Ku Lepas Kau Dengan Bismillah

Ku Lepas Kau Dengan Bismillah
11. Bertemu Kendra.


__ADS_3

11. Bertemu Kendra.


Barack sudah menghubungi Bi Lastri.jika, ia harus pulang ke rumah utama yang di tempati Barack dan kedua orang tua Violetta jika berada di Indonesia. Setelah menjemput Vallery dari sekolah dan memberikan alasan yang tepat untuk Vallery mau pulang ke rumah utama.


Barack berencana untuk membawa Violetta dan sang keponakan untuk tinggal di rumahnya. Ia tidak mau adiknya masih satu rumah dengan pria yang tidak bisa komitmen dalam rumah tangga meski dia sahabat lamanya sekalipun. Jika, sudah menyangkut hati adik tersayangnya terluka meski Violetta belum mengetahui nya.


Sebenarnya Barack tidak boleh ikut campur dalam masalah keluarga adiknya, tapi jika sudah di selingkuin dan Violetta sedang dalam masa pengobatan. Akan bagaimana nanti hati dan jiwa adiknya itu pasti akan down dan mempengaruhi psikis Violetta yang sedang menjalani pengobatan.


Barack mengajak Violetta ke salah satu pantai yang cukup terkenal di kota. Tempat ini lah biasa Barack dan Violetta menghabiskan waktunya bersama sejak masih anak-anak.


Barack lebih memilih bekerja di perusahaan orang. Dari pada harus meneruskan perusahaan papi nya yang berada di Singapura. Barack lebih memilih untuk tidak jauh dari adiknya.


"Kakak ini kan pantai yang sering kita datangi dulu," ucap Violetta saat mobil mereka sudah di tempat lokasi yang di tuju Barack.


"Iya baby, kita sudah lama sekali tidak kesini."


"Sejak Vio menikah," jawab Violetta cepat.


"Iya baby." Barack menoleh ke samping dan tersenyum kepada Violetta.


"Terimakasih kak," ucap Violetta seraya memeluk tubuh Barack dari samping. Sedangkan Barack mengelus rambut panjang Violetta. Hari ini Violetta menggenakan rambut palsu model panjang.


"Baby, bukan nya itu Kendra?" tanya Barack saat melihat mobil Ken terparkir tidak jauh dari mobil mereka.


Violetta melepaskan pelukannya dan melihat kedepan.


"Iya kak, itu mobil Ken," seru Violetta. "Tapi, mau ngapain dia disini iya?"


"Kakak tidak tahu, lebih baik kita turun dan menghampiri Ken," ucap Barack. Ia pura- pura tidak tahu jika Ken sudah menunggu di pantai. Padahal mereka berdua sudah sepakat untuk membawa Violetta ke pantai.


Violetta turun dari mobil terlebih dulu baru di susul Barack.


"Ken," panggil Violetta.


Ken yang merasa ada yang memanggil ia menoleh ke sumber suara.


Ken melepaskan kaca mata hitam yang tertengker di hidung mancung nya. Ken tersenyum saat melihat Violetta yang mau datang ke pantai.


Ken kira Barack tidak akan bisa membujuk Violeta untuk di ajak. ke tempat salah satu favorit nya.


"Vio," gumam Ken.


"Sedang apa kamu disini?" tanya Violetta.


"Aku,aku_" Ken binggung harus beralasan apa jika dia dan Barack yang merencanakan ini semua.

__ADS_1


"Hay Ken,apa kabar,lama kita tidak pernah berjumpa." Barack memotong pembicaraan mereka dan Barack tahu jika Ken binggung harus jawab apa kepada Violetta.


"Eh ada kak Barack juga disini, dimana Rayan ?" tanya Ken pura- pura tidak tahu.


Violetta menoleh ke samping melihat Barack. "Dia masih sibuk sama kerjaan. Tidak seperti kamu seorang bos dengan sesuka hati nya keluyuran."


Membuat Ken dan Violetta tertawa. "Ini juga karena adik kak bara, coba kalau dia ada dikantor aku tidak kesepian."


Plak


Violetta memukul lengan Ken.


"Aku sedang cuti iya. salah kamu sendiri aku ijin risant tidak boleh. Kalau dulu mengijinkan pasti tidak merasa kesepian." Violetta menjulurkan lidahnya.


Membuat Barack tertawa melihat tingkah Violetta yang seperti anak kecil.


