Kisah Cinta Kiana

Kisah Cinta Kiana
#kck_43


__ADS_3

Setelah beberapa menit di perjalanan, kini Kia sudah berada di depan rumah Ares.


"Pagi non Kia, cari Ibu ya?" sapa salah satu mide di rumah Ares, dia adalah Bi Inah.


"Iya Bi, Bunda ada kan?" tanya Kia.


"Ada non, Ibu lagi di taman belakang" jawab Bi Inah.


"Yaudah, aku ke belakang dulu ya Bi" pamit Kia.


.


.


.


Seorang wanita paruh baya tengah menyiram tanaman bunga di belakang rumah.


Grepp


Dia terkejut kala sebuah tangan melingkar dipinggangnya, dengan cepat ia memutar tubuhnya.


"Eh sayangnya Bunda" kaget Bunda Alana.


"Kenapa hmm?" tanya Bunda Alana, meletakkan selang air dan beralih mengelus Kia.


"Gak papa, Kia mau tidur disini ya Bun?" Kia merenggangkan pelukannya dan menatap wajah ayu itu.


"Boleh sayang, kapan pun kamu mau tidur disini pintu rumah ini selalu terbuka" ucap Bunda Alana lembut.


"Makasih Bunda" Kia segera memeluk Bunda Alana lagi.


Seharian Kia habiskan wkatu bersama Bunda Alana, hingga sore hari seorang pria berjalan dari pintu rumah.

__ADS_1


"Heii! sayang" ucap pria itu merangkul Kia yang tengah duduk di ruang keluarga.


Kia mendongak demi bisa menatap orang yang merangkulnya.


"Ayah" pekik Kia, langsung berdiri memeluk orang yang tak lain adalah Ayah Fares.


"Putri ayah udah disini aja, kenapa hmm?" tanya Ayah Fares menyimpan jas dan tas kerjanya di sandaran sofa.


"Emangnya kalo Kia kesini harus ada alasannya ya, yah?" tanya Kia mengerucutkan bibirnya.


"Haha, bukan gitu sayang" Ayah Fares ketawa melihat tingkah putrinya itu.


"Bunda mana?" tanya Ayah Fares.


"Bunda disini yah" ucap Bunda Alana yang baru saja datang. Bunda meraih tangah Ayah yang dibalas Ayah dengan kecupan di kening. Sungguh pemandangan yang sangat indah bagi Kia. Pemandangan inilah yang sejak dulu ia dan Ares rancang.


Flashback on…


"Anak-anak Ayah pergi ke kantor dulu ya" pamit ayah berdiri dari duduknya.


"Iya yah" jawab Ares dan Kia bersamaan sambil menyalami tangan Ayah.


Bunda ikut berdiri mengantar Ayah ke depan.


"Mas hati-hati ya" ucap Bunda saat didepan pintu.


"Iya sayang, kamu juga. Jangan kemana-mana, kalo mau pergi hubungi mas" balas Ayah lembut. Bunda menyalami tangan Ayah, yang dibalas Ayah dengan kecupan di kening Bunda cukup lama.


"Mas berangkat ya?" ucap Ayah yang di angguki oleh Bunda.


Sementara itu…


Seorang gadis tengah memperhatikan pemandangan yang sangat indah itu.

__ADS_1


Grepp


Ia tersentak kala sepasang tangan kekar melingkar di pinggangnya dan pundaknya menjadi tumpuan dagu seseorang.


"Kenapa hmm?" dia lega ternyata yang memeluknya orang yang ia kenali.


"Gak papa, aku cuma seneng aja liat Ayah sama Bunda selalu seperti ini" jawabnya menyentuh tangan yang masih melingkar di pinggangnya itu.


"Kenapa? mau kayak gitu juga? gimana kalo kita nikah sekarang?" orang itu beruntun.


"Astaga heh" dia memutar tubuhnya dan mencubit pinggang orang yang memeluknya itu.


"Sakit yang" keluh orang itu.


"Ya makanya mulutnya"


"Ya aku kan bicara fakta sayang" dia kembali membalikkan tubuh gadisnya melihat kedepan.


"Suatu saat nanti, kita juga bakal seperti itu. Kamu salam sama aku dan aku bakal ngebalasnya gini…


cup


Dia mengecup lembut pelipis gadis dipelukannya.


"Astaghfirullah Kia Ares" pekik Bunda yang baru saja berbalik hendak masuk, membuat kedua insan itu tersentak.


Kia menundukkan kepalanya, dia malu kepergok tengah berduaan dengan Ares. Sedangkan Ares, dia terlihat santai malah sengaja menarik pinggang Kia untuk mendekat.


"Anak nakal, siapa yang ngajarin kamu kata gitu ha?!" Bunda menarik telinga Ares.


"Astaga Bun lepas dulu, Ares kan cuma niru Ayah sama Bunda" elak Ares.


Flashback off…

__ADS_1


__ADS_2