Kisah Cinta Kiana

Kisah Cinta Kiana
#kck_35


__ADS_3

Riau…


Meski ucapan terus mengatakan 'tidak' nyatanya hati tak pernah bisa ingkar, bohong jika seseorang mengatakan bahwa hatinya sama sekali tidak terpengaruh saat mendapatkan perhatian dari orang lain.


Meskipun dia bukan seseorang yang dikatakan 'baperan, nyatanya saat dirinya terus diberikan perhatian lama-kelamaan hatinya akan luluh. Itulah yang dirasakan oleh gadis yang kini tengah menyelesaikan studinya bersama sahabat prianya yang bernama Keenan Azello Wijaya. Yap, dia adalah Anasya Sebastian.


Saat ini Nasya sedang berjalan bersama Keenan disekitaran stadion utama.


"Keen" panggil Nasya menghentikan langkahnya.


"Hmm" Keenan hanya bergumam, namun ia pun ikut menghentikan langkahnya dan mensejajarkan dirinya dengan Nasya.


"Salah gak sih kalo gue berharap sama seseorang" Keenan terdiam, ia paham betul kemana arah pembicaraan dari gadis dihadapannya itu.


"Lo gak salah Nas" jawab Keenan singkat, jujur Keenan tidak tau harus menjawab apa.


"Dulu saat gue suka sama orang lain, sayang sama orang lain, dia mati-matian deketin gue, selalu berusaha meluluhkan hati gue, tapi sekarang saat gue bisa berpaling ke dia, dianya kayak gini" Keenan sakit melihat mata yang kini berkaca-kaca di hadapannya, Keen tau betul 'dia yang dimaksud Nasya adalah abangnya sendiri Revano. Tapi mendengar Nasya mengatakan 'dulu saat gue suka sama orang lain' membuatnya penasaran, siapakah sosok itu? 'pikir Keenan


"Nas, gue ngerti perasaan lo. Lepasin orang yang emang gak pantes lo perjuangin" bukan Keenan bermaksud mempengaruhi Nasya untuk melupakan Vano, bukan! dan tidak sama sekali!


Tapi hatinya saka sekali tak bisa terima saat ada orang yang membuat gadis dihadapannya meneteskan air mata.

__ADS_1


"Lo bilang sebelum Bang Vano, lo suka sama orang lain kan?" yang dibalas anggukan oleh Nasya.


"Nah gak ada salahnya kan kalo lo kubur perasaan lo ke Bang Vano sebelum makin dalam"


"Gak ada salahnya juga kan kalo lo buka hati lo untuk dia lagi" lanjut Keenan. 'Dia yang dimaksud Keenan adalah seseorang yang disukai Nasya sebelum Vano.


"Rasa itu emang masih ada untuk 'dia Keen, tapi pengaruh Vano dihati gue juga besar"


"Gue milih lanjut kuliah di Riau juga semata bukan karena menghindar dari Vano, tapi gue gak mau jauh dari dia, gak peduli dua nganggap gue sebagai teman, sahabat atau apa pun" boleh gak sih kalo Keenan menganggap ucapan Nasya barusan untuk dirinya?


Diam-diam Keenan tersenyum menatap gadis dihadapannya yang terus mencurahkan isi hatinya, bukan apa-apa Keenan merasa bahwa yang dimaksud Nasya adalah dirinya. Tapi kenyataannya mereka memang hanya berdua karena Lea tidak jadi mengikuti mereka.


*


*


Kia saat ini tengah berkunjung ke rumah yang dulu selalu memberikan ketenangan, kesejukan dan kedamaian baginya. Namun kini saat menginjakkan kakinya ke rumah itu hanya kehampaan disetiap penjuru rumah itu yang Kia rasakan. Semua canda tawa yang dilaluinya dengan 'dia seolah baru saja kemaren terlewatkan.


"Wellcome nyonya Sebastian"


"Bunda mantu bunda datang!"

__ADS_1


"Enggak Yah, Bun. Walaupun Ares nanti jadi pengusaha sukses, Ares pastikan cuma Bunda sama Kia wanita yang bakal ada dihidup Ares"


"Gak usah mulai deh res"


"Aku serius Kin"


"Ress"


"Apa sayang?"


(Sayang…)


Suara itu…


Sontak Kia menatap ke sumber suara, dan ya semua itu hanya bayangannya saja, tak ada sosok Ares dihadapannya, nyatanya itu adalah suara wanita yang sudah lama tak ditemuinya.


"Bunda" lirih Kia segera berhambur kepelukan Bunda Alana.


"Sayang, Bunda kangen sama kamu" ucao Bunda mendekap Kia sambil memberikan kecupan di puncak kepala Kia.


"Kia juga Bun" Kia memeluk Bunda Alana tak kalah erat.

__ADS_1


"Maaf Kia gak pernah datang kesini" ucapnya.


"Gak papa sayang Bunda ngerti" ucap Bunda Alana mengapus air mata, yang tanpa permisi membasahi wajah cantik Kia.


__ADS_2