
34. Amarah Dea.
Barack baru menyadari jika seluruh tubuh Violetta terasa dingin.
"Ema bagaimana ini? Apa perlu kita bawa Vio kerumah sakit?" tanya Barack panik.
"Tenang, Tuan. Lebih baik kita bawa Nona Kedalam kamar terlebih dulu!"
Bi Lastri yang hendak kembali ke kamarnya ia urungkan karena ia juga ikut panik dengan bos nya.
"Bi, tolong buatkan air rempah yang Ema pernah ajarkan ke Bibi!" pinta Ema kepada Bi Lastri.
Bi Lastri pernah melihat Ema yang sedang berkutik di dapur dengan membuat minuman yang khas dari negeri ginseng. Minuman yang cocok untuk violetta yang saat ini sedang membutuhkan.
Dan saat itu Bi Lastri bertanya kepada Ema. Dan saat itu Ema mengajarkan kepada Bi Lastri juga.
Violetta sudah di baringkan di atas kasur king size nya. Barack tidak hentinya mengusap telapak tangan sang adik agar mengurangi rasa dingin.
"Baby, maaf kan kakak, maaf," lirih Barack meminta maaf kepada adiknya.
Meski Violetta yang meminta untuk di antar ke taman tapi Barack merasa bersalah tidak melihat penampilan Violetta yang hanya menggunakan piyama tidur saja.
"Ema," panggil Barack kepada Ema yang ada di belakang nya.
"Iya Tuan," jawab Ema.
"Kenapa belum sadar juga, apa perlu kita panggil dokter ke sini?"
"Tuan, tidak perlu khawatir, Ema sudah menghubungi Dokter Keluarga. Mungkin 10 menit lagi sampai."
Tidak lama Bi Lastri masuk bersama Dokter keluarga yang bernama Dokter Gio. Dan Bi Lastri memberikan ramuan yang di buat tadi kepada Ema. Sedangkan Ema mencoba mencium aromanya terlebih dulu untuk memastikan takaran yang sudah benar. Lalu ia letakkan di atas nakas meja.
"Bara, kenapa lagi adik kamu?" tanya Dokter Gio kepada Barack.
"Uncle, Bara tadi hanya menemani Violetta di taman tapi_" Dokter Gio memotong pembicaraan Barack.
"Di jam tengah dini hari kaya gini kalian berdua ke taman?"
Barack mengangguk. "Astaga Bara ..." Menggeleng kepala nya. "Ini tidak baik untuk kesehatan adik kamu," kata Dokter Gio memperingati Barack yang sedang memeriksa Violetta.
"Apa perlu di bawa kerumah sakit Uncle?"
Ema dan Bi Lastri hanya bisa diam di belakang mereka.
"Tidak perlu, nanti jika sudah bangun berikan saja minuman yang Lastri buat tadi. Kalau begitu Uncle pergi dulu. Jaga adik kamu."
__ADS_1
"Iya Uncel."
Bi Lastri meminta ijin untuk mengantar Dokter Gio ke depan rumah hingga masuk ke mobil dan pergi dari rumah Violetta.
🍃🍃🍃
Dea memeluk tubuh Rayan dan meraba dadanya yang bidang Rayan.
"Kau senang aku akan bercerai dengan Vio?" tanya Rayan.
"Ya, aku senang akhirnya kau akan bercerai juga dengan istrimu, tapi kenapa aku yang diusir dari rumah itu?" keluh Dea.
Dea mengingat bagaimana Ramon mengusir nya. Dea terbangun dan melepaskan pelukannya dari Dea.
"Aku seperti pernah melihat Pria matang itu?" gumam Dea.
"Iya, kau pernah bertemu saat di rumah sakit Singapura,dia papinya violetta."
Dea menutup mulutnya tidak percaya jika lelaki pria matang itu ayah dari Violeta mertua Rayan.
"Oh my ... Aku tidak percaya jika dia mudah dan nampak ..."
"Ya, dia masih terlihat masih muda. Apa kau tertarik dengan nya?"
Dea menggigit bibirnya, karena ucapan Rayan ada benarnya jika Dea menginginkan papi Ramon yang jauh lebih kaya dari pada Rayan yang hanya seorang manager di perusahaan biasa.
