
Asisten Pribadi
Barack tampak tidak berekpresi meski hatinya dongkol. "Perhatian banget, meski ada istri sah lho di depan sini." sindir Barack pedas.
Setelah kepergian Dea, Violetta dan Valerry kini hanya ada dua lelaki yang masih duduk di meja makan.
Sedangkan Rayan yang hendak meninggalkan ruang makan mendengar sindiran dari sahabatnya.
Rayan merasa tidak bersalah, baginya tidak ada yang harus ditutupi lagi jika dirinya sudah jelas menghianati cintanya Violetta.
"Emang kenapa, kalau harus perhatian sama dea? Nggak suka?Cemburu?" balas Rayan tak kalah pedas. Rayan begitu percaya diri.
"CK, dasar otak udang lho, jelas-jelas lho masih sah suami adik gue tapi lho berani sekali menunjukan belang lho," bentak Barack. Ia sudah menahan emosinya sejak tadi. Barack tidak mungkin membuat keributan di depan adiknya.
"Buka telinga lho lebar- lebar. Gue ingatkan kembali! Apa kau lupa bagaimana gue meyakinkan kedua orang tua gue buat lho masuk ke dalam keluarga Sanchez."
"Dimana janji lho yang akan tetap setia dan mencintai violetta dalam keadaan apapun?"
Deg
Rayan hanya bisa diam mendengarkan apa yang di katakan Barack dulu. Janjinya dulu di depan Keluarga Sanchez
"Apa kau buta sekarang? setelah melihat kondisi violetta yang sekarang memiliki kekurangan karena dia sakit, Hah?"
"Dimana hati nurani lho?" Barack menunjuk jari telunjuk nya ke arah Rayan yang hanya bisa diam membisu.
"Ceraikan violetta sekarang juga!"
"Apa," pekik Rayan.
"Tidak Bar," Rayan mengelengkan kepalanya ia tidak mau menceraikan istrinya. Meski ia sudah berselingkuh dengan Dea. Tapi, bagi Rayan Violetta segala-galanya bagi nya.
"Bar, sampai kapan pun gue tidak akan menceraikan violetta titik." Rayan menekan kata Tidak akan menceraikan Violetta.
"Tapi, kau akan membunuhnya pelan-pelan. Apa kau tahu Ray, jika violetta menginginkan untuk membatalkan seluruh pengobatan yang sedang ia jalani dan membatalkan untuk melakukan donor sumsum tulang belakang," ucap Barack dengan bibir sedikit bergetar. Barack merasakan sakit teramat sakit yang di rasakan oleh adiknya.
Rayan membulatkan matanya saat Barack menceritakan jika Violetta ingin berhenti untuk melakukan kemoterapi dan lain - lain.
Rayan mencengkeram erat kerah baju Barack.
"Bar, jangan bercanda kamu!" bentak Rayan.
__ADS_1
"CK, peduli apa kamu? Di saat dia sedang berjuang untuk sembuh melawan penyakitnya tapi dimana kamu Ray!" teriak Barack tak kalah dengan ekspresi wajahnya yang mengeras. Seketika tangan Rayan mengendurkan cengkraman tangannya yang ada di kerah baju Barack.
"Dimana kamu ..."
"Dimana kamu ..." Barack mengulangi kata yang sama.
"Aku- aku ..."
Barack tahu betul saat Rayan bersama Dea, Rayan lebih memilih waktunya bersama Dea dari pada menemani istrinya Violetta. Hari ini Barack benar-benar sudah habis pikir kenapa Rayan begitu mudahnya untuk jatuh ke pelukan seorang wanita cantik hingga menjalani hubungan terlarang.
"Lho adalah orang yang tidak pernah berubah akan kelakuan lho yang buruk tapi, Violetta berulang kali selalu memaafkan mu," ucap Barack tegas.
"Tapi, apa yang dia dapatkan, kau tetap melakukan hal yang sama," sambung Barack.
"Ya... Aku adalah laki-laki yang suka gonta-ganti pasangan sejak dulu hingga sekarang. Hingga pernikahan ku hancur, aku yang sudah menghancurkannya Bar, aku salah Bar, kenapa aku selalu terbuai dengan ..."
"CK, basi mendengarkan kata-kata mu itu," seru Barack meninggalkan Rayan begitu saja.
Rayan berteriak setelah Barack meninggalkan nya sendirian di ruang makan. Setelah itu Rayan lebih memilih untuk pergi ke kamar Dea. hanya Dea yang Rayan butuhkan sekarang.
