Kisah Cinta Kiana

Kisah Cinta Kiana
#Kck_53


__ADS_3

...~Kiana POV~...


Sama sekali tak pernah kubayangkan, jika setelah kepergiannya. Aku harus mengalami yang namanya perjodohan. Yang aku tau, perjodohan hanya ada dalam dunia fiksi selayaknya novel-novel yang selama ini pernah ku baca.


Dan kini, aku sendiri yang berada dalam posisi itu. Tak banyak yang dapat ku lakukan, aku hanya ingin semua terjadi sesuai dengan cerita novel. Meski menjalin hubungan karena perjodohan, tetapi sang tokoh utama mendapatkan kebahagiaan. Bukan seperti yang aku takutkan saat ini, karena pada nyatanya di kehidupan real sangat jarang suatu hubungan yang di lakukan atas dasar perjodohan itu berjalan lancar.


Kini yang aku bayangkan adalah saat aku menjadi sang tokoh utama dalam 'sinetron ikan terbang', atau mungkin 'suara hati istri' ketika menikah karena paksaan sang suami langsung pergi menemui wanita lain dihari pertama pernikahannya. Akan kah hubungan yang aku jalani kedepannya juga seperti itu?


Entahlah?


Yang aku khawatirkan saat ini adalah hati Bang Aksa, aku merasa dia seperti memang sengaja ingin aku segera keluar dari mansion Wijaya. Dengan dia tidak menentang perjodohan ini, aku bisa merasakan itu. Apa kasih sayangnya selama ini palsu? Pada dasarnya dia masih menyalahkan ku akan tragedi itu?


Semua ini membuatku bingung. Andai 'dia' masih ada disini, aku yakin semua ini tak akan terjadi.


...~Kiana POV end~...


Lamunan Kiana harus buyar kala seseorang mendekap dirinya.


__ADS_1


Orang itu adalah sang kembaran Keenan Azello Wijaya.


"Jangan sedih" lirih Keenan semakin mengeratkan dekapannya. Sebagai orang yang pernah berbagi rahim dengan Kia, Keenan ikut merasakan apa yang Kia rasakan.


"Kenapa Bang?" tanya Kia lirih "Kenapa harus ada perjodohan? Kenapa Ayah, Bunda, Mama, Papa, bahkan Daddy sama mommy menyetujui perjodohan ini?" rentetan pernyataan Kia lontarkan saat merasakan dekapan itu semakin erat.


"Andai Ares masih ada, semua ini gak akan terjadi. Kenapa kamu tinggalin aku Res?" Kia mulai tak terkendali, batinnya tertekan. Dia ingin menolak, namun tak kuasa.


"Honey, tenang. Kamu gabisa nyalahin takdir okey?" Keenan membalikan tubuh Kia untuk menghadap ke arahnya.


Kia masuk kedalam dekapan yang selalu menenangkan itu. Menelusup kan kepalanya di dada bidang sang kembaran.


Keenan tak tau ingin berucap apa, yang bisa ia lakukan hanya mendekap sang adik menyalurkan kekuatan. Sesekali ia kecup puncak kepala Kia.


'Kali ini gue bakal pantau dulu, seperti apa cowok yang dijodohkan sama lo dek. Tapi kalo terbukti dia brengsek, gue sendiri yang bakal ngabisin tu cowok'- janji Keenan dalam hatinya.


'Dan lo Bang, kalo sampai Adek gue ngerasain sakit yang sama dari lo karena perjodohan ini, jangan harap lo bisa deketin Adek lagi'- dia juga bertekad akan menjauhkan Aksa dari Kia.


.

__ADS_1


.


Sementara di tempat para orang tua.


"Za, Mbak ngerasa bersalah sama anak-anak" lirih Bunda Alana.


"Mbak gak pa-pa, lagian kita kan cuma berusaha untuk kebahagiaan Kia" balas mama Aza.


"Tapi Za, Kakak juga ngerasa kalo kita terlalu maksain Adek" kali ini sang Kakak ipar, mommy Revani turut angkat bicara.


"Tapi Kak, jika tidak begini. Kapan Kia akan move on?" Refandra yang sejujurnya tidak setuju dengan perjodohan ini juga akhirnya hanya pasrah.


"Tapi itu memaksa hati Kia, Ref" sela Daddy Affandra.


"Bang, cinta bisa datang karna terbiasa" elak Papa Refandra.


"Ref, sejujurnya Abang katakan ya. Yang datang karena terbiasa itu bukan cinta, tapi hanya rasa nyaman karena selalu bersama yang akhirnya membuat kita enggan jauh dari orang itu, karena saat dia hilang kita merasa ada yang kurang. Berbeda dengan cinta, cinta itu ketika kita merasakan jantung kita berdetak lebih kencang dari keadaan normal saat berada di dekat orang itu, bahkan hanya dengan menyebut namanya saja jantung kita akan berdebar. Sedangkan disini, posisinya Kia di jodohkan Ref, untung saja kalo Zico bisa memberikan rasa nyaman untuk Kia. Kalo tidak gimana?" semua diam mencerna ucapan Daddy Affandra.


"Tapi, terserah kalian. Asal jangan sampai putri kecilku terluka untuk kesekian kalinya. Aku yakin meskipun sudah empat tahun berlalu, tapi luka karena kepergian Ares masih ada di hati Kia" lanjut Daddy Affandra.

__ADS_1



__ADS_2