"Emm ... Mana mungkin aku tertarik dengan nya." Dea merasa gugup hingga ia salah tingkah.
"Bagaimana jika kita kembali bercinta." Dea mengalihkan pembicaraan dengan mengajak Rayan bercinta.
Rayan hanya tersenyum tipis melihat Dea yang menginginkan dirinya. Dan duduk di pinggir kasur.
"Kamu sangat pintar mengalihkan pembicaraan. Aku tahu kau menginginkan pria matang itu!"
Dea tertawa geli seraya membuka kancing kemeja Rayan satu persatu.
"Tapi sayang, aku terlebih dulu bertemu dengan mu Ray. jika tidak mungkin sudah aku tiduri tuh orang."
Rayan tertawa kecil."Wah wah mungkin jika kamu bosan sama aku kau akan berpaling dari ku dan kau akan mengejar pria kaya raya itu," ujar Rayan membawa Dea dalam kungkungannya.
Dea kembali tertawa di bawa Kungkungan Rayan.
"Aku tidak bodoh Ray, semua perempuan pasti akan memilih dia meski dia sudah tua."
Rayan mencubit hidung Dea karena telah berani membuat dirinya Cemburu. Dan Rayan memilih tidak menyentuh Dea malam ini.
__ADS_1
"Aku harus bertemu vio besok," ucap Rayan bangkit dari Kungkungan Dea. Dan memilih memakai baju nya kembali. Membuat Dea menyipitkan matanya karena Rayan tidak jadi menyentuhnya.
"Kau mau kemana? tidurlah disini!" Dea mencegah Rayan agar tidak pergi meninggalkan nya.
"Maafkan aku, tidak bisa tidur malam ini." Rayan menoleh dan menatap Dea yang memohon.
"Tapi, ku mohon malam ini saja!"
"Tidak Dea, sepertinya kita sedang di awasi jika pria itu ada di sini kemungkinan ada yang sedang mengawasi kita."
"Sehebat apa sih dia hingga berani mengawasi kita," kesal Dea memperbaiki lingerie nya.
"Dia orang yang sangat berpengaruh di kota ini bahkan beberapa negara sama seperti Ken Walker."
"Apa kita lebih baik tidak bertemu untuk sementara waktu. setelah perceraian ku dengan Vio selesai?"
Dea mengelengkan kepalanya. "Tidak Ray, tidak Ray. Jangan lakukan itu. Aku tidak bisa hidup tanpa mu."
Rayan tersenyum kecil. "Bukankah tadi kau ingin mendekati pria matang itu?" sindir Rayan.
"I-iya awalnya, tapi jujur aku tidak bisa jauh dari mu sekarang. Aku butuh kamu."
"Tapi ini sampai aku dan vio bercerai Dea. Aku janji akan kembali lagi."
Dea menghela napas dalam-dalam. "Baiklah jika itu yang terbaik." Dea pasrah dengan keputusan Rayan.
Jangan panggil Dea jika aku tidak bisa menaklukkan mu Rayan, aku tahu kau ingin mempertahankan dia bukan!
Batin Dea tersenyum licik.
"Jaga dirimu baik-baik, aku pergi dulu."
Raya mengecup bibir,kening Dea dan mengusap kepala Dea.
"Iya sayang, hati-hati." ucap Dea pura-pura peduli meski hatinya dongkol.
Setelah kepergian Rayan Dea melempar bantal yang ada di samping nya.
"Awas kau vio jika rayan kembali ke pelukan mu, tidak hanya kehilangan suami kamu tapi juga seluruh orang yang kau cintai."
Dea tertawa terbahak-bahak jika Violetta hancur.
"Dan buat kamu Ray. tunggu saja kau akan menangis darah dan kembali ke pelukan ku."
Setelah dari rumah Dea Rayan memilih pergi minum untuk menghilangkan rasa stress yang sedang di alami sekarang. Antara di paksa bercerai dengan Violetta dan ia akan kehilangan wanita yang Rayan cintai. Meski ia berselingkuh tapi hati dan perasaan masih ada nama Violetta disana. Dea hanya sebagai pelampiasan ketika Violetta tidak bisa melayani dirinya.
__ADS_1