Ku Lepas Kau Dengan Bismillah

Ku Lepas Kau Dengan Bismillah
14. Violetta tak sadarkan diri


__ADS_3

14. Violetta tak sadarkan diri.


Barack menyergit melihat Vallery dengan wajah belepotan penuh dengan kue coklat. Dan melihat kedua tangannya yang sedang memegang banyak kue di tangan nya.


Barack mengelengkan kepalanya melihat keponakan nya yang begitu lucu.


"Astaga Val, sayang, jika mommy mu melihat habis lah kau sayang."


Namun gadis cantik yang bergaun pesta berwarna merah muda ini tidak mempedulikan omongan uncle nya.


Hingga Vallery tidak bisa bicara karena mulutnya banyak makanan. Hanya isyarat tangan lah meminta bantuan Barack untuk mengambilkan minum untuk nya.


'uncle minum, uncle minum'


itu lah isyarat Vallery kepada Barack membuat Barack tertawa renyah melihat kelakuan keponakan.


"Baiklah sayang, tunggu sebentar biar uncle ambilkan minum untukmu."


"Tidak perlu, minum lah Val," kata Kendra mencegah Barack dan menyerahkan segelas air minum miliknya untuk Vallery.


Dengan segera Vallery menyesapnya hingga tandas. Kedua pria di hadapan Valerry hanya menggelengkan kepalanya saja.


"Sayang, lain kali hati-hati tidak boleh seperti itu, kalau tidak ada Uncle, atau Om Ken. Gimana?," ucap Barack memberikan peringatan kepada Vallery.


"Dan, Ken terimakasih," sambung Barack. Kepada Kendra yang sudah membantu nya.


"Iya bar, Val ingat kata uncle lain kali hati-hati."


"Maaf, habis semua makanan kecilnya menggoda lidah Val." Celoteh Vallery tanpa dosa.


Kendra yang baru saja tiba di acara anniversary kedua orang tua Violetta dan juga acara ulang tahun perusahaan keluarga Violetta. Dari kejauhan Ken melihat Barack dan Vallery yang sedang membutuhkan air minum. Beruntung Ken melihat pelayan lewat dan meminta satu untuk Vallery.


Selama di Singapura Ken memilih untuk tinggal di apartemen miliknya. Ken ke Singapura tidak hanya di undang kedua orang tua Barack tapi, Ken juga sedang perjalanan bisnis dengan perusahaan lain.


"Bar, apa bisa kita bicara sebentar!" Pinta Ken kepada Barack.


"Val, lebih baik ganti baju, sebelum mommy melihat gaun Val kotor. Uncle ada urusan dengan Om Ken sebentar. Kita bertemu nanti saat acara oma dan opa, ok!"

__ADS_1


Vallery hanya mengangguk kepalanya dan pergi meninggalkan kedua lelaki dewasa.


Barack mengajak Ken ketempat yang jauh dari keramaian. Ia tahu Ken akan membahas tentang adiknya.


"Bar." Panggil Ken.


Sebelum menjelaskan kepada Barack ia menghela napas dalam-dalam.


"Dokter Ben baru saja memberikan berita ini, jika Vio harus segera melakukan Transplantasi stem cell atau sumsum tulang belakang."


"Apa," pekik Barack. Karena Barack tidak tahu separah itu kanker yang di alami adiknya. Barack hanya tahu jika Violetta hanya melakukan kemoterapi dan juga radiasi saja.


"Bukan nya selama ini Vio melakukan kemoterapi dan radiasi, itu bahkan belum selesai?" tanya Barack.


"Tapi, ini tentang Leukemia nya Bar, aku mohon, kamu atau tante dan om segera mencarikan donor yang cocok untuk vio."


Deg


Barack merasa terenyuh mendengar kabar yang baru saja Kendra sampaikan. Seluruh tubuhnya bagaikan tak bertulang. Adik satu-satunya yang ia cintai yang sedang berjuang untuk sembuh dari sakitnya.


"Baiklah Ken, aku akan bicarakan masalah ini dengan kedua orang tua ku." Barack menepuk pundak Ken. Dan pergi


Violetta yang masih di dalam kamarnya. Ia masih menatap dirinya di depan cermin.


