acak-acakan, karna na na masih belajar untuk menulis novel 🙏