Ku Lepas Kau Dengan Bismillah

Ku Lepas Kau Dengan Bismillah
21. Kemarahan Barack.


__ADS_3


Kemarahan Barack



"Pergi!"


Teriak Violetta kembali. Saat melihat Rayan yang masih berdiri di hadapannya. Bahkan tidak bergeser sama sekali.


"Tidak, Vio, aku tidak akan pergi sebelum kau maafkan aku dan_" Violetta memotong ucapan Rayan.


"Jika kau tidak mau pergi aku yang akan pergi."


Violetta mencoba menjalankan kursi rodanya dengan susah payah. namun Rayan mencegahnya untuk pergi.


"Jangan pergi Vio," Rayan memohon. Dengan menahan kursi roda Violetta.


"Awas minggir, aku jijik melihat mu," sentak Violetta dengan tatapan membunuh.


"Tapi, Vio. jika kau jijik melihat ku setidaknya ini demi Vallery, putri kita." Rayan memohon dengan membawa nama putrinya.


Violetta sudah tidak peduli lagi dengan pernyataan permintaan maafnya lagi. Apa lagi dengan membawa nama putrinya. Bagi Violetta ini sudah keterlaluan. Dimana hati dan perasaan nya di saat dirinya tengah berjuang melawan penyakit kankernya. Kenapa suami yang harus menjaga, menguatkan dirinya agar tetap kuat kenapa malah merobohkan dengan pengkhianatan.


Violetta tersenyum sinis. Rayan terkejut melihat Violetta berani menarik paksa jarum dan selang infus di tangannya. Meski sakit dan mengeluarkan darah itu belum seberapa rasa sakit Violetta yang di Ali sekarang.


"Awas," sentak Violetta lagi dan mencoba berdiri. Meski tidak memiliki tenaga Violetta berusaha untuk tetap berdiri. Namun Violetta ambruk.


Rayan mencoba membantu Violetta untuk berdiri.


"Jangan mendekat!" teriak Violetta. Namun Rayan tetap mendekati Violetta.


"Jangan sentuh aku!" teriak Violetta lagi.


Bugh.


Dari arah belakang Rayan di tarik dan mendapatkan satu pukulan dari seseorang yang sudah melihatnya dari kejauhan.


"Apa yang sudah kau lakukan kepada adik ku, bastard!" bentak Barack. Ia menarik kerah baju Rayan.


"Bar, aku bisa jelaskan semuanya."


"Apa yang akan kau jelaskan. hah," ujar Barack menatap tajam ke arah Rayan.


Bugh


"Selama ini apa kurangnya adik gue ke kamu, apa gara-gara adik gue lagi sakit kau dengan tega nya menyakitinya di belakang nya."


Barack begitu murka kepada Rayan hingga ia memukul Rayan beberapa kali.


Rayan hanya pasrah ketika dirinya di pukul oleh sahabat sekaligus kakak iparnya.

__ADS_1


"CK, Gue pikir akan berubah tapi apa kau laki-laki lebih dari sampah." makian Barack.


Barack memukul kembali namun ada teriakan seseorang dari kejauhan.


"Hentikan!" teriak seseorang.


Barack mengendurkan cengkraman tangannya yang ada di kerah Rayan. Ia menoleh dan melihat siapa yang sudah mencegahnya.


"CK, dasar tidak berguna kalian, kau ingin dia, ini ambil," kata Barack kepada Dea. Barack mendorong Rayan ke arah Dea.


"Kau yang tidak berguna kenapa menghakimi Rayan. harus nya lho tanya sama adik kamu yang penyakitan itu, apa dia bisa membuat Rayan_" ucapan Dea terpotong dengan suara seseorang.


"Bara, Vio!" teriak Ken saat melihat Violetta semakin tidak berdaya.


Namun, Vio masih bisa melihat perkelahian kakaknya dengan Rayan. Dan juga melihat kedatangan seseorang wanita cantik yang membela Rayan. Sebelum Violetta menutup matanya.


Flashback:


Barack dan Kendra yang masih berada di cafe depan rumah sakit. Namun tiba-tiba Ramon Sanchez menghubungi Barack.


"Hallo pih," ucap Barack.


"Bar, dimana adikmu, papi lagi di ruangan vio?" tanya Ramon.


"Bukan nya Vio di temani Rayan pih."


"Apa," pekik Ramon Sanchez.


"Bar, cepat cari Vio, papih tidak mau adik kamu kenapa-kenapa!" Pinta Ramon Sanchez.


"Ada apa Bar?" tanya Kendra. Yang sedari tadi mendengar pembicaraan nya.


