
Pesan Singkat.
Violetta ingin sekali menggapai tangan Ken yang sedang tidur di kursi yang ada di samping Violetta . kepala Ken yang bersandar di tempat tidur.
Rasanya begitu lemas tidak memiliki tenaga sama sekali.bagaikan tak bertulang. Sekuat tenaga Violetta untuk membangun kan Ken yang masih terlelap.
Violetta mengangkat tangan nya untuk mengusap kepala Ken dengan sekuat tenaga. Beberapa kali ia mencoba menggapai. Setelah beberapa kali gagal tangan Violetta menyentuh rambut Ken.
"Ken ..." lirih Violetta.
"Ken," ucap Violetta dengan kata yang sama.
Sayup-sayup terdengar suara lirih memanggil namanya. Ken mengangkat badannya dan mengerjakan matanya. Ken terkejut saat menatap Violetta yang sudah terjaga.
"Vio," gumam Ken.
Ken dengan reflek nya menarik Violetta kedalam pelukannya.
"Syukurlah, akhirnya kau bangun juga." bisik Ken.
Violetta hanya bisa diem melihat sahabatnya memeluk dirinya.
Violetta merasa binggung dengan ucapan Ken yang merasa bersyukur diri nya sudah bangun.
Sedangkan Barack yang sedang tidur di sofa terbangun dan membuka matanya. namun ia terkejut saat melihat adik dan temannya berpelukan. Barack mencoba pura-pura tidak melihat dan memilih untuk kembali tidur.
"Ahhh, pagi- pagi mata ku ternoda melihat mereka berpelukan," gumam Barack dengan malasnya.
Cukup lama Ken memeluk tubuh Violetta. Hingga akhirnya Violetta membalas pelukan hangat Ken.
Merasa di balas pelukannya, Ken tersenyum meski sekarang status hubungan mereka hanya sekedar sahabat dan atasannya. Namun, Ken sangat bersyukur masih bisa dekat dan menjaga Violetta sebagai seorang sahabatnya.
"Ehem," suara dehem seseorang mengejutkan mereka. Ken dan Violetta melepaskan pelukannya.
"Ray, mas," ucap Ken dan Violetta bersamaan. Menatap pada pria yang tengah berdiri di ambang pintu.
Sementara Rayan hanya bisa menghela napas panjang. Melihat istrinya dan sahabat nya tengah berpelukan di dalam kamar inap Violetta. Rayan mengira tidak ada orang lain yang ada di ruang itu. Rayan ingin sekali menghajar Ken yang berani memeluk istrinya ketika sedang berduaan. Namun, setelah terdengar seseorang di ruang itu.
"Kau sudah datang," suara barito yang mengejutkan Rayan.
Syukurlah jika Violetta tidak berdua saja di ruang ini.
Batin Rayan.
__ADS_1
"Hem," jawab Rayan.
Pria ini melangkah mendekati Violetta. Rayan memeluk dan mencium kening Violetta.
Ken dan Barack melihat keromantisan mereka dengan malas. Bisa - bisa nya Rayan bisa bersikap manis dan romantis di depan Violetta.
Ken ingin sekali menghajar namun, Barack mencegahnya membawa Ken untuk keluar. Bagi Barack ini bukan saat nya adiknya tahu akan penghianatan Rayan suaminya. Karena melihat kondisi Violetta.
Perasaan Barack juga sama seperti Ken. Namun bukan waktu yang tepat untuk membongkar nya.
"Ayo Ken kita keluar cari sarapan, aku udah lapar banget."
"Tapi Bar," tolak Ken.
"Kau mau melihat aku pingsan disini karena kelaparan," sentak Barack.
Sedangkan Ken hanya mendengus kesal dan pasrah ketika tangan nya di tarik oleh Barack.
Violetta yang melihat sahabatnya di tarik oleh kakaknya hanya bisa menggeleng saja.
Setelah kepergian mereka berdua, Rayan membuka pembicaraan mereka.
"Sayang, bagaimana kabarmu?" tanya Rayan.
"Seperti yang kau lihat," jawab Violetta dengan senyuman manisnya.
"Tidak apa-apa mas, Vio tahu kamu itu sibuk, kak Bara sudah menjelaskan. jika, kamu banyak pekerjaan," kata Violetta. Ia mengingatkan kembali saat ia akan pergi ke Singapura namun, Rayan menolak.
