
Wanita Yang ang Tidak Sempurna
"Nyaman?semua karyawati di perusahaan tidak ada yang membuat aku..." gumam Dave.
Ken terkekeh yang masih bisa terdengar gumam Dave.
"Semua karyawati di perusahaan menganggap lo atasan yang dingin dan cuek. Coba kau rubah sikap dingin itu agar mencair."
Dave mendengus kesal karena bagi Dave Ken lah atasan paling dingin dan di takuti.
"Ok gimana Tuan Bos. Apakah udah boleh jalan?" Dave mengalihkan pembicaraan agar Ken memerintah izin untuk melajukan mobilnya.
Plak
"Tuan Bos, Tuan Bos. Nggak usah aneh-aneh," kesal Ken.
Dave tersenyum simpul dengan mengelus rambut di kepalanya yang baru saja mendapatkan pukulan dari Ken.
"Terus apa? Tuan Bos kan memang Bos saya! Apa salah saya sampai harus di pukul?" ucap Dave membela diri.
"Ish! " Ken memutar bola matanya dan menggelengkan kepala nya pelan.
"Ini jadi jalan tidak?" tanya Dave yang masih setia duduk di depan kemudian mobilnya.
Ken bukan nya menjawab pertanyaan sangat asisten Ken malah menatap Dave dengan tatap horor.
"Ini orang minta dikirim ke antartika, sedari tadi dia yang ngajakin bicara? " Kesal Ken.
"Lho kan tadi saya nanya," protes Dave.
"Mau timpuk lagi. Kamu sudah membuang waktu ku saja." Kesal Ken lagi.
"Boleh." ucap singkat Dave yang sengaja memancing emosi Ken.
"DAVE! " Ken berteriak dan mendelik menatap Dave yang mengajak nya bercanda. Dan juga sudah mengulurkan waktunya yang sangat penting bagi Ken. Karena masih ada pertemuan selanjutnya setelah ini.
Yang di tatap malah tertawa tanpa dosa melihat bos nya sudah berhasil mengeluarkan tanduk karena Dave membuatnya kesal dari tadi.
Dave tidak menuruti Ken untuk menjalankan mobilnya namun Dave masih menanyakan beberapa yang ingin Dave sampaikan.
"Ken,"
"Apa lagi?" kata Ken.
"Menikahlah dan setelah itu baru saya mengikuti jejak anda."
"Astaga Dave, sudah berapa kali kamu mengatakan itu, kamu tahu sendiri jika_" Dave memotong perkataan Ken.
"Percaya sama saya!"
"Sudahlah Dave, jika kamu tidak ingin jalan juga, biar aku saja yang bawa mobil."
__ADS_1
Ken membuka pintu. mobil nya dan keluar dari dalam mobil berjalan mengitari mobil dan membuka pintu mobil bagian depan.
Dave terkejut tidak percaya jika bos sekaligus sahabat nya sudah berada di samping pintu mobil dn meminta Dave untuk keluar.
"Ken mau apa kamu?" tanya Dave yang masih tidak percaya jika Ken memintanya untuk keluar dari dalam mobil dn menggantikan dirinya di bagian pengemudi.
"Masih tanya? Cepat keluar dan pindah posisi sekarang!" pinta Ken kepada Dave.
Dave tidak ingin debat dengan Ken ia menuruti perintah Ken dan ia duduk di kursi belakang.
🍃🍃🍃
Rayan menghela napas panjang sebelum memasuki area pemakaman. Rayan pergi ke makam Violetta sebelum pergi mencari keberadaan putri nya.
"Huft..."
Langkah demi langkah kaki Rayan mendekat ke makam Violetta. Saat sudah sampai di gundukan tanah yang bertumbuh rumput hijau yang terawat.
Rayan berdiam sejenak dan akhirnya berjongkok dan menaruh seikat bunga kesukaan Violetta.
Tangan Rayan mengusap batu nisan yang bertuliskan nama Violetta dengan sangat lembut.
"Hai..."
"Apa kabarmu di sana, kau pasti sudah bahagia di sana."
Tes
Rayan menitihkan air mata nya.
Rayan menundukkan kepalanya. Seraya tangannya yang masih mengusap batu nisan bertuliskan nama mantan istrinya.
