Kisah Cinta Kiana

Kisah Cinta Kiana
#kck_33


__ADS_3

Seorang pria tengah duduk ditepi kolam renang menikmati indahnya malam yang bertabur bintang, sesekali dia menghela nafas ketika sekelebat bayangan seseorang melintas di benaknya.


"Iss Vani lo ngeselin banget sih"


"Gak gue gak sayang sama lo"


"Oke mulai sekarang kita ngomong aku kamu bukan lo gue"


"hmm, berhubung kamu kuliah disini Kia juga disini jadi aku juga bakalan disini"


"Aaaa makasih Vani ku sayang, eh Vano maksudnya"


Senyuman dan sifat jutek juga manjanya gadis itu sangat dirindukan olehnya. Andai dia tidak gila mengikuti tantangan dari teman-temannya tentang taruhan itu, gadis itu saat ini pasti sedang bersamanya.


"Sya, sungguh aku sayang kamu. Aku sama sekali gak ada niatan nyakitin kamu" lirih laki-laki itu yang tak lain adalah Vano.


#Flashback on…


"Bro, gimana? lo udah dapetin hatinya Alina?" tanya teman Vano yang memiliki sibak rambut kearah kiri, dia bernama Ardan.


"Kagak man, susah banget naklukin dia" jawab Arsen.

__ADS_1


"Gila ya tu cewek bener-bener"


"Kurang apa sih kita sebenarnya?" heran Ardan.


"Kurang cakep kali" celetuk Vano yang saat itu baru bergabung, dia duduk tepat di hadapan Ardan dan Arsen.


"Weh, pak bos kita datang nih" mereka pun bersalaman ala cowok.


Sejenak mereka hening pada pemikirannya masing-masing. Sampai...


"Nah Dan, gimana kalo sekarang giliran Vano" cetus Arsen tiba-tiba.


"Apa?" tanya Vano menaikkan sebelah alisnya.


"Ckk ogah gue, kek bocah lu pada" tolak Vano.


"Ayolah Van, deketin doang" pinta Arsen dengan wajah memelas.


"Iya bro, gue cuma mau tau tipe dia tu kek mana sih" timpal Ardan.


"Lagian diantara kita kan lo tuh yang paling good looking jadi pasti gampang lah" lanjut Ardan.

__ADS_1


"Nah bener tuh, tampang mulus good rekening lagi, lah gue jangan good looking ama good rekening, good morning aja kesiangan" celetuk Arsen.


"Gak gue tetep kagak mau" tolak Vano.


"Ckk gak gentle lo mah" cetus Ardan tiba-tiba.


"Ckk gue ada hati yang harus dijaga" elak Vano.


"Yaelah Van, dia juga kagak tau kan" Vano membenarkan apa yang diucapkan Ardan, bahwasanya Nasya tidak akan tau apa yang dilakukannya di belakang Nasya.


"Kalo lo berhasil, gue serahin dah tu villa gue yang Lembang" lanjut Vano, kayak itu bilangnya kagak good rekening dasar Arsen.


Vano terdiam sesaat, bukan tentang villa Arsen yang akan ia dapatkan jika berhasil, tapi dia ingin membuktikan cewek seperti apa yang diincar oleh kedua sahabatnya itu.


"Hmm oke" putus Vano.


#Flashback off…


Vano mengguyar rambutnya kasar. Yang dia takutkan benar-benar terjadi, Nasya salah paham kepadanya. Ingin menjelaskan pun entah dimulai dari mana, ia juga tak tau kemana keberadaan Nasya walau Kia telah memberitahukan bahwa Nasya di Riau. Namun, Riau bukan kota Bandung yang bisa ia telusuri hanya dalam waktu singkat, seberapa besar pengaruh kita jika ditempatkan ditempat baru apalagi mencari orang yang notabenenya makhluk hidup dan suka berpindah-pindah itu pasti akan mengalami kesulitan.


Bukan ia tak ingin berusaha, bukan!

__ADS_1


Tapi dia ingin memberikan waktu kepada Nasya untung menenangkan hatinya, biar bagaimanapun dia tau pasti gadis itu kecewa kepadanya. Siapa yang tidak kecewa, digantung selama dua tahun tanpa ada kepastian, disaat ada kesempatan bersama malah menyaksikan orang yang kita sayang sedang menyatakan perasaannya ke orang lain.


***


__ADS_2