Ku Lepas Kau Dengan Bismillah

Ku Lepas Kau Dengan Bismillah
49. Berkunjung


__ADS_3

49. Berkunjung.


Tiga hari telah berlalu, sejak tiga hari itu juga Violetta berada di dalam kamar seteril.


Violetta tidak bisa kontak langsung dengan keluarga nya, atau bertemu dengan Ken, dan yang lain hanya sekedar berbicara saja. karena ini demi kesehatan nya sesuai prosedur paska operasi.


Setiap pagi kini menjadi rutinitas Ken setiap harinya dengan setia nya. Ken selalu datang menemui Violetta walaupun tidak bisa bertemu secara langsung. hanya bisa lihat dari balik dinding kaca.


Meski Violetta berada di ruang seteril Ken tetap melakukan peraturan yang ada di ruangan itu.


Hati Ken sebenarnya ikut sedih melihat Violetta yang tidak bisa bertemu dengan nya, atau dengan keluarga nya. Namun, Ken percaya ini demi kondisi kesehatan Violetta. Karena setiap pasien pasca seperti Violetta lebih rentan terserang penyakit karena membuat imunitas tubuh menurun. Maka dari itu, mau tidak mau harus berada dalam ruangan yang steril selama menjalani perawatan yang dia terima.


"Morning Vio," sapa Ken dari balik kaca meski violetta tidak bisa mendengar apa yang Ken katakan kepadanya.dan tidak bisa berkomunikasi dengan Violetta secara langsung. Tapi ini yang di lakukan Ken setiap hari.Jika berkunjung ke rumah sakit.


"Seperti biasa aku bawakan kamu bunga kesukaan kamu, Lihat lah bunganya cantik seperti kamu." kata Ken lagi.


"Tidak apa-apa, kamu tidak bisa menyentuh dan menikmati bunganya dari dekat. Tapi, setidaknya kamu bisa memandang nya dari jauh."


"Aku berjanji jika suatu hari kau keluar dari ruang seteril ini aku akan mengajakmu ke taman bunga yang aku buat untuk mu." imbuh Ken.


Sedangkan Violetta yang berada di dalam ruangan hanya bisa memandang Ken yang tersenyum manis menatap nya dan mengajak berbicara meski Violetta tidak tahu apa yang Ken katakan kepadanya.


Violetta yang dalam keadaan lemah dan berbaring merasa sedih karena tidak bisa membalas apa yang di bicarakan mereka yang selalu berkunjung.


Setelah pasca operasi pencangkokan Violetta benar-benar berada di ruang seteril, karena menjalani perawatan dan pemantauan pasca prosedur tersebut untuk melihat apakah sel kanker kembali atau ada reaksi penolakan atau tidak.


Violetta pura- pura tegar di hadapan orang yang menjenguknya. Termasuk Ken. Tidak ingin membuatnya sedih.


Violetta membuang pandangannya ke arah lain untuk tidak melihat Ken.


Meski Violetta tidak menatap nya, namun dengan setia Ken masih betah berdiri di balik dinding kaca pembatas antara Violetta dan Ken.


Dari kejauhan ada seseorang yang melihat Ken berada di ruangan seteril namun ia tidak berani untuk mendekati nya untuk melihat Violetta dari dekat.


Ingin rasanya ia mendekati Ken dan memukul nya. Namun ia sadar jika Rayan tidak berhak melarang siapapun yang menjaga dan menjenguk Violetta.


Meski merasa marah karena ia selalu kalah dengan Ken yang bisa menjaga Violetta dari dekat. Rayan yang dari kejauhan itu memilih untuk pergi tanpa memberikan pesan apapun untuk wanita yang masih ia sayangi.

__ADS_1


Dengan berjalan menunduk karena sedih hingga akhirnya Rayan menabrak seseorang.


"Sorry, aku tidak meliha..."


"Rayan, sedang apa kau disini?" tanya Barack.


"Bara, a-aku... "


Rayan tidak melanjutkan percakapan nya ia takut jika Barack tidak mengijinkan untuk menjenguk Violetta. Maka Rayan memilih untuk segera pergi.


Dengan langkah cepat Rayan pergi.


"Ray tunggu," panggil Barack kepada Rayan.


Namun Rayan tidak mempedulikan Barack. Karena Barack ingin berbicara dengan Rayan Barack mengejar pria yang pernah menjadi suami adiknya itu.


"Tunggu Ray." imbuh Barack mencegah Rayan.


