
Hari demi hari dilalui oleh Kia dengan bahagia. Kebahagiaannya kini terasa lengkap meskipun sumber kebahagiaannya yang satu telah tiada. Setidaknya, meskipun yang satu pergi, namun ada yang kembali. Itulah yang ada dibenak Kia saat ini.
"Dek, udah gak ada yang ketinggalan kan?" tanya Aksa yang sedang menggulung lengan bajunya.
"Aman Bang" jawab Kia tersenyum.
"Sayang, ingat! Disana kamu harus nurut sama Abang kamu okey?" tutur mama Aza mengelus rambut putri kesayangannya.
"Iya mam" setiap ada yang menasihatinya, Kia hanya menjawab iya jika tidak menganggukkan kepalanya.
"Honey, sampai sana jangan lupa terus hubungi papa" Timpal papa Refandra, yang baru menuruni tangga.
"Siap papa"
"Queen, Lo beneran mau pergi ninggalin gue?" tanya Keenan yang sedari tadi hanya diam. Kia menganggukkan kepalanya.
Terdengar helaan nafas dari Keenan.
"Ckk, gak usah lebay deh Bang Keen, gue cuma bentar doang disana" jelas Kia.
__ADS_1
"Dua tahun itu lama princess" gemas Kenzo.
Ya! mereka semua kini tengah berkumpul kaan mengantarkan Kia, Aksa, dan Revan kembali ke USA.
Setelah berdamai dengan Aksa, Kia memutuskan untuk melanjutkan studinya di USA. Harvard university adalah tempat yang telah direncanakan oleh Kia dan Ares. Mereka berencana melanjutkan studinya bersama-sama di negri Paman Sam, tapi tak ada lagi harapan bagi Kia saat tau Ares meninggalkannya, untuk melanjutkan seorang diri pun tak mungkin, karena saat itu dirinya dengan Aksa tidak sedang baik-baik saja, meskipun ada Revan.
"Terus dek, cowok yang itu gimana?" tanya Vano tak tau tempat, yang membuat semua orang menatap Kia. Kia yang di tatap keluarganya menatap balik ke arah Vano dengan tatapan tajamnya. Vano yang ditatap Kia hanya tersenyum kikuk.
"Cowok?" tanya Aksa, Aska, Kenzo dan Revan bersamaan.
"Emm, bukan siapa-siapa Bang, gak usah dengerin Bang Vano deh" jawab Kia gelagapan, pasalnya keempat Abangnya sedang menatap penuh intimidasi.
"Ya-yakin Bang" jawab Kia ragu, dia sendiri tidak tau entah hanya teman atau bagaimana hubungannya dengan Zico. Ya 'cowok itu yang dimaksud Vano adalah Zico.
"Kamu pacaran lagi?" kini Revan ikutan nimbrung.
"Hah, kagak Bang" jawab Kia cepat.
"Cih, bohong banget" Keenan berdecih yang langsung mendapat tatapan tajam dari Kia.
__ADS_1
"Kamu pacaran diam-diam?" sumpah rasanya Kia ingin menenggelamkan dirinya ke lubang semut, semua ini bermula dari pertanyaan Vano. Dan berakhir dengan dirinya yang di interogasi oleh Abang-abang yang menurutnya sangat protektif.
"Heh, udah kasihan Adek kalian. Jangan ditanya-tanya terus, gak papa kalo dia mau pacaran asal sama cowok yang bener, mau tanggung jawab, ya papa sih berharapnya kayak Ares dulu" Nah kan, gimana Kia bisa move on dari Ares, sedangkan papa Refandra aja yang notabenenya cowok selalu mengingat Ares, si menantu tertundanya.
"Pa, Ares udah gak ada" lirih Kia membuat papa Refandra sadar akan ucapannya.
"Papa sih" ucap mama Aza tanpa suara kepada suaminya.
"Sayang, maafin papa. Papa gak maksud untuk ngingetin kamu lagi tentang Ares" Papa Refandra berjalan mendekati Kia, kemudian mendekapnya.
"Bang, bisa pending dulu penerbangannya?" tanya Kia menatap Aksa dan Revan.
"Kenapa?" tanya Revan, sedangkan Aksa hanya menatap Kia, menunggu jawaban adik kecilnya.
"Kia pengen tidur dirumah Bunda Alana sebelum pergi" jawab Kia lirih.
Yang lain hanya terdiam mendengar jawaban Kia.
Apa segitu susahnya untuk melupakan dia?
__ADS_1