
HAPPY READING…
_______
"Maksud lo gue udah tua apaan Kenn??"
"Idih tatapannya biasa aja kali Bang" ujar Kenn, pasalnya sang Abang melayangkan tatapan tajamnya.
"Ya lagian lo ngatain Abang sendiri tua, gua kagak tua tapi dewasa…
"Ingat! umur kita cuma beda tiga tahun ya" lanjut sang abang yang diduga bernama Revan.
"Iya Bang iya" akhirnya Kenn hanya mengalah.
Revan, seorang CEO di salah satu perusahaan yang merupakan cabang baru dari perusahaan Wijaya grup, yang bergerak di bidang properti.
Pemilik nama lengkap Revan Affandra Wijaya yang merupakan anak sulung dari Affandra Wijaya ini memiliki sifat cuek jika berada diluar lingkungan keluarganya, namun bagi adik-adiknya dia merupakan orang paling menyebalkan.
Kenn, sesungguhnya nama panggilannya bukan itu, hanya saja Revan lebih sering memanggilnya kenn saat sedang berdua, dia merupakan Kenny Aksara Wijaya anak sulung dari Refandra Wijaya, kerap di sapa Aksa jika berada dirumah, memiliki sifat yang jauh berbeda dengan saudaranya yang lain. Kenny sangat tertutup dengan keluarganya yang lain dan bahkan terkesan irit bicara, hanya dengan Revan lah dia bisa terbuka.
__ADS_1
.
.
"Gue minta sama lo jangan sia-siain ni cewek deh co" ujar Anrez
"Gue gak mau terlalu ikut campur sih, tapi kalo lo mau nyakitin tu cewek mundur deh biar gue yang maju" ini adalah kalimat terpanjang yang diucapkan Daren
"Kapan sih gue niat mau nyia-nyiain dia hah!?" ujar Zico tak terima.
"Terus maksud lo ngepost foto Celine apaan sat?!" tanya Daren ngegas, entah kenapa walaupun Daren belum pernah berjumpa dengan sosok pacar Zico, tapi dia merasa tak terima saat Zico malah ngepost foto perempuan lain di WhatsApp story-nya tanpa mem-privasikan sang pacar.
Beralih ke kia dkk…
Saat ini SMA Bunga Bangsa tengahengadakan ujian akhir bagi kelas XII. Kia mencoba melupakan apa yang terjadi beberapa hari yang lalu, dia ingin memfokuskan diri menghadapi ujiannya yang hanya tinggal beberapa hari lahi. akan selesai.
"Jiah akhirnya keluar juga lo Ki" ucap Nasya langsung berdiri dengan tegap ketika melihat kia keluar dari kelasnya. Ya ketika ujian, kelas mereka terpisah, sesuai abjad Nasya (Anasya Sebastian" dan Lea (Allea putri. W) berada diruang satu sedangkan kia di ruang tujuh.
"Lama banget sih Ki" sambung Lea
__ADS_1
"Ye gue mah soalnya dibaca, dihayati, kagak kayak lu pade main cap cip cup, kalo kagak ya ngitung kancing baju dah tu" ucap kia dengan tampang tengilnya, yang membuat kedua sahabatnya memutar mata jengah. Wkwk siapa tuh yang kalo ujian kerjaannya bukan baca soal malah cap cip cup, terus ngitungin kancing baju?
"Ck iya deh yang udah pinter dari sononya mah bebas" cibir Lea
"Oh jelas" kia menyentuh hidungnya dengan jempol ala-ala anak songong
Plak!
"Eh buset lu punya dendam apa dah sama gue nas" ucap kia ketika tangan Nasya mendarat di pundaknya.
"Ngeselin lu" Nasya mengamit tangan Lea kemudian berjalan meninggalkan kia.
"Heh tungguin gue" teriak kia berjalan mengejar Nasya dan Lea
*******
Banyak yang bilang kehidupan kampus adalah fase awal dimana kita merasakan kebebasan, dan merupakan awal juga bagi kita untuk memulai kehidupan baru dalam proses pendewasaan. Tapi tidak bagi seorang gadis cantik, menurutnya kampus adalah awal kembalinya dirinya ke masa dimana keterpurukan dirinya dimulai. Pasalnya dihari pertamanya dia justru bertemu dengan orang yang pernah terlibat dimasa lalunya.
to be continue…
__ADS_1