
31. Pertengkaran
"Hey ... Berani sekali kau berbicara, kau hanya seorang asisten rendahan. So lebih baik kau diam!" Bentak Dea dengan menunjuk tangan nya ke arah Ema yang ada di samping Violetta.
"Maaf nona, anda lah yang rendahan dengan merebut suami orang. Apa itu gak rendahan. Asisten Pribadi itu hanya status pekerjaan." ucap Ema.
"Ema ..." tegur Violetta.
Ema adalah salah satu kepercayaan Ken yang kompeten di perusahaan di negara Jepang. Dave memilih Ema untuk kembali dan di tugaskan menjadi asisten Violetta.
"Hey, Vio ajarkan asisten mu itu untuk tidak sembarangan berbicara."
Violetta tersenyum. "Apa kamu tidak membuka mata jika yang di katakan Ema benar."
"Apa kamu lupa kamu disini siapa? dia asisten ku sekarang, Dan satu lagi ken itu lebih dulu mengenalku sejak kita masih duduk di high school. jadi wajar jika dia begitu peduli dan tulus. Tidak seperti suamiku!"
"Ayo Ema antar aku ke dalam!" sambung Violetta.
Dea tersenyum miring. "Aku Calon istrinya rayan dan kamu sebentar lagi akan di ceraikan olehnya, bersiap lah jika kau sebentar lagi akan di usir dari rumah ini," ucap Dea dengan lantang dan percaya diri. Saat Violetta hendak meninggalkan area taman.
"Siapa yang berani mengusir Violetta dari rumah ini!" suara bariton seseorang yang mengejutkan mereka datang tiba-tiba. Sedari tadi Ia mendengar semua percakapan Dea dengan Violetta yang selalu menyudutkan Violetta selalu urungkan. Namun, saat terdengar Violetta terintimidasi baru lah menampakkan diri
Ema yang hendak membawa Violetta masuk di urungkan karena melihat seseorang yang sangat berharga bagi Violetta.
Violetta terharu saat seseorang yang menjadi cinta pertama nya datang.
"Papi ..."lirih Violetta dengan mata berkaca-kaca.
Ramon Sanchez menghampiri putrinya. "Maafkan papi sayang ikut campur masalah kamu," ucap Ramon pura-pura tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.
"Anda siapa?" tanya Dea yang masih penasaran.
"Tidak ada yang berani mengusirku di rumah ini wanita penyakitan itu yang harusnya pergi." imbuhnya.
Ramon Sanchez tersenyum miring. Lalu membalikkan badannya. "CK, kau tidak perlu tahu siapa saya disini sebagai apa?"
Meski usianya sudah tergolong paruh baya tapi masih terlihat sangat mudah dan berkarismatik dan tegas tidak terlihat jika Ramon Sanchez adalah orang tua Violetta.
Ema sudah tahu siapa sosok yang berani mengusir Dea, Ema sudah mengenal nya saat terlibat bisnis antara perusahaan Walker dan perusahaan RS Crop.
Meski Violetta dan Barack dari keluarga milyader tapi mereka memilih untuk bekerja di perusahaan orang. Awalnya kedua orang tuanya tidak menyetujui tapi setelah banyak pertimbangan akhirnya menyetujui.
"Saya yang akan mengusir anda dari rumah ini!" Ramon Sanchez begitu murka jika putrinya harus keluar dari rumahnya sendiri.
"Penjaga ... Penjaga .... bawa wanita sampah ini keluar dari rumah ini dan jangan sampai kembali lagi!" teriak Ramon Sanchez kepada penjaga rumah.
__ADS_1
Tidak lama kemudian dua orang berbadan besar dan tegak datang dan langsung menyeret Dea tanpa ampun untuk keluar.
"Eh, apa-apaan mau di bawa kemana aku, tidak ada yang berani mengusir ku dari ini!" teriak Dea saat sudah menjauh.
_________________
"Papi ..." ucap Violetta akhirnya pecah.
Ramon Sanchez meminta Violetta tidak boleh menangis dengan menaruh jari telunjuk di bibirnya. "Princess papi tidak boleh meneteskan air mata. Ini sangat berharga buat papi. Princess papi yang kuat."
Mereka berpelukan namun Violetta tetap saja menangis di pelukan papi nya.
