Kisah Cinta Kiana

Kisah Cinta Kiana
#kck_19


__ADS_3

HAPPY READING…


_______


"Gimana Ki?" tanya Lea ketika mereka sedang di kantin


"Apa?" tanya kia heran, bukan menjawab Lea justru menatap Nasya


"Ckk gak usah pura-pura gak paham deh Ki" cetus Nasya yang paham akan tatapan Lea


"Lah apaan sih?" Kia benar-benar tidak mengerti


"Lah buset bener-bener gak peka lo ya Ki" kesal Lea


"Lah emang, makanya gue kagak marah kalo cowok kagak peka" jawab Kia santai dengan tampang tanpa dosanya


"Iya deh yang udah berubah" Nasya lebih memilih mengalah, tidak dipungkiri dia senang Melihat perubahan Kia beberapa bulan terakhir, ya tidak terasa kini mereka sudah duduk di bangku kelas XII, entah karena Kia yang mulai bisa mengikhlaskan Ares atau karena kehadiran orang itu yang membuat kia berubah mereka tidak tau.


Yang jelas mereka merasa bahagia dan bersyukur karena kia akhirnya mau membuka diri lagi kepada mereka walaupun ke orang lain masih sama.


"Cijh berubah jadi apaan sih nas? Batman? wonder woman? atau apa?" tanya kia disertai kekehannya, yang begitu terlihat menyebalkan di mata kedua sahabatnya, tidak ada lagi kia yang dingin dan cuek saat bersama mereka kini hanya ada kia yang menyebalkan dengan segala ketengilan dan kebobrokannya.


"Dih makin ngeselin lo ya Ki" kesal Lea menoyor kecil kepala kia, yang justru membuat kia cekikikan tidak jelas


"Gak ngeselin gak ngangenin le" ucap kia dengan segala kenarsisannya.


"Astaghfirullah bukan sahabat gue" ucap Nasya menggelengkan kepalanya.


"Lah tumben ngucap bu" celetuk vano


Serentak ketiga gadis itu menoleh ke sumber suara, terpampang lah di sana tiga pangeran yang sedang berdiri di belakang Nasya.


"Yee dikira gue kagak pernah ngucap apa" kesal Nasya


"Eh tunggu bang" kia mencegah vano yang hendak duduk dihadapan mereka


"Apaan dek?" tanya vano heran

__ADS_1


"Ngapain disini?" kia balik bertanya


"Nemuin masa depan" jawab vano santai


Uhuuk…uhuuk…


Nasya yang sedang meminum jus pesanannya tiba-tiba tersedak, dan mengenai wajah tampan Keenan, yang membuat yang lain menahan tawa


"Woiilah nas ni muka masih dipake kali" sewot Keenan sambil mengelap wajahnya sementara yang lain tertawa


"Astaga yang, pelan-pelan dong minumnya" vano menyodorkan air mineral yang ada dihadapannya.


"Sorry Keen, sumpah gue gak sengaja" ucap Nasya setelah meminum air yang diberikan vano, jujur ia merasa bersalah


"Hmm" Keenan hanya berdehem sambil fokus mengelap wajahnya menggunakan tisu


"Jus tau mana muka yang masih guna sama kagak bang" celetuk kia dengan muka polosnya


"Guna gak tuh" ledek Lea


"Bully teross" kesal Keenan


"ASTAGA, AZELLA, AZELLO, NASYA, LEA KALIAN UDAH WAKTUNYA MASUK, KENAPA MASIH DI KANTIN!!???" teriak suara cempreng, siapa lagi kalo Bu Lidya.


"Kamu lagi Revano, kan sudah lulus kenapa bisa disini hah?" tanya Bu Lidya begitu sadar ada Vano di kantin " atau kamu mau ngajarin adik-adik kamu itu bolos ha?" lanjutnya


'Ck dasar guru hobby bener ngambil kesimpulan dari sudut pandang sendiri' pikir Vano


"Elah Bu, perasaan dari dulu sampe sekarang negatif thinking mulu dah ama saya Bu" seloroh vano


"Ya memang kenyataannya Revano Affandra Wijaya" tekan Bu Lidya


"Eh Bu pak Judika mana?" tanya Nasya tiba-tiba


"Mau apa kamu nanyain pak Judika?" ini ni kebiasaan orang, ditanya malah balik nanya


"Ya biasanya kemana-mana selalu berdua Bu" bukan Nasya yang menjawab, melainkan Vano

__ADS_1


"Ya kamu pikir kita perangko yang kemana-mana harus nempel terus" ketus Bu Lidya


"Ya kalian kan guru julid" celetuk kia kelewat santai


"Berani ya kamu bicara seperti itu sama guru kamu ha!?" Bu Lidya menatap tajam ke arah kia dengan suara yang sudah naik satu oktaf


"Beranilah Bu, kan sesama makan nasi" saut keenan


"Lagian Bu bukannya seneng juga malah ngomel" Lea ikut menimpali


"Apa yang bikin saya seneng coba Lea" geram by Lidya


"Ah ibu mah pura-pura gak tau" kia berpura-pura kesal


"Kalian panggil saya julid, terus saya harus senang gitu?" yang di angguki oleh semua, bu Lidya menganga tak percaya dengan jawaban murid di depannya


"Kalian kalo dipanggil Julid mau tidak?" kia, Lea, Nasya, Keenan, Vano, dan Allteza hanya menggelengkan kepalanya, mereka terlihat seperti murid-murid lugu yang ternyata wahh


"Nah terus apa yang harus saya senengin?"


"Itu kan singkatan nama pak Judika sama bu lidya" jawab kia polos, jika sedang seperti ini kia seperti bocah lima tahun, bikin orang pengen nyubit pipi chubby-nya


"Astaghfirullah salah apa saya punya murid seperti kalian" keluh Bu lidya


"Sekarang cepat kalian masuk kelas"


"Nanti ada jam saya kan di kelas kalian?"


"Iya bu" jawab kia, Nasya dan Lea


"Awas nanti kalo ibu liat kalian hilang" ancam bu Lidya


"Iya Bu, ya ampun, Zella mana pernah bolos sih" kia mencebikan bibirnya


"Dan kalian" beralih menatap Keenan dan Allteza


"Sekarang kalian jam saya, cepat masuk"

__ADS_1


"Kalo…


__ADS_2