"Kau pasti sudah melihat nya dari atas sana. Jika hidup ku hancur sekarang. kau pasti bahagia melihat ku menderita kan."
"Iya kan Vio!" ucap Rayan dengan nada sedikit meninggi.
"Jawab kenapa kau diam?" bentak Rayan.
Namun, Rayan malah tertawa dengan berlinang air mata yang membasahi pipinya di depan gundukan tanah.
"Ha..ha...ha..."
"Jika kau ada di sini kau akan tertawa dengan kebodohan ku ini."
"Iyah, aku memang bodoh Vio, Aku hanya memikirkan kesenangan ku saja tidak memikirkan bagaimana dulu kau begitu sangat membutuhkan ku. Aku lebih memilih untuk memuaskan nafsu ku bukan kesehatan mu."
Rayan berdiam diri dan menghela nafas panjang.
"Vio, maafkan aku dan ijinkan aku untuk merawat putri kita. Aku berjanji akan mencari keberadaan putri kita."
🍃🍃🍃
"Violetta, ada apa? Kenapa kau menangis?" tanya Ema yang melihat Violetta yang sedang duduk di taman sendirian.
Mendengar ada suara yang memanggil nya Violetta membalikkan badannya dan memeluk Ema.
__ADS_1
Di dalam pelukannya terdengar isak tangis Violetta. Emma mengelus punggung Violetta agar merasa tenang.
Setelah menunggu beberapa menit Emma mencoba bertanya kembali ada apa dengan Violetta.
"Vio, ada apa?" Bisik Emma.
"Emma,"
"Papi, Mami dan Kak Bara." ucap Violetta.
"Ada apa dengan mereka?"
Mereka berdua mengurai pelukan nya.
"Duduk lah dan aku akan siap mendengarkan apa masalah mu?" kata Emma meminta Violetta untuk duduk di bangku taman.
"A_aku tidak sengaja mendengar kan percakapan mereka." ucap Violetta.
"Emma, Aku tidak mau menikah,"
"Apa lagi di jodohkan,"
Deg
"Jadi Nona Vio tahu jika dia akan menikah. Tapi kenapa dia malah menangis." Batin Emma.
"Mana ada pria yang mau dengan wanita yang tidak sempurna seperti ku,"
"Vio,jangan pernah berkata seperti itu." ujar Emma yang tidak setuju dengan perkataan Violetta.
Violetta bangkit dari tempat duduknya "Tapi ini realita Emma, jika aku wanita yang tidak sempurna apa lagi aku_" ucap Violetta lirih dan tidak melanjutkan perkataannya.
"Vio"
"Bukannya Dokter sudah menjelaskan jika kamu sudah terbebas dari kanker." ungkap Emma.
"Aku sangat yakin jika Pria yang akan menikah dengan mu akan menerima mu dengan tulus."
Violetta menggelengkan kepalanya ia masih tidak percaya jika pria yang akan menikah dengan nya akan menerima kekurangan nya. Kecuali Ken.
Violetta mengingat kembali, apa Ken tidak bersungguh-sungguh mencintai nya.Kenapa sampai sekarang Ken tidak pernah menemui dirinya.
Apa lagi keluarga Walker sering berkomunikasi dan bertemu dengan Violetta selama di negeri sakura.
"Dimana Ken?" Batin Violetta.
Flashback:
Violetta yang menunggu Bara yang tidak kunjung kembali ke kamarnya Karena Barack sudah berjanji akan kembali menemui nya. Namun hingga satu jam lamanya tidak kunjung juga.Ia mencoba mencari keberadaan kakak nya. dan bertanya kepada salah pelayan rumahnya.
Violetta menuju salah satu ruangan yang ia tahu tadi.
Sebelum mengetuk pintu untuk masuk Violetta tidak sengaja mendengar pembicaraan kedua orang tuanya dan kakak nya itu tentang rencana pernikahan nya dengan seseorang yang Violetta tidak tahu namanya. Dan ia tidak mau jika pernikahan nya hanya pernikahan bisnis. Apa lagi Violetta wanita yang tidak sempurna menurut nya .
Flashback off:
__ADS_1