🍃🍃🍃
"Bar kau ingin makan dimana?," tanya Ken kepada Barack setelah sudah jauh dari ruangan Violetta.
"Aku hanya pergi minum kopi saja," jawab Barack asal.
Ken memutar bola matanya malas. "Astaga Bar, kau itu tidak jauh berbeda dengan Rayan."
"Oh, tidak, jangan samakan aku dengan pria bastard itu," protes Barack.
"Lalu, kenapa kau menarik aku ke luar?"
"Aku tidak ingin Violetta melihat ketidak suka kita kepada dia, aku takut Vio akan tahu dan itu akan mempengaruhi kesehatan Vio." Ujar Barack menundukkan kepalanya.
Mereka kini sudah berada di sebuah kafe yang ada di depan rumah sakit.
"Ken, aku tahu kamu begitu mencintai violetta." seru Barack.
Deg
__ADS_1
Ken yang sedang minum hingga tersendak saat Barack mengejutkannya. Ternyata Barack mengetahui perasaan cinta nya kepada Violetta. Namun hanya bisa di sembunyikan dalam diam.
"Hati-hati Ken," kata Barack lagi dengan tersenyum melihat expresi Pria yang ada di hadapannya.
"Terimakasih Bar," jawab Kendra.
"Apa kau masih mencintai dan masih menunggu Violetta?," tanya Barack kepada Kendra.
"Apa yang kau katakan Bar?," sentak Kendra.
"Sudahlah Ken, tidak perlu di tutupi lagi, dari awal aku sudah tahu jika kau menganggap Vio bukan hanya sekedar dari sahabat."
Ken hanya bisa diam.apa yang di bicarakan Barack benar adanya, selama ini Ken begitu mencintai dan menyayangi Violetta bukan hanya sebagai sahabat dan bawahan saja.
Barack mengijinkan Kendra untuk mengejar cintanya, karena ia tidak ingin melihat Violetta menderita apa lagi di selingkuh oleh suaminya sekaligus sahabat Barack sendiri.
"Aku harap kau masih tetap mencintai Violetta dengan keadaan sekarang."
"Bar," panggil Kendra.
Kendra menarik napas dalam-dalam.
"Aku dari dulu sampai detik ini aku masih mencintai adikmu, meski dia sedang sakit, aku ingin sekali ada di samping nya, merawat nya, andaikan Vio sudah tidak lagi bersama Rayan, detik ini juga aku Kendra Walker ingin menikahi Violetta agar aku bisa merawatnya."
Barack tersenyum melihat ke jujuran Kendra terhadap orang yang Barack sayangi yaitu Violetta.
Seandainya saja dulu Ken sudah jujur akan perasaan nya, keluarga Sanchez akan merestui nya. Namun, kini nasi sudah menjadi bubur.
Violetta merasa bosan berada di atas tempat tidur rumah sakit, meski sekarang Rayan yang sedang menemaninya.
"Kenapa sayang, kau ingin sesuatu?" tanya Rayan kepada Violetta.
"Aku bosan berada di sini," rengek Violetta merajuk.
"Bagaimana kalau kita ke taman yang ada di bawa?" Saran Rayan karena ia melihat taman rumah sakit. Violetta hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum.
"Wait, aku ambilkan kursi roda terlebih dahulu." Ijin Rayan. Ia mengecup kening istrinya sebelum pergi.
Cukup lama Rayan keluar dari kamar Violetta untuk mengambil kursi roda. Namun, terdengar suara dering handphone di samping tempat tidur. Violetta hanya bisa melirik melihat handphone suaminya yang di tinggal.
Violetta tidak berani untuk mengangkatnya mungkin rekan bisnisnya pikir Violetta. beberapa kali handphone nya selalu berdering hingga dering telepon berhenti. Namun beberapa menit kemudian masuk sebuah pesan singkat hingga Violetta tidak sengaja membaca notifikasinya.
Yang dikirim dari Dio yang tertulis.
Ray, jika kau tidak segera balik ke Hotel dalam satu jam. Akan aku kasih tau hubungan kita kepada keluarga istrimu.
Juduerr...
__ADS_1
Seketika hati Violetta hancur membaca pesan singkat dari layar handphone Rayan. Ingin rasanya Violetta mengambil dan membalas pesan singkat itu. Namun, Violetta urungkan ia tepis pikiran negatif nya tentang suaminya.