
L ia tak pernah mencoba untuk menerima hubungan baru dengan orang baru, hanya saja dia belum menemukan orang yang tepat.
Zafran, dia adalah sosok yang yang dikenal oleh Kia setahun setelah kepergian Ares, dia mulai mempercayai Zafran dan menerima Zafran dihidupnya, namun hanya sebatas adik dan kakak. siapa sangka karena kecerobohan Nasya sang sahabat yang mengira kia memiliki rasa kepada Zafran, Zafran merasa besar kepala dan merasa di harapkan oleh kia malah dengan sengaja menghindar dari kia, bersikap seolah tidak pernah mengenal kia, dan lebih parahnya lagi dia mengumbar kemesraan dengan gadis lain dihadapan kia bahkan dengan gadis yang berbeda-beda setiap harinya.
Rasa kecewa itu kembali hadir di hati kia, dia memang tidak memiliki rasa kepada Zafran, tapi dia tetap merasa kecewa, bukan dia yang Zafran mainkan tapi dia ikut merasakan sakit, bagaimana bisa orang yang dia anggap bisa menyayangi dan menghargai wanita kini justru terlihat murahan dengan berganti wanita setiap harinya. Kenapa dia tidak pernah menemukan orang yang memiliki sifat seperti Ares? tanpa sadar kia melanggar prinsip hidupnya yang melarang keras untuk membandingkan orang lain.
"Ki udah dong kan gue udah minta maaf" ujar Nasya memelas, yap setelah kejadian itu kia kembali murung bahkan hanya sekedar menanggapi sapaan dari para siswa disekolahnya pun dia enggan, mungkin memang terkesan lebay, tapi bagi kia itu wajar, karena itu untuk pertama kalinya dirinya dekat dengan orang lain selain abang-abangnya, dan keempat sahabatnya. Rasa kecewa itu besar karena untuk pertama kalinya juga dia bisa berinteraksi dengan orang lain setelah kepergian Ares, dan dia bisa mempercayai orang lain selain abangnya, tapi nyatanya dia mempercayai orang yang salah. Itulah terkadang orang salah menafsirkan apa yang kita lakukan, maka dari itu tidak bisa kita jika hanya menilai orang dari sudut pandang kita saja.
*******
"Kenapa yang?" tanya Vano kepada nasya, kini mereka (Kenzo, Keenan, Revano, Allteza, Nasya, Lea) sedang berada di apartemen kia.
"Apa sih Van ah" kesal Nasya, ya sampai sekarang sudah berganti tahun pun Vano masih menggantung hubungannya dengan nasya
__ADS_1
"Aku nanya kenapa hmm?" tanya Vano selembut mungkin
"Adek lo tu"
"Kenapa lagi dia?" Kenzo angkat bicara
"Kia mau kita kenalin lagi ke cowok baru eh dianya marah" bukan Nasya yang menjawab melainkan Lea
"Dih kek lo kagak aja nan" seru Allteza
"Ye gue mah kagak ya" elak Keenan
"Iya kagak salah lagi" Vano menimpali
__ADS_1
tap!
tap!
tap!
Keributan mereka terhenti saat mendengar derap langkah kaki dari arah kamar kia.
"Dek udah bangun?" tanya Revano, yap mereka datang ke apartemen kia tanpa sepengetahuan kia, bahkan kia sendiri sebenarnya lagi tertidur, tapi berkat keberadaan si kembaran lucnut nya akhirnya mereka bisa stay menunggu kia bangun
"Hmm" kia hanya berdehem malas, sifat dingin gadis itu tetap tidak bisa menutupi aura gadis itu, bagi abang-abangnya dan mereka yang sudah dekat dengan kia, kia tetaplah gadis imut nan manja yang membutuhkan kasih sayang mereka, walau nyatanya sudah satu tahun lebih kia melakukan segalanya sendiri.
"Ya Tuhan res, kalo di izinin gue pengen banget gantiin posisi lo di hati kia, tapi sayang gue gak ada di kriteria cowok idaman kia"
__ADS_1