Rayan menoleh dan menatap Barack tanpa berbicara sepatah katapun.


"Ayo ikut aku!" ajak Barack kepada Rayan.


Barack mencari tempat yang nyaman untuk berbincang dengan Rayan. Kini mereka berada di kafe yang tidak jauh dari rumah sakit.


"Ray, Val ingin bertemu dengan mu," ucap Barack membuka percakapan mereka.


Rayan yang masih menundukkan kepalanya seketika mendongak ke atas menatap Barack. Dengan mata berkaca-kaca Rayan akhirnya mau membuka suaranya.


"Val..." gumam pelan Rayan namun masih terdengar oleh Barack.


Barack hanya mengangguk kepalanya.


Rayan memegang tangan Barack. "Bar, maafkan aku yang tidak bisa menjadi ayah yang baik untuk vallery selama ini dan maafkan aku yang tidak bisa menjadi suami yang baik untuk adikmu."


"Aku telah melanggar janji ku sendiri untuk tidak menyakiti vio di depan Keluarga mu dan juga kamu."


Air mata Rayan lolos begitu saja. "A-aku menyesal telah menyakiti mereka dan meninggalkan mereka demi wanita lain. A-aku sungguh menyesal semua nya menjadi hancur dari karir ku dan keluarga ku."

__ADS_1


Barack yang menyimak pembicaraan Rayan hanya mendesah kasar.


Barack menepuk pundak Rayan. "Kamu harus menerima ini semua karena ini semua ulah dari perbuatan mu sendiri. Kamu harus bisa ikhlas menjalani nya. Aku yakin kamu bisa kembali menjadi orang yang lebih baik lagi."


"Aku minta nikahi Dea dan jangan pernah kamu kembali melakukan kesalahan yang sama." imbuh Barack.


Mendengar Nama Dea di sebut untuk menikahi nya Rayan mengelengkan kepalanya. "Tidak bar, aku tidak ingin menikah dengan nya." tolak Rayan.


"Lalu apa kau akan kembali ke pada Violeta?"


Rayan tidak bisa menjawab. Yang Rayan ingin kan hanya kembali kepada Violetta. tapi itu tidak mungkin. Rayan memilih untuk diam.


Melihat Rayan hanya diam Barack sudah tahu. jika tidak bisa memaksa Rayan.


"Dan satu lagi, hilangkan sifat buruk mu itu demi vallery. Ingat itu!"


Barack memutuskan untuk pergi dari situ setelah apa yang Barack sudah sampaikan kepada Rayan.


Rayan yang masih diam hanya bisa menatap kepergian Barack tanpa mencegah atau berbicara satu kata pun.


Barack lebih memilih untuk pergi. Meski awalnya ingin berbicara banyak dengan Rayan tentang Vallery yang ingin bertemu dengan nya. Namun, Barack yang mendengar penolakan Rayan yang tidak ingin menikahi Dea. Barack lebih memilih pergi untuk menghindari perkelahian.


Barack berjalan keluar dari kafe dan mengambil kaca mata yang ada di saku nya dan memakai nya.


Banyak orang yang memandang Barack yang begitu cool dan berkarisma dengan setelan jas berwarna navy dengan dasi yang melengkapi penampilan nya.


Barack tidak mempedulikan tatapan orang- orang bagi Barack itu hal biasa.


Dengan tatapan dingin Barack berjalan menuju dimana mobilnya terparkir.


Sejak Ramon bertemu dengan Dokter Ben ia lebih tidak ingin melihat Violetta.


"Maafkan papi sayang, papi belum berani melihat mu. Papi takut jika melihat mu adalah hari terakhir mu untuk kita bertemu. Papi tidak ingin itu terjadi. Andai tuhan bisa mengabulkan doa papi yang papi mau kamu sembuh."


Ramon Sanchez merasa sedih ia menatap foto Violeta yang ada di ruangan kerja nya.


Pekerjaan nya sekarang di alihkan ke putra nya Barack Sanchez. Karena Ramon merasa jika sudah waktunya putra pertamanya memegang perusahaan miliknya dan tidak bekerja di perusahaan orang lain lagi.

__ADS_1


Meski awalnya Ramon menolak saat Barack ingin bekerja di perusahaan orang lain namun dengan bujuk rayu Barack Ramon mengijinkan dengan alasan Barack ingn menjadi orang lain bukan dari kalangan keluarga yang terpandang.


__ADS_2