Violetta merasa sedih melihat kondisi tubuh nya sendiri yang banyak memar dan bintik merah di seluruh tubuhnya. Violetta menitihkan air matanya. Karena di saat acara spesial kedua orang tuanya ia tidak bisa terlihat cantik. Yang ada jika Violetta ikut bergabung di dalam acara tersebut. Akan membuat kedua orang tuanya malu dengan penyakit yang Violetta derita.


Violetta yang sudah bersiap dan cantik dengan gaun yang ia kenakan, namun, saat menatap dirinya sendiri. Ia merasa miris.


Violetta menghapus make up dengan kasar. Dengan keluar cairan berwarna merah mengalir dari dalam hidungnya. Beberapa kali Violetta menghapus darah yang masih keluar dari hidungnya. namun tak kunjung berhenti hingga Violetta tak sadarkan diri.


Kendra yang tidak berhenti nanar matanya menatap keseluruh penjuru ruangan, hanya untuk mencari sosok wanita nya. Namun, Ken tidak bisa menemukan Violetta di mana pun.


Bahkan, Barack, Valerry sudah berada di samping Mami Vania dan Papi Ramon.


"Kemana Vio, kenapa tidak terlihat di antara mereka," gumam Ken. Matanya masih mencari Violetta. Hingga ia mencari di ruangan lain. Ken benar- benar merasa tidak tenang sebelum melihat Violetta baik-baik saja.


Hingga akhirnya Kendra tidak sadar jika Ken naik ke atas, dimana ruangan yang ia tahu adalah kamar Violetta sejak dulu.

__ADS_1


Ken mencoba mengetuk pintu kamar Violetta beberapa kali. Namun, tak kunjung di buka. Hingga Ken memanggil nama Violetta dari balik pintu.


Ken mencoba mengayuh pegang handel kamar. Ternyata tidak di kunci. Membuat Ken menyipitkan matanya karena pintu kamar Violetta bisa di buka dari luar.


Kaki Ken melangkah masuk ke dalam. Namun, seketika kelopak mata Kendra membesar dengan mulut menganga. Kendra terkejut melihat wanita yang ia cari sedari tadi. Tak sadarkan diri di atas lantai marmer kamar.


"Vio," teriak Kendra dengan suara sangat lantang. Hingga terdengar hingga lantai dasar dimana sedang ada acara yang sedang berlangsung.


Ken tidak ingin terjadi sesuatu pada Violetta. Ken dengan cepat mendekati Violetta. Dan menganggat tubuh Violetta di atas pangkuannya dengan wajah sebagian penuh cairan berwarna merah.


"Vio, bangun sayang, please," kata Ken memohon dengan menggoyahkan tubuh Violetta, agar mau bangun.


"Vio, bangun sayang. Please," Ken menyebut dengan kata yang sama.


Kendra tidak menyadari dirinya yang memanggil Violetta dengan kata sayang.


"Tuan, ada apa?" sahut salah satu pelayan di rumah orang tua Violetta.


"Siapkan mobil, aku harus segera membawa Violetta ke rumah sakit," kata Ken. Ia menggendong Violetta ke dalam gendongan nya menuju keluar kamar. Tanpa menunggu lama pelayan tadi dengan segera menghubungi penjaga di luar rumah untuk menyiapkan mobil Ken.


Seluruh undangan yang sudah hadir terkejut melihat Ken mengendong Violetta ke dalam pelukannya nya. Terutama keluarga Violetta.


"Ken ada apa," tanya mami Vania.


"Maaf Tante, om, Ken harus membawa Vio kerumah sakit sekarang," jawab Ken.


"Ken, aku ikut," ujar Barack meminta ijin untuk ikut.


"Mami ikut bar," ucap Mami Vania


Sebelum Barack menyusul Ken. Ia menyarankan kedua orang tuanya untuk menyelesaikan acaranya.


"Mami tetap di sini, karena ini acara Mami sama Papi. biar Val saja yang ikutan mih."


"Tapi Bar."


"Mih, kita selesaikan acaranya terlebih dulu, baru kita menyusul kerumah sakit." Saran papi Ramon.

__ADS_1


"Ayo, Val sayang, ikut dengan uncle." Ajak Barack kepada Vallery.


Mami Vania terpaksa mengikuti perintah suaminya. Meski sangat khawatir dengan kondisi putrinya. Dengan wajah sedih mami Vania tetap anggun didepan para tamu.


__ADS_2