🍃🍃🍃
Setelah kepergian Rayan, Barack dan Vallery di pagi harinya. Kini tinggal Violetta dan juga Dea di rumah.
Violetta memilih untuk duduk santai di taman. Ini lah kebiasaan Violetta jika berada di rumah nya tempat yang menjadi salah satu favorit nya adalah taman. Apa lagi sudah beberapa hari ia pergi.
Violetta menghentikan membaca buku dan ia melirik ke samping dimana ada seseorang yang tidak ingin Violetta jumpai.
Violetta menutup bukunya dan meletakkan di atas meja. "Silahkan," kata Violetta mengijinkan Dea untuk duduk di sampingnya.
Dea tersenyum karena Violetta mengijinkan untuk ikut duduk. "Terimakasih."
Dea menatap taman yang indah dengan berbagai jenis bunga yang sedang bermekaran begitu indah di pandang.
"Aku baru tahu jika tempat ini adalah tempat favorit kamu, Rayan banyak bercerita tentang mu." Dea menatap kedepan dimana banyak bunga yang bermekaran.
"Maafkan aku, jika aku telah merebut Rayan dari mu. Tapi aku tidak bisa jika harus meninggalkan nya," kata Dea dengan penuh percaya diri.
Violetta diam dan menyimak pembicaraan Dea kepada nya. Violetta bisa saja mencakar atau memaki Dea karena dengan beraninya merebut Rayan darinya.
"Apa kau tidak marah," imbuhnya.
Violetta menghela napas dalam-dalam. "Kita sama-sama seorang wanita, kau pasti tahu akan perasaan ku sekarang bukan!"
Violetta tersenyum lembut melihat Dea yang merapatkan bibirnya. "Kita sama-sama di cintai oleh orang yang sama..." Dea memotong pembicaraan Violetta.
__ADS_1
"Apa kau mau menyerahkan rayan untuk ku. karena aku tidak akan pernah meninggalkannya. Aku sangat mencintai rayan dan juga sebaliknya rayan mencintai ku."
"Kau tenang saja, yang sudah jatuh ke sampah, tidak akan kupungut lagi. Biarkan dia membusuk bersamamu."
Violetta lebih memilih untuk tetap tenang dan elegan. Meski hatinya bergetar hebat dan matanya berkaca-kaca. Namun Violetta tetap tahan agar tidak pecah.
Deg
Dea menggigit bibirnya merasa di rendahkan oleh Violetta. Namun Dea berusaha untuk tidak terpancing emosi nya.
"Aku dengar kau sedang membutuhkan donor sumsum tulang belakang?" Dea mengalihkan pembicaraan nya.
"Iya itu memang benar," jawab Violetta singkat dengan arah pandangan ke arah lain.
Mulut Dea melengkung membentuk senyuman. "Aku ada seseorang yang bisa membantu mu untuk mendonorkan sumsum tulang belakang ..."
"Maaf Bu Vio, ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda." Bi Lastri memotong pembicaraan Violetta dan Dea.
Violetta dan Dea menoleh kearah Bi Lastri yang ada di belakang mereka.
"Siapa?" tanya Violetta yang masih penasaran.
"Mari silahkan perkenalkan dirimu." Bi Lastri mempersilahkan seseorang untuk memperkenalkan diri nya.
"Terimakasih," ucapnya.
Setelah mengantar tamu Bi Lastri undur diri dan Kembali mengerjakan pekerjaannya.
"Saya Ema asisten pribadi anda."
Ema memperkenalkan diri di depan Violetta membuat matanya melebar karena terkejut.
"Maaf, tapi aku tidak pernah meminta siapapun termasuk orang tua ku, tau kak barack juga untuk mencarikan ku asisten pribadi," ucap Violetta lembut.
Ema tersenyum. "Saya di perintahkan oleh tuan Walker untuk menjadi asisten pribadi anda Nyonya."
"What's," pekik Violetta.
"Ken ..."
Ema mengangguk kepalanya. "Benar Nyonya."
Violetta mengelengkan kepalanya tidak percaya. "Astaga Ken, kau sudah terlalu ..." ucapan Violetta terpotong.
"Mungkin dia mencintaimu, mana ada seorang sahabat begitu peduli terhadap mu." sahut Dea dengan tersenyum miring.
__ADS_1
"Anda terlalu lancang nona," Ema berkomentar.