
37. keributan
Emosi Dea tersulut saat Violetta menunjuk ke arah nya. Dea tidak terima meski Dea belum tahu apa yang tengah di bicarakan mereka bertiga.
"Hey, kenapa kau menunjuk ke arah ku?" Makian Dea kepada Violetta.
Violetta tersenyum miring. "Dia lah yang menjadi duri dalam rumah tangga kita Ray, untuk apa kita perbaiki lagi untuk apa," bentak Violetta.
"Bagus kalian memang cocok untuk berpisah," timpal Dea dengan memainkan kuku jarinya.
"Diam Dea," sentak Rayan.
"Ray kamu membentak ku, harus nya kamu menyetujui wanita lemah dan penyakitan itu untuk berpisah dengan kamu." Dea pura-pura sedih.
"Nona anda lebih baik diam, anda ingin mendapatkan Tuan Rayan dengan segera kan? maka saya mohon untuk diam, tolong jangan memperkeruh keadaan,"
Violetta benar-benar sudah tidak kuat lagi. tubuhnya semakin lemah karena terlalu lama menangis.
"Kalian tahu, aku ini manusia biasa, hati ku tidak seperti baja. Hati dan perasaan ku terlalu rapuh karena masalah yang datang dalam hidup ku ini, sudah ku coba untuk tetap kuat dan tegar menjalani hidup ini tapi aku gak bisa."
"Tidak ada orang di dunia ini yang mau punya penyakit seperti ini di tambah lagi datang benalu yang menggerogoti rumah tangga ku yang akhirnya hancur." sambung Violetta melirik ke arah Dea.
"Dan untuk anda Nona Dea yang terhormat, anda adalah seorang seniman yang cukup terkenal di kota ini. apa anda tidak malu dengan kelakuan anda?"
"Kau," Dea menunjuk ke Violetta. Ia merasa geram dengan pertanyaan Violetta yang di lontarkan untuk nya.
"Dan kamu Ray, kamu adalah seorang manajer perusahaan, aku tidak ingin membuat kalian malu jadi aku putuskan akan mengabulkan permintaan kalian untuk bersatu agar kalian terhindar dari zina."
"Aku berterima kasih kepada kalian berdua dengan adanya kalian berselingkuh aku bisa tahu sifat asli kalian yang tidak jauh dari binatang."
Dea tidak terima dengan perkataan Violetta yang selalu menyudutkan dirinya. Emosi Dea yang sudah tersulut sejak tadi akhirnya meledak Dea mengambil gelas yang berisi air dan mengguyurkan ke wajah Violetta.
Byur...
Namun, Violetta tidak merasakan dirinya basah terkena air dari Dea. Violetta membuka matanya dan seseorang yang sudah menjadi tameng untuk dirinya.
__ADS_1
"Ken," gumam Violetta.
Ya, Ken memperhatikan saat Dea menghampiri Violetta dan membuat keributan di sana.
Dengan refleks Ken berlari dan menutup tubuh Violetta dengan tubuh Ken dengan membelakangi Dea agar tidak terkena air.
"Vio,are you ok?"
"Aku tidak apa-apa Ken."
Barack tersenyum saat melihat Ken yang benar-benar siaga melindungi adiknya dari amukan moster pelakor.
Rayan dan pengacara Andrian hanya melongo melihat Violetta di peluk seseorang.
"Sial,"
Umpat Dea karena gagal memberikan pelajaran kepada Violetta.
"Pengacara Andrian aku mohon di percepat perceraian adikku. Aku tidak tega jika benalu ini suatu saat menyerang Vio kembali." sahut Barack.
"Baik Tuan, akan saya kerjakan dengan segera, saya pamit dulu, karena niat saya hanya membantu nona Vio sudah selesai, tapi berakhir dengan keributan." Pengacara Andrian tertawa geli.
"Vio mau sebelum Vio melakukan operasi besok lusa harus sudah putus pengacara Andrian." ucap Violetta. Ia juga tidak mau terlalu lama menunggu.
"Baik, nona."
Tidak ingin di permalukan dengan kelakuan Dea, Rayan mengajak Dea untuk pulang tanpa berkata sepatah katapun kepada Violetta.
"Ray, lepas." ujar Dea memohon.
"Tidak akan, kau sudah membuat malu."
"Tapi aku belum memberikan pelajaran untuk Violetta."
Rayan melepaskan tangan Dea. Rayan marah karena Dea ingin memberikan pelajaran kepada Violetta.
__ADS_1
"Apa kamu belum puas, selama ini sudah menyakiti vio? hah..." Rayan memaki Dea. Karena wanita itu belum sadar betul.
"Aku tidak akan puas sebelum dia hancur sehancur nya kalau perlu mati sekalian."
Plak
Tamparan keras mendarat di pipi mulus Dea.
Dea memegang pipinya yang panas akibat Rayan menamparnya.
Dea tersenyum kecut saat kekasihnya menampar nya.
Sedangkan Rayan menatap tangan nya yang sudah berani menampar pipi Dea.
"Dea, maafkan aku," keluh Rayan kepada Dea.
Rayan memegang pipi Dea yang terlihat memerah akibat dirinya.
"Apa ini sakit?" tanya Rayan kepada Dea.
Dea tersenyum melihat Rayan yang khawatir.
"Akan lebih sakit lagi jika kau kembali ke pelukan wanita itu Ray."
"Ok aku minta maaf karena khilaf sudah menamparmu, ayo kita obati luka mu itu."
🍃🍃🍃
"Bi, mau kemana? Kenapa baju- baju Val di masukkan ke koper? Apa kita akan pergi kerumah oma dan opa lagi?" tanya Vallery kepada Bi Lastri.
"Tidak non,Bibi di suruh tuan bara jika ibu dan non akan tinggal di mansion utama."
"Apa," pekik Vallery.
"Yeah, asyik Val akan ke mansion opa. Tapi bi apa opa ada di sana?" tanya Valerry yang penasaran.
__ADS_1
"Iya Non, kabar dari tuan barack jika opa dan oma non Val akan pulang."
Beberapa hari lagi Violetta akan melakukan operasi mencangkokkan sumsum tulang belakang Violetta. Maka dari itu Ramon Sanchez dan Vania Sanchez akan menemani putrinya Violetta.