"Terimakasih pih, selalu ada buat Vio," bisik Violetta.
Mereka mengurai pelukannya.
"Sudah jangan menangis lagi, papi sudah ada disini sayang,"
Ramon Sanchez terkejut saat melihat wanita yang tidak asing baginya. "E...Ema ?"
"Iya, Tuan," jawab Ema sopan.
Ramon menatap Violetta dan Ema bergantian karena ingin tahu kenapa Ema bisa ada bersama Violetta.
"Ken yang menyuruh Ema buat jaga Vio pih," ucap Violetta tahu tatapan papi nya.
"Ema, bawa putri ku untuk istirahat!"
Sedangkan Ema hanya mengangguk kepalanya sebagai tanda setuju dan membawa Violetta masuk kedalam kamar.
Dea mencoba menolaknya dan memberontak tapi kedua penjaga mencengkram Dea dengan kuat hingga mengadu kesakitan. "Awh... sakit." keluh Dea.
"Aku bisa jalan sendiri, lepas..." teriak Dea. saat ditarik paksa oleh kedua penjaga.
Namun, kedua penjaga itu tidak mau melepaskan tangan Dea.
"Ada apa ini, mau di bawa kemana Dea?" tanya Rayan tiba-tiba balik lagi kerumah.
"Ray, tolong ..." Dea memohon dengan nada manja agar Rayan membantu nya.
"Pak, lepaskan dia!" kata Rayan.
"Maaf pak, ini perintah ..." ucapan salah satu penjaga namun di potong oleh Ramon Sanchez
"Papi yang menyuruh!" suara seseorang yang tidak asing lagi bagi Rayan.
__ADS_1
Jedueerrr
Bagaikan petir di siang bolong. jika kedua orang tua Violetta sudah mengetahui. Rayan harus siap kehilangan semuanya termasuk Violetta.
Rayan terdiam melihat mertua nya ada di depan nya. "Papi ..." gumam Rayan.
Ramon Sanchez berkata, "Cepatlah bawa pergi kekasih mu sekarang dan tunggu surat cerai dari Vio!"
"Tapi Pih, Rayan mencintai Vio?"
Mendengar pengakuan Rayan, Ramon tertawa. "Lalu siapa dia untuk mu? Jika kau menyakiti putriku?"
Deg
Rayan tidak bisa berbuat apa-apa, memang benar dirinya menyakiti perasaan Violetta di saat istrinya sedang berjuang untuk sembuh tapi, dirinya malah berselingkuh dengan Dea.
"Tapi, ijinkan Rayan untuk berbicara dengan Vio pih, sebentar!" Rayan memohon sebelum dia pergi ingin bertemu dengan Violetta.
"Dia sedang istirahat lebih baik kau bawa saja dia dari sini."
Rayan pasrah saat mertuanya menyuruh untuk pergi dan tidak melihat istrinya.
"Ayo kita pergi dari sini!" ajak Rayan kepada Dea.
"Tapi, Ray bukan nya sudah janji aku ..." ucap Dea karena ia tidak mau pergi.
"Tidak, ini rumah Violetta bukan rumah ku."
🍃🍃🍃
Brak ...
Barack terkejut saat Ramon Sanchez mengebrak meja.
Barack tahu jika saat ini papi nya sedang marah terhadap dirinya.
"Papi kecewa sama kamu Bar," ujar Ramon.
"Bagaimana kamu bisa bertanggung jawab mengurus perusahaan nanti, menjaga Violetta saja kamu gagal."
"Liat Bar, dia sahabat mu saja bisa seenaknya memperlakukan adik kamu?"
"Bagaimana perasaan vio, sakit Bar, begitu juga sama papi." imbuh Ramon Sanchez. Ia berdiri menghadap Barack.
Barack menghela napas dalam-dalam. "Maafkan Bara pih, Bara akui jika Bara telah gagal menjaga princess kita, tapi, Bara janji ini yang terkahir kali." Barack meminta maaf kepada papinya yang tengah marah.
__ADS_1
Barack mengaku salah karena tidak tegas saat mengetahui sahabat nya sekaligus adik iparnya berselingkuh dan melihat nya langsung didepan matanya. Namun, ia juga memikirkan kesehatan Violetta saat itu juga.