Ku Lepas Kau Dengan Bismillah

Ku Lepas Kau Dengan Bismillah
54. Bangkitnya Ken


__ADS_3

54.Bangkitnya Ken.


Angelina merasa khawatir dengan keadaan Putra semata wayang nya. Hampir satu minggu Ken tidak keluar dari kamarnya.


"Dad, Mom khawatir dengan Ken." ucap Angelina kepada Daniel.


Daniel menunda sejenak saat sedang menyantap sarapan paginya karena ucapan istrinya.


Daniel menghela napasnya kasar. "Mom, biarkan saja Ken menyendiri di dalam kamar, kita lihat saja mau sampai kapan anak itu akan bertahan."


"Tapi Dad, apa sebaiknya kita_"


"Sudahlah sweety lebih baik melanjutkan sarapan pagi kita yang tertunda!" Daniel memotong perkataan Angelina.


Ken hanya menatap Foto-foto violeta dengan mengusap nya.


Namun, air mata Ken seakan telah mengering. Ken terus menatap nya seakan Violeta ada di depan nya.


Ken mengingatkan banyak hal, banyak yang Ken belum penuhi untuk membahagiakan Violeta, wanita yang ia cinta kini telah tiada.


Namun Ken tetap pada pendirian nya jika Ken sangat yakin Violeta masih hidup dan yang di makam kan kemarin bukan wanita yang Ken cinta tapi orang lain.


"Aku tidak yakin kau telah tiada, aku yakin kau masih hidup, akan aku cari hingga ke ujung dunia pun. Jika kau memang masih hidup vio,"


"Tapi, jika kau memang telah tiada, aku berjanji pada diriku sendiri jika aku tidak akan mencari wanita lain sebagai penggantimu. Aku berjanji kamu lah takdirku bukan yang lain." imbuh Ken.


"Aku sangat merindukanmu Violeta."


Ken mencium foto violeta yang masih dipegang beberapa kali dan Ken menaruh foto violeta kembali.


Ken tersenyum dengan penuh kesedihan ke arah foto violeta sebelum ia pergi meninggalkan foto violeta.


"Tunggu aku Vio."


Ken yang hampir seminggu menatap foto violeta bahkan Ken tidak merawat dirinya dengan baik. Ken memutuskan untuk ke kamar mandi membersihkan dirinya.

__ADS_1


Tidak butuh lama Ken telah selesai dengan pakaian jas lengkap melekat di tubuh nya.


"Dave kau sudah datang," sahut Ken kepada Dave asistennya yang tengah bersama Daniel dan Angelina.


Semua orang terkejut melihat kedatangan Ken. Tak terkecuali Angelina menutup mulutnya dengan tangan tidak percaya jika putra nya tengah kembali.


Ken ikut bergabung duduk bersama Daniel dan Angelina.


"Kenapa kau meminta tanda tangan kepada Dady Dav?" tanya Ken kepada Dave dan merebut berkas yang hendak di tanda tangani oleh Daniel.


Daniel yang sudah siap dengan pena di tangan nya hanya mengerutkan keningnya.


"Apa ada lagi Dave?"


Dave yang merasa bingung sendiri menjawab dengan asal.


"Sudah cukup Tuan karena sudah di tanda tangan ni Tuan besar."


"Dad, kenapa kau mengambil semua proyekku?"


Daniel hanya memutar bola matanya dengan malas. Ken tidak menyadari jika ia sudah mengurung dirinya di dalam kamar hampir satu minggu lamanya. Rasanya ingin sekali menenggelamkan Ken di laut antartika tapi, Daniel ingat jika Ken putra semata wayang nya sekaligus pewaris tunggal Walker Grup. Meski Ken memiliki perusahaan sendiri bahkan lebih besar dari perusahaan yang Ken dirikan.


Angelina tahu mungkin Ken butuh asupan gizi karena Ken tidak makan sama sekali. Angelina merasakan khawatir dengan kesehatan putra nya.


"Dan kau Dave juga ikut duduk dan makan sarapan mu! " sambung Angelina.


Jika Angelina sudah memerintah di dalam mansion semua orang tunduk kepada nya.


🍃🍃🍃


Hari ini Ken mulai pergi ke perusahaan nya lagi. Namun sebelum pergi Ken meminta Dave untuk ke toko bunga terlebih dahulu. Dave yang pagi ini menjadi sopir Ken hanya mengikuti perintah bos nya.


Dave tau jika Ken membeli bunga tujuan pertama sebelum pergi ke perusahaan nya Ken akan berkunjung ke pemakaman terlebih dahulu.


Ken berdiri di depan makam Violeta sebelum akhirnya Ken berjongkok dan meletakkan sebuket bunga yang ia beli tadi.

__ADS_1


"Apa kabarmu disana?" kata Ken seraya mengusap batu nisan.


"Kau pasti kesepian disana."


"Sama seperti aku yang kesepian tanpa kehadiran mu."


"Kamu tahu, aku sangat merindukanmu hingga rasanya sangat menyiksa tanpa adanya kamu." imbuh Ken.


Dave dengan setia nya menemani Ken yang tidak jauh darinya.


"Tuan, andaikan anda tahu yang sebenarnya, anda tidak akan seperti ini."


Batin Dave yang melihat Ken di depan makam.


Ken menepuk- nepukan dadanya yang begitu menyesakkan di dalam lubung hatinya.


"Bahkan aku rela mati bersama cintaku."


"Jika kau datang untuk menjemput ku, aku siap. Karena tidak ada artinya lagi aku hidup di dunia ini tanpa mu Vio."


"Apa kau mendengarkan dari atas sanah?" teriak Ken dengan tangisannya.


Dave tidak tega melihat bos nya menderita Dave mendekati Ken karena sudah terlalu lama Ken berada di pemakaman.


"Tuan, anda sudah terlalu lama di sini, mau sampai kapan and seperti ini. Nona Vio pasti akan sedih dan marah melihat Tuan terpuruk seperti ini."


Ken menghapus air matanya dan menoleh ke samping melihat Dave mengulurkan tangan nya untuk membantu Ken berdiri.


"Tunjukan kepada nona Vio jika Tuan tidak lemah."


Ken hanya menatap Dave saja. Sedang Dave mengangguk pelan untuk menerima uluran tangan Dave.


"Berjanjilah Tuan di depan nona Vio, jika masih banyak yang belum anda wujudkan untuk nona Vio apa and lupa?"


"Iya Dave, aku belum mewujudkan impian dan. keinginan Vio."

__ADS_1


"Mulai saat ini aku akan menjadi orang yang sangat di takutkan."


Dave tersenyum mendengarnya. Karena Ken telah kembali menjadi manusia dingin mungkin akan lebih dingin.


__ADS_2