Kisah Cinta Kiana

Kisah Cinta Kiana
#kck_36


__ADS_3

Kebohongan terbesar seseorang adalah saat dia mengatakan 'tidak lagi mengingat yang namanya masalalu, karena faktanya masalalu itu tidak akan pernah bisa terlupakan. Hanya saja bagaimana seseorang mengekspresikan masalalu tersebut, ada yang terus terbelenggu oleh masalalu yang disebut gagal move on. Namun bukan berarti seseorang yang telah menjalani hidupnya tanpa bayangan masalalu dikatakan sudah move on, karena mereka hanya berusaha untuk tidak mengenangnya saja. Mereka sadar masalalu yang menyakitkan itu tak perlu dikenang.


Luka itu cukup disimpan, tak perlu dibagi. Karena tak semua orang memiliki rasa empati dan simpati. Sebagian orang justru akan tertawa lepas saat melihat kita terluka.


Begitupun yang dirasakan Kiana, bukan tentang gagal move on atau terus terbelenggu. Hanya saja kenangan yang dilalui bersama 'dia itu sangat sulit dilupakan, bukan karena menyakitkan melainkan karena terlalu indah. Sakit untuk dikenang, tapi juga terlalu indah untuk dilupakan.


"Happy anniversary my most beautiful star"


"Harusnya hari ini kita rayakan bersama…


"Aku selalu berharap di hari ini kamu masih disini masih di samping aku, nyatanya sekarang aku dan kamu ada di alam yang berbeda"


"Terimakasih waktu 12 tahunnya res"


Tes!


Akhirnya bulir bening itu lolos dari pelupuk matanya. Air matanya semakin deras saat mengingat hubungannya dengan Zico, yang diharapkan akan sama seperti dengan Ares.


"Maaf juga aku kemaren pernah khianatin cinta kita" isaknya. Walaupun sebenarnya Kia tidak berkhianat karena Ares memang telah tiada, tapi tetap saja Kia menyebut dirinya telah mengkhianati sang kekasih Antares Sebastian.


"Aku sadar dan aku ingat sama apa yang aku katakan, bahwa kita gak boleh bandingkan orang, tapi nyatanya sekarang aku seperti membandingkan kamu sama dia"


"Kenapa aku gak pernah nemuin cowok yang sama kayak kamu, yang selalu ada buat aku…


"Sayang…


Kia menoleh ke sumber suara, disana terlihat sosok yang selama ini dirindukannya. Kia beranjak dari tempatnya, segera berhambur memeluk sosok itu.


"Aku kangen sama kamu" Isak Kia menyembunyikan kepalanya di dada bidang sosok teresebut.

__ADS_1


"Kenapa kamu ninggalin aku, kamu bilang kamu gak bakal pernah ninggalin aku"


"Heii" Orang mendongakkan kepala Kia lembut agar ia bisa menatapnya.


"Aku gak bener-bener ninggalin kamu, aku masih ada disini" Dia menunjuk dada Kia.


"Aku masih dihati kamu, dan aku selalu jaga kamu dari sini" lanjutnya.


"Kamu pernah janji kan, kalo kamu bakalan lanjutin hidup kamu walaupun aku gak ada disamping kamu hmm?" Kia menjawabnya dengan anggukan kepala.


"Terus kenapa malah gini hmm?" tanya orang itu, siapa lagi jika bukan Antares sosok yang selalu Kia rindukan.


"Aku gak bisa, aku gak suka mereka, aku gak suka orang yang suka berkhianat, aku…


"Ssst, kamu bukan gak bisa sayang, tapi coba kamu ikhlasin aku pasti bisa" dengan cepat Ares memotong racauan Kia yang tak jelas.


"Maaf aku udah khianati kamu" jawab Kia menundukkan kepalanya.


"Tapi aku mohon percaya sama aku, dalam hati aku cuma ada kamu res, gak ada yang lain" ujar Kia kemudian.


"Dan dia gak pernah ngerubah aku, gak ada sejarahnya dalam kamus Kia berubah hanya karena seorang playboy gadungan kelas katak kayak dia" omel Kia, membuat Ares gemas.


Cup!


Kia mematung melihat makhluk dihadapannya yang justru memamerkan senyum manisnya yang sangat menyebalkan di mata Kia.


Kia memelototkan matanya.


"Kenapa hmm? mau marah?" tanya Ares lembut. Kesedihan Kia beberapa saat lalu seakan hilang begitu saja tergantikan oleh kehadiran sosok Ares.

__ADS_1


"Kamu mau pergi lagi?" tanya Kia tanpa menjawab godaan Ares.


"Hmm" jawab Ares sambil merapikan anak rambut Kia.


"Aku boleh ikut kamu?" tanya Kia penuh harap sambil menggenggam tangan Ares yang masih menyentuh kepalanya.


"Enggak" jawab Ares cepat sambil menggelengkan kepalanya.


"Tapi aku mau ikut kamu, aku gak mau lagi jauh dari kamu" perlahan air matanya mulai jatuh kembali. Jujur Ares sakit melihat gadisnya seperti ini.


"Sayang aku gak jauh dari kamu, sayang boleh ikut aku tapi ini belum saatnya, aku harus segera pergi" ucap Ares membujuk Kia.


"Aku tetep mau ikut kamu" mata merah Kia membuat Ares semakin sakit.


"Sayang, aku janji akan nunggu kamu, tapi ini belum saatnya kamu ikut aku, masih ada masalah yang harus kamu hadapi"


"Aku gak mau lagi lewatin masalah tanpa kamu res" Ares mendekap erat tubuh Kia.


"Kamu jaga diri baik-baik ya, aku selalu jaga kamu dari sini, ingat jangan samakan aku sama mereka, jangan cari sosok aku pada mereka hmm? sampai kapan pun gak akan pernah kamu temuin oke?" Kia hanya terisak dalam pelukan yang membuatnya nyaman itu.


Ares mengecup puncak kepala Kia lama, beralih ke kening Kia lalu kedua matanya, pipi dan terakhir bibir mungil Kia menjadi sasarannya juga.


"Aku pergi, belajar lah ikhlasin aku dan terbuka untuk orang baru, I love you, my little lover" Ujar Ares.


*


*


'I love you, my little lover'

__ADS_1


__ADS_2