Kisah Cinta Kiana

Kisah Cinta Kiana
#Kck_64


__ADS_3

"Berulang kali Kia bilang, bukan Kia penyebab Kak Aline meninggal!" teriak Kiana frustasi.


"Tapi, secara gak langsung Lo adalah PEMBUNUH dia!" sentak Aksa dengan menekan kata 'pembunuh'.


"Lo CEO Sa, gue yakin lo gak bodoh. Lo punya orang banyak untuk menyelidiki kasus itu. Daripada Lo terus nyalahin Adek gue, mending Lo suruh orang-orang Lo untuk cari tau kejadian sebenarnya. Udah cukup Sa Lo nyakitin Adek gue. Gue kira kemaren Lo beneran berubah, Lo beneran sayang lagi sama Adek gue, ternyata (tersenyum sinis sambil menggelengkan kepalanya)"


Aksa dan Kiana kompak menoleh ke sumber suara.


"Abang Keen"


"Keenan"


Aksa mengepalkan kedua tangannya. "Lo sekolah dimana sih?" tanya Aksa berusaha tenang.


"Kenapa?"


"Oh gue tau. Karena gue manggil Lo gak pake embel-embel Abang?" tanya Keenan dengan smirknya.


"Tenang, gue punya kok sopan santun. Orang tua gue juga ngajarin gue untuk selalu hormat sama orang yang lebih tua...


"Terus kenap...


"Terus kenapa gue gak hormatin Lo kan? yang mau Lo tanya" potong Keenan cepat saat Aksa ingin menyela ucapannya.


"Simple, karena lo emang gak patut untuk di hormati. Lo emang lebih tua dari gue. Bahkan bukan hanya lebih tua, tapi kita lahir dari rahim yang sama. Dalam tubuh kita mengalir darah yang sama. Tapi gue sama Lo beda. Gue sayang sama Adek gue melebihi apapun. Gue gak bakal kayak Lo, yang musuhin Adek sendiri cuma gara-gara kematian cewek murahan" Keenan tersenyum meremehkan.


"Sialan, Aline bukan cewek murahan!" teriak Aksa.


"Itu karena lo bego bangg!!!" balas Keenan dengan nada tinggi.

__ADS_1


"Lihat dia" Keenan menunjuk Kiana yang sedari tadi hanya dia mematung menyaksikan pertengkaran kedua abangnya.


"Bertahun-tahun Lo musuhin dia, nyakitin dia, Lo fitnah dia. Saat Lo minta maaf dia tetep maafin Lo. Tanpa dia sadari Lo minta maaf karena mau nyakitin dia lebih dalam. Itu karena apa? Karena dia sayang sama Lo. Dia tetep nganggap lo Abang walaupun Lo gak pernah nganggap dia Adek!"


Keenan mendekati Kiana, menarik lembut pergelangan tangannya.


"Mulai sekarang, Lo gak perlu nemuin Adek lagi. Kalo perlu, Lo gak usah balik ke Mansion Wijaya lagi. Selidiki dulu kasus yang menimpa cewek kesayangan Lo itu, yang ngebuat Lo sampe tega nyakitin Adek Lo sendiri" tekan Keenan membawa Kiana pergi.


Ya tadi sore Kia mendapat pesan dari Aksa agar datang ke apartemennya. Dia telah izin kepada Zico. Namun, Zico tak bisa menemani karena sedang meeting di luar kota.


Alhasil, Keenan yang sedang nongkrong dengan teman-temannya melihat mobil kia melintas pun segera mengikuti mobil kia.


***


Mobil yang di kendarai Keenan dan Kiana pun tiba di mansion Wijaya.


Keduanya memasuki mansion yang terlihat ramai.


"Bunda" Kia segera berhambur memeluk Bunda Alana. Dalam dekapan wanita itu, Kia kembali menumpahkan air matanya.


"Kenapa?" bunda Alana mengusap lembut rambut Kia.


"Keen apa yang terjadi?" tanya bunda Alana.


"Astaga, Adek kenapa nak?" tanya Mama Aza saat melihat putrinya menangis dalam dekapan bunda Alana.


Keenan menceritakan semua yang terjadi di apartemen Aksa.


"Papa bener-bener gak habis pikir sama kelakukan Aksa. Papa pikir dia sudah berubah. Apa sih hebatnya perempuan murahan itu" geram Papa Refandra.

__ADS_1


"Keen juga gak tau pa"


....


"ASSALAMUALAIKUM EVERYBODY! KEANU ASKARA WIJAYA YANG PALING TAMPAN PULANG" teriak Aska.


Astaghfirullah...


Seisi rumah kompak mengelus dadanya.


"ASKA JANGAN TERIAK KAMU GAK LAGI DI HUTAN!"


Ayah Fares dan yang lain sontak terjengkit kaget mendengar teriakan Papa Refandra.


"Papa juga teriak" sela Keenan.


"Bapak sama anak sama-sama random" batin ayah Fares.


"Papa cuma ngingetin Abang kamu" elak Refandra.


"Astaghfirullah, bukan keluarga gue" batin Kia menggelengkan kepalanya. Berdosa banget kamu, Ki :v


"Eh kok tumben pada ngumpul?" Tanya Aska kikuk. Sesungguhnya dia ingin bersembunyi. Ditatap oleh ayah Fares membuat Aska semakin ingin menenggelamkan dirinya ke lubang semut.


Ayah Fares hanya tau jika Aska adalah seorang pemuda cool, yang tegas saat memimpin rapat atau bertemu karyawan dan kliennya. Tapi kini, Ayah Fares menyaksikan sendiri sisi lain Askara Wijaya.


"Malu gak bang?" tanya Kia yang masih berada dalam dekapan Alana, sambil menaik turun kan alisnya.


Ciri-ciri adik durhakim ya begitu, lagi sedih juga kalo liat abangnya sedang seperti ini pasti otak jahilnya keluar:)

__ADS_1


"Adik durhakim. Astaga, untung sayang"


__ADS_2