
Sungguh Kia sebenernya ingin segera turun dari atas pentas, tetapi riuh tepuk tangan dan sorak sorai orang-orang yang berada di aula memintanya untuk menyanyikan satu lagu lagi.
Dengan berat hati akhirnya Kia kembali mengeluarkan suara mutiaranya (kalo suara emas udah terlalu sering di sebut orang ðŸ¤). Aska hendak turun, tapi Kia menahannya.
"Bang" Aska menatap Kia, saat Kia memanggilnya dan menggenggam tangannya.
"Kenapa hmm?"
"Jangan turun, temani Kia disini" pinta Kia, akhirnya Aska pun metaih gitar yang berada ditangan Kia seraya berucap "Biar Abang yang main, Adek yang nyanyi" Aska memberikan senyum terbaiknya kepada sang adik tersayang, yang diangguki oleh Kia.
Jreng…
Aska mulai memetik senar gitar.
Tak pernah terpikir olehku
Tak sedikit pun kubayangkan
Kau akan pergi
Tinggalkan ku sendiri
Begitu sulit kubayangkan
Begitu sakit kurasakan
Kau akan pergi
Tinggalkan ku sendiri
Di bawah batu nisan, kini kau t'lah sandarkan
Kasih sayang kamu begitu dalam
__ADS_1
Sungguh, ku tak sanggup ini terjadi
Kar'na ku sangat cinta
Bayangan Ares memenuhi benaknya tanpa permisi. Saat dengan jelas Kia memandang sosok yang sangat berarti dalam hidupnya itu, di tempatkan dibawah gundukan tanah merah.
Inilah saat terakhirku melihat kamu
Jatuh air mataku, menangis pilu
Hanya mampu ucapkan
"S'lamat jalan, kasih"
Air matanya mulai luruh, sungguh setiap kali mengingat kenangannya bersama Ares ia selalu merasakan sesak di dadanya. Bukan karena kenangan itu menyakitkan, namun justru karena yang ia lalui bersama Ares terlalu indah, sehingga sakit saat ia mengingat kini semau itu hanyalah tinggal kenangan yang tak dapat ulang kembali. Begitu banyak hal yang ingin mereka wujudkan, tapi angan hanya sebatas angan, faktanya kini orang itu sudah tak lagi berada di sampingnya membawa semua mimpi yang ingin mereka wujudkan bersama.
Satu jam saja, ku telah bisa
Namun bagiku melupakanmu
Butuh waktuku seumur hidup
Satu jam saja, ku telah bisa
Sayangi kamu di hatiku
Namun bagiku melupakanmu
Butuh waktuku seumur hidup
Di nantiku
(ST 12 ~ Saat Terakhir)
__ADS_1
Orang yang mendengar Kia menyanyikan lagu tersebut hingga menangis seperti ini menganggap Kia begitu menjiwai makna dari lagu itu. Namun bagi Aska, Kenzo, dan Allteza yang sudah paham akan luka yang dirasakan Kia ikut merasakan sakit. Mereka ingat bagaimana kondisi Kia saat tau orang yang dia kasihi, orang yang dicintainya ternyata mengidap penyakit yang parah, dan ia satu-satunya orang yang tidak mengetahuinya, membiarkan 'dia berjuang sendiri mengahadapi sakitnya. Sementara 'dia selalu membuatnya merasa aman, nyaman, dan bahagia. Bahkan di saat-saat terakhir hidupnya 'dia juga yang berkorban untuknya.
*
*
Di taman belakang kampus (Fakultas Manajemen bisnis)…
Dibawah pohon nan rindang, tampak seorang pria tengah duduk bersandar, matanya jauh menerawang.
"Sayang aku bodoh, udah nyia-nyiain kamu. Kamu boleh hukum apapun, tapi tolong jangan tinggalin aku" lirihnya.
"Gue minta sama lo jangan sia-siain ni cewek deh co"
"Gue gak mau terlalu ikut campur sih, tapi kalo lo mau nyakitin tu cewek mundur deh biar gue yang maju"
Seketika ucapan kedua sahabatnya kembaku melintas di benaknya.
Dari awal sahabatnya sudah mengingatkan untuk tidak menyia-nyiakan gadis itu, tapi dengan bodohnya, dia membiarkan'wanita itu menguasai dirinya. Dia sadar tidak memiliki rasa apa pun kepada 'wanita itu, dia melakukan itu semata hanya demi sebuah rasa hormat kepada orang tua mereka saja.
"Sayang aku tau mendapatkan kamu bakalan lebih susah dari yang sebelumnya, tapi aku akan berjuang untuk dapatin kamu lagi"
"Semangat Zico, lo pasti bisa dapatin Kia lagi" ucapnya antusias menyemangati dirinya sendiri. Yap pria itu adalah Zico Aldiansyah Putra.
To be continue…
______
**Terima kasih readers yang udah kasih like, vote dan comment terbaiknya.
Dan terimakasih juga untuk yang selalu nunggu ceritanya Nana padahal ceritanya amburadul gak sesuai yang ada di ekspektasi Nana saat pertama kali mau buat cerita ini.
Untuk yang udah support Nana, Nana ucapkan terimakasih juga. Jangan bosan dengan cerita Nana, tetap tunggu next story'nya**.
__ADS_1