
Bagi beberapa orang, sendiri itu mungkin mengasikan. Ya, dengan sendiri kita bisa melangkahkan kaki mengikuti kehendak hati tanpa adanya kekangan dari orang lain. Seperti yang Kia rasakan, sendiri tanpa Ares dan tanpa penghuni hati baru. Bahagia? Awalnya Kia tak bahagia, namun dia menemukan kebahagiaannya ketika hatinya tergerak untuk menemui kedua malaikat kecilnya. Dan kini dia akan mencoba menjalani kehidupan barunya lagi.
Brukk
Terlihat dua orang anak manusia berbeda gender yang tengah berjalan berlawanan arah tanpa sengaja bertabrakan.
Deg..
Seketika jantung salah satunya berdetak kencang saat tau siapa yang di tabraknya.
"Kamu gak pa-pa?" tanyanya saat sudah berhasil menguasai detakan jantungnya.
Gadis di hadapannya membalas dengan senyum yang sebelumnya tak pernah ditunjukkan kepada siapapun "Iya, gak pa-pa. Kamu sendiri?" tanya balik gadis itu.
"Hah? ya saya gak pa-pa" jawab pria itu gelagapan.
Mereka berdua berdiri.
'Tuhan, jantungku dari dulu hingga sekarang selalu tak tenang setiap menatapnya. Dan kini dia berada di hadapan ku'- batin pria itu.
"Hmm, makasih. A-aku duluan" pamit gadis itu. Pria itu hanya mengangguk dengan seutas senyum.
"Semoga kita bertemu lagi" gumamnya menatap punggung gadis yang ia tabrak sampai tak terlihat lagi.
"Hah, gila. Gue udah kek ABG aja deh" pikirnya tak percaya dengan tingkahnya saat ini sambil menggelengkan kepalanya.
...
__ADS_1
"Tuan, meeting akan segera di mulai" ucap seseorang membuyarkan pikirannya yang sedang menatap gadis yang sudah mengalihkan dunianya.
"Menganggu saja" sang asisten mengernyitkan dahinya tak mengerti.
'Tuan muda sedang jatuh cinta'- batinnya.
"Siapa yang mewakili meeting kali ini, Pras?" tanya pria yang di sapa tuan muda itu.
"Sekretaris AZ Corp. memberi tahu saya, katanya kali ini CEO mereka langsung yang turun, Tuan" Jawab pria yang bernama Pras itu.
"Aku jadi penasaran, seperti apa CEO AZ Corp. Sampai-sampai setiap ada pertemuan selalu digantikan oleh sekretarisnya" tutur sang tuan muda sambil terus berjalan menuju tempat meeting yang sudah di sepakati.
.
.
Sang tuan muda tiba di tempat meeting akan berlangsung, terlihat punggung seorang wanita yang sedang duduk dikursi membelakanginya.
"Hmm, ya tidak masalah" jawab wanita itu mengangkat kepalanya menatap sang tuan muda.
"Kamu!" ucap keduanya serentak.
"Tuan muda, apa kalian pernah bertemu?" tanya Pras ketika melihat tuan muda dengan kliennya itu hanya diam dengan mata saling mengunci.
"Hah? Ya" jawab sang tuan muda gelagapan.
'Jadi, dia CEO AZ Corp. Yang sesungguhnya' Tanya sang tuan muda dalam hati.
__ADS_1
Keadaan hening sesaat, mereka masih fokus dengan pemikirannya masing-masing. Hingga....
"Maaf, Tuan muda, Nona Zella. Sepertinya kita harus segera memulai meeting-nya. Karena waktu terus berjalan, dan setelah ini Tuan muda harus melakukan penerbangan ke Riau" Sela Pras. Sang Tuan muda mendelik tak suka kepada asistennya.
Glekk..
Pras menelan salivanya kasar. 'Tuan Askara sangat menyeramkan'
"Dasar asisten tengik, tidak bisakah membiarkan aku menatap calon ibu dari anak-anakku kelak sebentar saja'
'Tatapan ini seperti familiar, aku pernah menatap manik mata itu tapi dimana?'
Mereka kembali disibukkan dengan batinnya masing-masing.
"Baiklah, nona. Lupakan kejadian kita tadi pagi"
"Kita harus bersikap profesional bukan?" yang diangguki oleh Kia.
"Perkenalkan, saya Askara Davidson CEO Davidson group. Dan ini asisten pribadi saya" Ucap Askara (Sang tuan muda).
"Ya, saya Kiana Azella. Kebetulan hari ini asisten saya sedang mengurus kantor cabang di Pekanbaru. Jadi saya yang mewakili pertemuan ini, seharusnya memang dia" jawab Kia seprofesional mungkin.
....
Hai-haii
Nana balik lagi nihh
__ADS_1
maaf yaa lama ngilang
soalnya nana kejar deadline puisi beberapa Minggu kemaren 🙏🙏