
41. Resmi Berpisah
Vallery,Ema dan mami Vania saling berbincang menghibur Violetta agar tidak sedih karena mengingat besok adalah jadwalnya untuk melakukan pencangkokan sumsum tulang belakang.
Barack menyadari dari balik pintu kaca ada beberapa pasang mata memperhatikan nya.
Barack memilih untuk keluar dari ruangan Violetta dan tidak ingin tahu urusan ke empat wanita.
Dan benar saja di balik pintu kaca ada Papi Ramon dan Ken Walker.
Barack menatap Papi Ramon. "Papi, maaf kan Bara yang sudah membuat Vio menangis,itu karena Bara tidak mau jika vio pergi ke pantai_"
Papi Ramon tahu akan pembicaraan putranya. Ia juga akan melakukan yang sama dengan putra nya. Karena Violetta harus banyak-banyak istirahat.
"Sudah tidak perlu minta maaf,papi tahu kamu ingin adik kamu tidak kenapa-kenapa."
Barack mengangguk kepalanya. "Papi sudah minta ijin kepada Dokter Ben,tapi Violetta tidak boleh terlalu lama jika ingin ke pantai besk_"
Ken memotong pembicaraan Bara dengan Ramon. "Ijinkan Ken yang menemani Violetta Om."
Barack dan Ramon menoleh kearah Ken yang begitu serius. "Tapi, bukan nya kamu sibuk Ken?" kata Barack.
Ken hanya tersenyum. "Tidak Bar, Violetta bagiku segalanya, urusan perusahaan Dave yang mengurus nya." Ken menatap Barack dan bergantian menatap papi Ramon.
"Om percaya sama kamu Ken."
"Apa om memberi ijin Violetta pergi bersama ku?"
"Iya Ken."
Barack melihat Ken yang membawa sesuatu mungkin itu untuk adiknya. "Kau ingin bertemu vio Ken?"
"Iya, tapi, sepertinya lebih baik nanti saja.liat Vio begitu bahagia bersama mereka."
Ketiga laki-laki memilih untuk berbincang di luar sembari menunggu ke empat para wanita.
🍃🍃🍃
Clik
Pintu apartemen di buka dari luar. Rayan hari ini lebih memilih untuk pulang saja. Karena pikiran nya benar-benar kacau.
"Kau sudah pulang Ray?" tanya Dea yang sedang asyik melihat handphone nya tanpa melihat ke arahnya.
Rayan ikut duduk di samping Dea dan merebahkan tubuhnya.
Rayan hanya bisa menghela napas kasar.
"Iya aku pulang cepat hari ini,"ucap Rayan singkat.
__ADS_1
"Liat dech, aku sudah menemukan wedding organizer yang rekomendasi banget,kamu pasti suka Ray."
Rayan tidak begitu menanggapi Dea yang sedang membahas WO. Yang Rayan inginkan sekarang adalah pergi istirahat untuk melupakan masalah yang sedang ia hadapi.
Rayan hanya bisa menghela napas berat. "Terserah kamu Dea, pilihlah sesuka hatimu jika itu menurut mu bagus." Rayan bangkit dari tempat duduknya dan pergi melangkah menuju kamarnya.
"Hai ... Kau mau kemana aku belum menunjukan gedung yang akan kita gunakan." teriak Dea saat Rayan pergi begitu saja.
Rayan tidak mempedulikan nya ia tetap jalan dan masuk ke kamarnya. Rayan memilih mendinginkan pikiran nya dengan mandi di bawa air shower.
Masalah perceraian nya saja belum, di tambah lagi ia di turun kan jabatan nya dan Dea menambahkan masalah lagi dengan acara pernikahan nya. Padahal Rayan belum membahas akan menikah lagi.
Rayan keluar dari kamarnya dan sudah berganti pakaian dengan yang lebih santai.
Dea mengerutkan keningnya saat melihat penampilan Rayan.
"Kau mau kemana Ray?" tanya Dea.
Rayan menghentikan langkahnya dan menoleh ke samping. "Aku ada urusan, mungkin pulang nya agak malam, jika kau bosan kau bisa pulang kerumah mu."
"Tidak, aku ingin di sini,lagian aku mau membahas tentang pernikahan kita."
"Dea, aku belum ingin membahas apapun termasuk pernikahan." sentak Rayan.
Dea merasa terkejut dengan sikap Rayan yang tiba-tiba perubah. "Ray, kau itu kenapa? Bukannya kau akan bercerai dengan Violetta dan kita akan menikah?"