Mereka bertiga mencari spot tempat duduknya yang nyaman untuk mereka bertiga.


Pilihan mereka pada salah satu saung yang ada di dekat bibir pantai.


"Gimana Vio pengobatan nya?" tanya Kendra. Mencoba mengalihkan pembicaraan.


Violetta tersenyum dan menoleh kepada nya.


"Syukur dech, jika, kamu ingin pergi ke luar negeri untuk pengobatan aku akan membantu mu," ucap Ken mencoba untuk menawarkan bantuan.


"Terimakasih Ken. tapi, papi masih bisa membiayai Vio ko, dan kamu juga sudah terlalu banyak membantu ku selama ini," seru Violetta menoleh ke Ken.


Ken kembali berkata. "Oh iya, udah pada lapar ga? mau pesan apa?"


"Vio di sesuaikan saja," kata Violetta.


"Baiklah, dan kak bara mau pesan apa?" tanya Ken kepada bara yang sibuk dengan handphone nya.


"Eh, aku pesen di samakan saja."


"Ok, tapi, Vio tidak ada larangan dokter untuk makan seafood kan?"


Violetta mengelengkan kepalanya.


🍃🍃🍃


Setelah Rayan dan Dea melakukan kegiatan panas mereka. Rayan mendudukkan Dea di atas bahwa Rayan. Seraya mereka berciuman mesra.


"Ray, kapan kau akan meresmikan hubungan kita," tanya Dea yang duduk di atas paha Rayan.

__ADS_1


Rayan tersenyum. "Kamu harus sabar, Violetta sedang membutuhkan dukungan untuk sembuh,"jawab Rayan.


Membuat Dea cemberut. "Tapi aku juga tidak mau hubungan yang tidak jelas dengan kamu Ray, kamu harus kasih pilihan," kata Dea ia bangkit dari duduknya.


"Mau kemana?" tanya Rayan menahan tangan Dea.


"Lepas," Dea mencoba menepis tangan Rayan.


"Aku kasih pilihan kau pilih Violetta yang sakit-sakitan, atau kau pilih aku yang akan memberikan mu kenikmatan setiap kau butuhkan sekarang," ujar Dea.


Membuat Rayan terdiam. Ia tidak bisa menjawab sekarang karena pilihan yang sangat sulit.


Rayan harus melepaskan Violetta yang sedang masa pengobatan atau pilih Dea yang sudah jelas memberikan apa yang Rayan butuhkan termasuk kebutuhan **** nya.


Dea tersenyum kecut saat melihat raut wajah Rayan yang bimbang.


"Pulang lah dan jangan kemari jika kau tidak memilih aku!" Dea mengusir Rayan dari rumahnya.


"Tapi, Dea. kasih aku waktu untuk berpikir." Rayan memohon kepada Dea untuk tidak meninggalkan nya. Bagi Rayan Dea segalanya sekarang hanya dengan Dea kebutuhan Rayan yang tidak ia dapatkan dari Violetta ia bisa dapatkan dari Dea.


Rayan menahan tangan Dea. Ia menatap wajah cantik Dea.


Dea menghela napas panjang. "Baiklah, aku kasih kau kesempatan untuk memilih. Jika, kau memilih istrimu yang penyakitan itu, jangan pernah datang lagi kesini." Ancam Dea.


"Terimakasih Dea," ucap Rayan ia menarik Dea kedalam pelukannya. Namun, Dea hanya memutar bola matanya dengan malas.


"Iya, iya, iya," seru Dea dengan malas.


Di tempat yang berbeda seorang anak kecil yang cantik sedang merajuk kepada Bi Lastri Karena di rumah utama tidak ada uncle Barack dan mommy Violetta.


"Bi, mana uncel trs mommy mana?" tanya Vallery.


"Kita tunggu sebentar iya non, mungkin uncle sedang di jalan atau masih nemnin mommy berobat."


"Tapi, vall laper Bi," rengek Valerry.


"Iya sudah kita ke dapur saja Non, nanti bibi minta koki masak makanan kesukaan Non bagaimana?"


"Gak mau Bi, Val mau nya sama uncle sama mommy."


Tidak lama terdengar suara deru mobil. Vallery kegirangan saat mendengar suara mobil Barack di halaman rumah.


"Bi, itu pasti mommy Bi, ayo Bi kita keluar!" ajak Vallery.


"Iya, non. Iya," kata Bi Lastri yang di tarik tangannya oleh Valerry.

__ADS_1


__ADS_2