"Papi cari Vio, di kamar nya tidak ada."


Flashback off:


Ken dengan segera mengendong Violetta yang begitu lemah tidak berdaya menuju ruang UGD.


"Vio, ku mohon bertahan lah, kita sebentar lagi sampai di UGD."


Sebelum Barack mengikuti Ken membawa Violetta. Barack memperingati Rayan dengan Dea.


"Buat kalian berdua." tangan Barack menunjuk ke arah mereka berdua.


"Awas saja jika terjadi sesuatu dengan Vio." ancam Barack dengan tatapan membunuh.


Dea yang sedang menopang tubuh Rayan. "Aku tidak takut, bila perlu mati sekalian, agar tidak ada penghalang di antara kita,"


"CK, Dasar sampah tidak berguna," sahut Barack.


🍃🍃🍃

__ADS_1


Barack menghubungi kedua orang tuanya jika Violetta sedang berada di ruang UGD membuat kedua suami istri merasa shock. Karena putrinya kembali drop dan harus masuk ke UGD kembali.


"Ada apa dengan adikmu Bar, kenapa bisa kritis lagi?" tanya Ramon kepada Barack.


"Kenapa hanya kalian berdua, di mana si crayon?," imbuh Ramon. karena di depan Ruang UGD hanya ada putranya dan juga Kendra. yang Ramon tahu, jika, Violetta pergi di bawa Rayan. namun, kenyataan Rayan tidak ada bersama mereka.


"Pih, Rayan bukan crayon yang biasa buat Vallery mewarnai," ujar Barack mengingatkan kembali jika nama menantunya itu bernama Rayan bukan crayon.


"Terserah papi mau kasih dia nama apa," ucap Ramon tidak terima.


Ken yang mendengar panggilan Rayan berubah menjadi crayon hanya bisa menahan tawanya.


Barack menghela napas kasar, "Vio sudah tahu pih, jika Rayan punya wanita lain."


"Apa," pekik Ramon dan Vania bersamaan.


Barack dan Ken hanya mengangguk kepalanya saja.


"Kurang ajar dia, buat putri mami kembali kritis, ini nih yang membuat mami tidak suka dari dulu sama dia." Emosi mami Vania.


"Sabar mih, ingat kesehatan mami." Sahut Barack.


"Mih dimana Valerry?" tanya Barack. Karena ia hanya melihat orang tuanya saja tidak dengan keponakan nya.


"Vallery bersama Tante Bar," sahut seseorang yang baru saja datang.


"Mom,Dad." gumam Kendra. Saat melihat kedatangan kedua orang tuanya.


Barack langsung menghampiri kedua orang tua dari Kendra Walker.


"Apa kabar om dan Tante?" tanya Barack kepada keluarga Walker.


"Om dan Tante baik Bar," jawab Casandra Walker ibu dari Kendra Walker.


"Anak kurang ajar kamu Ken, kenapa kamu tidak memberitahu kami.jika, violetta putri Mommy ada dirumah sakit." Casandra menjewer telinga Ken.


"Aduh Mom sakit, iya Ken salah tidak kasih tahu Mom sama Dad," ucap Ken. Meski mommy nya tidak benar-benar menjewer nya.


Membuat semua orang yang ada di situ tertawa.terutama Vallery.


"Hahaha... Om Ken lucu, masa udah besal masih di Jewel Oma," ucap Vallery yang ada di tengah-tengah mereka.


"Iya sayang, soalnya om Ken bandel," ucap Daniel Walker.


Sedangkan Ken mendengus kesal. "Dad, ingat Ken anaknya Dady."


"Dady tidak punya anak bandel kaya kamu," ucap Daniel Asal.


"Bagaimana kondisi Violetta sekarang?" Tanya Casandra menatap Vania dan Ramon bergantian.


"Masih di dalam, Dokter sedang menanganinya," jawab Barack. Karena kedua orang tuanya belum tahu kondisi Violetta sekarang.

__ADS_1


Kedua orang tua Violetta dan Kendra mereka adalah sahabat. Orang tua Kendra tahu jika putra semata wayangnya itu mencintai Violetta putri dari sahabatnya. Namun Ken tidak pernah bercerita kepada kedua orang tuanya. Jika di sindir tentang Violetta. Ken hanya memberitahukan jika mereka hanya sekedar sahabat.


Kedua orang tua Ken sudah sepakat jika Ken dan Violetta harus menikah. Namun keinginan orang tua mereka harus sirna saat Rayan ingin menikahi Violetta.


__ADS_2