"Apa kau tuli, jika aku tidak ingin membahas apapun."
"Ray, kenapa kau berteriak seperti itu?" Dea bangkit dan mendekati Rayan. Namun Rayan menepis tangan Dea saat ingin memegangnya.
Ada apa dengan dia
Batin Dea.
"Ray, tunggu kau mau pergi kemana?" teriak Dea.
Rayan tidak ingin berdebat dengan Dea. Ia segera pergi meninggalkan Dea di apartemennya. Dan menuju parkiran.
"Aku ingin bertemu val, hanya dia yang bisa membantu ku untuk tidak bercerai dengan vio," gumam Rayan saat sudah didalam mobilnya dan menuju sekolah Vallery putrinya.
Saat Rayan sudah di depan gerbang sekolah namun tidak melihat Valerry putrinya. Padahal sudah jam pulang.
"Kemana Val, apa dia tidak masuk hari ini?" gumam Rayan saat menatap ke arah gerbang sekolah.
Rayan melepaskan Safety belt dan membuka pintu mobilnya. Lalu ia turun dari mobilnya. Rayan mencoba bertanya kepada salah. Satu guru Vallery yang Rayan kenal.
"Selamat siang Miss mola," sapa Rayan.
"Siang," kata Miss mola ia melihat Rayan.
__ADS_1
"Saya Dady nya vallery,dari tadi saya tidak melihat putri saya. "
"Oh, sorry saya tidak mengingat anda tuan. Kebetulan vallery sudah pulang dari dua jam yang lalu."
"Apa," pekik Rayan.
Miss mola merasa heran kenapa Rayan tidak mengetahui jika Vallery sudah pulang dari dua jam yang lalu.
"Ya, sudah terimakasih atas informasinya Miss, kalau begitu saya permisi Miss."
_________________&&&&&&______________________
Sesuai janjinya tempo hari, pagi ini Kendra menempati janjinya kepada keluarga Violetta jika Ken yang akan menemani Violetta ke pantai. Awalnya Barack dan kedua orang tuanya tidak percaya jika Ken akan mengabulkan permintaan Violetta. Padahal Barack tahu jika Ken orang yang super sibuk tapi jika urusan menyangkut adiknya Ken mengutamakan Violetta dari pada pekerjaan nya yang sudah menantinya.
Ema membantu Ken untuk mempersiapkan semua kebutuhan Violetta yang akan ke pantai.
Sebelumnya Violetta sudah di beri ijin oleh dokter Ben. Asal Violetta di dampingi oleh dirinya dan kedua perawat. Karena siang ini adalah hari dimana Violetta akan melakukan operasi pencangkokan sumsum tulang belakang.
Dan bagaimana dengan perceraian Violetta dan Rayan. Dengan kekuasaan Ramon Sanchez tanpa mediasi dan sidang beberapa kali yang membutuhkan waktu lama. Rayan dan Violetta resmi berpisah oleh pihak pengadilan agama kemarin.
Barack sudah berjanji akan mengabulkan permintaan Violetta sebelum dia melakukan operasi, Barack tidak mau membuat Violetta merasa down lagi karena keinginan nya.
Bukan hanya Ken saja yang akan menemani Violetta tapi Barack juga akan menjaga adiknya.
"Baby, apa kau tahu_"
"Tidak kak, kan kakak belum cerita apapun hari ini." ucap Violetta memotong pembicaraan Barack.
Barack mendengus kesal ini lah yang membuat Barack selalu sayang kepada adiknya.
"Kakak belum selesai Vio!"
Violetta hanya tertawa kecil melihat kekesalan kakaknya.
"Pengacara Andrian baru saja menghubungi kakak jika kamu dan Rayan resmi bercerai."
Ada rasa sedih yang di rasakan oleh Violetta. Semudah itu ia berpisah dan sekarang sudah bukan lagi suami istri. Violetta mencoba untuk tetap tenang.
"Iya kak, bukan nya itu lebih baik," kata Violetta dengan bibir sedikit bergetar.
Barack tahu jika adiknya bersedih.
"Baby, apa kau siap untuk hari ini kita akan ke pantai?" ujar Barack mengalihkan pembicaraan agar Violetta tidak bersedih.
"Kakak gak lihat Vio sudah siap menunggu kakak."
"Tuan,nona Vio semua nya sudah siap," sahut Ema kepada Violetta dan Barack memberitahu jika semua nya sudah di persiapkan untuk pergi.
"Baik Ema terimakasih," kata Barack.
__ADS_1