Kisah Cinta Kiana

Kisah Cinta Kiana
#Kck_54


__ADS_3

Hari ini Kia akan berkunjung ke tempat dimana disana terdapat malaikat kecilnya. Sejak kepergian Ares dia tak pernah ke tempat. Dan hari ini merupakan pertama kalinya dirinya mengunjungi tempat itu setelah sekian lama.


Mobil yang ditumpanginya telah tiba di depan gerbang bangunan berwarna putih itu. Seorang wanita paruh baya datang menghampirinya.


"Kia" sapanya.


"Ummi" balas Kia tersenyum manis.


kedua wanita berbeda generasi itu saling memeluk melepaskan kerinduan setelah sekian lama tak bersua.


"Kemana aja kamu nak?" tanya orang yang dipanggil Ummi oleh Kia di sela-sela pelukannya


"Maaf, mi. Kia baru datang sekarang" ucap Kia.


"Anak-anak gimana kabarnya mi?" tanya Kia, kedua wanita melangkah memasuki rumah.


"Mereka tumbuh dengan baik, bahkan mereka sepertinya rindu dengan mommy-nya" jawab Ummi.


"Bahkan mereka juga pasti rindu dengan daddy-nya" lirih Kia.


Ummi yang mendengar itu langsung merangkul Kia "Sabar nak, Ares pasti bahagia disana kalo kamu bisa ikhlasin dia" tutur Ummi.


Langkah Kia terhenti saat melihat dua malaikat kecil berbeda gender tengah berdiri di ambang pintu.


"Nenek, itu capa?" tanya gadis cilik itu. Suara lembut itu begitu saja menerobos masuk ke gendang telinga Kia. Sudah banyak yang Kia lewatkan dari pertumbuhan kedua malaikat kecilnya.


"Dia mommy kalian sayang" jawab Ummi lembut.


"Mommy?" lirih kedua anak itu. Kia terpaku mendapati kedua anak kecil itu memanggilnya mommy.


Si kembar yang kerap disapa Anzel dan Anna itu segera berhambur memeluk Kia.

__ADS_1


"Mommy, teunapa dak pulang pulang? Anna tanen mommy, tapi nenek bilang mommy keulja" ucap Anna dalam dekapan Kia.


"Maafin mommy sayang, mommy ninggalin kalian lama. Tapi sekarang mommy udah disini hmm" Kia mengecup puncak kepala keduanya.


Berbeda dengan Anna yang cerewet, Anzel justru hanya diam. Namun dia memeluk Kia sangat erat.


"Abang gak kangen mommy hmm?" tanya Kia lembut. Bocah Lima tahun itu mendongak menatap wajah Kia.


"Kangen" jawabnya, tangan mungilnya terulur mengusap air mata yang membasahi pipi Kia.


Cup


Sebuah kecupan melayang di pipi Kia.


"Mommy jangan nangis, Abang gak mau liat mommy nangis" ucap Anzel. Hati Kia menghangat, perlakuan Anzel sangat mirip dengan Ares.


-


-


"Apa dia sudah pernah menikah?"


"Atau hamil diluar nikah? buktinya anak itu tidak dibawa pulang"


Segala macam pikiran tersemat di benaknya saat melihat Kia berpelukan dengan dua anak kecil yang bahkan memanggil Kia dengan sebutan mommy.


"Gak, gue harus selidik"


kemudian orang itu beranjak dari tempatnya, pergi meninggalkan rumah itu.


.

__ADS_1


.


"Mommy, tata nenek mommy teulja ya?" tanya Anna.


"Iya sayang, mommy kerja" balas Kia mengelus lembut surai sang putri.


"Abang kenapa diam hmm?" Kia beralih kepada Anzel.


"Daddy gak ikut mommy?" tanya Anzel sesekali mengedarkan pandangannya kearah luar.


Ini yang Kia takutkan saat ia menemui kedua anak ini. Lima tahun lalu mungkin mereka merawat kedua malaikat kecil itu bersama. Tapi kini keadaannya sudah berbeda, tidak ada lagi sosok itu.


"Kalian mau jumpa Daddy?" tanya Kia lirih, mengelus puncak kepala kedua anaknya.


Si kembar kompak menganggukkan kepalanya.


"Nanti kita ke rumah Daddy ya?" ucap Kia lagi.


"Nak..." Seolah mengerti akan tatapan Ummi Kia dengan cepat menyela.


"Gak pa-pa mi, udah saatnya anak-anak tau Daddy-nya" ucap Kia tegar.


'Sungguh mulia hati kamu nak, semoga kamu selalu bahagia. Membesarkan anak kecil sendiri bukanlah hal yang mudah'


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


**Yang bingung tentang Anzel dan Anna, anak kandung Kia dan Ares atau bukan?


Tetap ikuti alurnya ya


Dan terimakasih untuk yang udah selalu baca karya Nana, kalo ada yang mengganjal atau ada saran langsung sampai kan aja ya๐Ÿค—Komen yang membangun itu sangat diperlukan.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak**:)


__ADS_2