Kisah Cinta Kiana

Kisah Cinta Kiana
#kck_23


__ADS_3

"Gak mudah res ngilangkan nama kamu dihati aku, buat aku 12 tahun bukan waktu yang singkat, aku kangen semuanya res, aku mau semua itu terulang lagi, aku mau kamu disini…


"Maaf kalo sampai sekarang setiap aku kesini aku gak pernah bisa nahan air mata aku, maaf selalu buat kamu sedih" akhirnya air mata itu lolos juga membasahi pipi kia


Adakah yang memiliki nasib sama seperti kia?


kia bukan lebay atau terlalu berlebihan, hanya saja faktanya kehilangan orang yang paling kita cintai itu memang menyakitkan, apalagi orang itu selalu ada untuk kita.


"Aku janji ini yang terakhir aku nangis karena kamu" setiap datang ketempat itu kia selalu mengatakan yang terakhir, namun nyatanya hati daj ucapannya tak pernah bisa sinkron, hatinya selalu sesak setiap kakinya memasuki tempat itu.


*******


Deg


Kia mematung, seakan tak percaya menatap apa yang baru saja dilihatnya saat membuka Handphone miliknya.


Dia masih tak percaya jika orang yang beberapa bulan mengisi kehidupannya setelah kepergian sahabat sekaligus kekasih tercintanya itu tidak jauh berbeda dengan orang yang pernah dekat dengannya setahun lalu.


"Ckk gue pikir lo beda dari yang lain" kia menggelengkan kepalanya tanda tak percaya "Ternyata lo sama aja, udah gue bilang gue gak suka di bohongi ternyata hasilnya kayak gini" gumamnya, tak ada air mata sedikit pun yang menetes atau yang menggenang di pelupuk matanya


"Huftt, bodoh banget gue hampir percaya sama buaya cap gajah terbang kek lo" monolognya lagi

__ADS_1


"Buaya cap gajah terbang?" tanya suara yang berasal dari arah pintu yang membuat kia menoleh dan hampir saja Handphone yang digenggamnya melayang secara tidak etis ke atas kasur keras yang terbuat dari ubin itu.


"Buset dah nas ngagetin aja lu" kesalnya


"Ya lagian lo ngapain menung gitu ngeliatin hp coba? pake geleng jidat lagi" celetuk Nasya dengan ucapan nyelenehnya


"Geleng kepala oncom, bukan jidat, lo pikir jidat bisa geleng-geleng" sewot kia


"Elah santai Mbak ah, sensian bener dah, kali aja kan lo mau senam jidat" balas Nasya semakin ngawur.


"Banyak pahala gue kalo deket sama lo terus" celetuk kia tiba-tiba


"Iya bawaannya pen ngucap terus" cetus kia dengan wajah tanpa dosanya


"Astaga" Nasya tepuk ******, eh maksudnya tepuk jidat


"Heh lo kira gue demit hah!?" kesal Nasya


"Ya itukan lo yang bilang gue mah kagak bilang lo demit" balas kia dengan polosnya


"Inalilahi" Nasya geram dengan kia

__ADS_1


"Hah siapa yang meninggal nas?" tanya kia dengan wajah polosnya yang dibuat seimut mungkin


"Astaga gemes banget sih gue liat lo Ki" ucap Nasya dengan nada yang dibuat selembut mungkin


"Baru nyadar gue ngegemesin" ucap kia bangga


"Iya gemesin saking gemesnya pen gue bunuh" sarkas Nasya


"Astaga Mam, kenapa Mama biarkan psikopat kesini sih Mam" ucap kia mendramatisir


*******


Dibelahan bumi lainnya, dua orang pemuda beda usia tengah berkutat dengan setumpuk berkas yang harus diperiksa dan ditandatangani.


"Bang lo gak ada niatan pulang gitu?" pemuda yang terlihat lebih muda memulai pembicaraan


"Gak dulu deh" orang yang dipanggil Abang itu menghela nafas panjang "Malas gua ditanyain jodoh mulu" lanjutnya yang dibalas kekehan oleh sang adik


"Haha udah waktunya kali Bang ah, lo kan udah tua" celetuknya tanpa dosa


"Maksud lo gue udah tua apaan Kenn??"

__ADS_1


__ADS_2