Ku Lepas Kau Dengan Bismillah

Ku Lepas Kau Dengan Bismillah
44. Sisi Lain Emma


__ADS_3

44. Sisi Lain Emma


Emma menemani Violetta kembali ke kamarnya di sepanjang lorong rumah sakit Violetta banyak bercerita tentang Ken.


"Emma," sapa Violetta dengan lemah.


"Iya nona."


Violetta menghembuskan napas kasar. "Apa aku harus bahagia atau sedih ketika ken mengungkapkan perasaan nya kepada ku dan lihat ini," kata Violetta seraya menunjukan cincin pemberian Ken kepada Emma.


Emma tersenyum. "Nona, harus nya bahagia tidak boleh sedih, bukan nya cinta pertama nona tidak bertepuk sebelah tangan dan tuan ken begitu sangat mencintai Nona."


"Tapi Emma, di saat Ken mengungkapkan perasaan nya di saat keadaan ku seperti ini, aku tak_"


"Aduh Nona tunggu sebentar disini," kata Emma meminta ijin karena Emma sudah menahan kandung kemih sejak tadi. Namun, Ken meminta dirinya untuk mengantarkan Violetta.


"Eh kamu kenapa Emma?" tanya Violetta saat melihat Emma lari begitu saja menuju toilet saat dirinya melewati toilet VVIP.


Violetta tertawa melihat Emma yang terbirit-birit.


"Iya, sudah sana, dari pada kamu ngompol nanti." gumam Violetta.


"Emma cepat sekali kamu ke toilet nya apa kamu ngompol sebelum sampai toilet?" tanya Violetta saat dirinya merasakan ada yang mendorong kursi rodanya. Namun tidak ada Jawaban dari Emma. Violetta menoleh dan terkejut saat melihat siapa yang sudah membawanya pergi.


"Ray-an," gumam Violetta.


Rayan tersenyum. "Iya ini aku sayang,"


"Mau apa kamu Ray? bukanya kita sudah_"


"Kita sudah berpisah gitu?"


Rayan tertawa terbahak-bahak saat menatap Violetta yang sedikit ketakutan. "Sampai kapan pun aku tidak ingin berpisah dengan mu Violetta!"


"Kamu jangan gila Ray ..." desis Violetta.


Rayan kembali tertawa. Mata Rayan menoleh ke kiri dan ke kanan ia takut jika ada seseorang yang melihat nya.


"Aku gila, ya aku sudah gila sayang, gila karena kamu, aku pastikan kau tidak akan bahagia dengan siapa pun termasuk sahabat kamu itu. Yang pura- pura menjadi sahabat tapi ternyata kalian main hati dibelakang ku."


Rayan menangkup wajah Violetta dengan sangat kasar dan menatap mata Violetta. "Kamu hanya milik aku, kamu hanya milik aku Violetta."


"Aku akan menghapus jejak pria itu di..." Rayan memaksa untuk mencium bibir Violetta dengan paksa untuk menghilangkan jejak bekas ciuman Ken.


Flashback :


Rayan sebenarnya ingin bertemu dengan Violetta tapi saat baru sampai di depan gerbang rumah sakit Rayan melihat Violetta dan yang lainnya.


"Mau kemana Vio?" gumam Rayan.


"Bukankah Vio akan di operasi hari ini dan di rumah sakit ini dan mau kemana dia?" imbuh Rayan lagi.


Rayan tidak jadi masuk. Ia mengikuti mobil yang Violetta naiki dan Rayan terkejut saat mobil yang ia ikuti menuju pantai.


Rayan bertanya-tanya dalam benak nya untuk apa Violetta dan yang lainnya ke pantai.


Dari kejauhan Rayan mengamati saat melihat Violetta dan Ken berbincang dan Rayan di kejutkan lagi saat Ken mencium bibir Violetta dan menyematkan cincin di tangan mantan istrinya.


Rayan merasa murka, Rayan merasa di bohongi saat dirinya di paksa untuk bercerai dari Violetta oleh keluarga Sanchez.


"Sial, aku di paksa bercerai dengan nya. Dan ini jawaban nya ternyata mereka ada main di belakang ku selama ini."

__ADS_1


"Bastard kau Ken, kau bukan hanya sebagai sahabat Violetta tapi ternyata di balik persahabatan kalian selama ini kau diam- diam ada hubungan dengan Violetta," ucap Rayan dengan amar yang ia sudah tahan. Ingin rasanya Rayan datang dan menghajar Ken. Tapi, Rayan melihat Barack dan Emma.


"Sial," umpat Rayan. Karena jika ia datang Rayan akan di hajar oleh Barack.


Falshback off:


Tidak hanya menangkup wajah Violetta tapi Rayan mencengkram wajah Violetta.


"Awwwhhh!Ray!Please don't get sick!" Jerit Violetta kesakitan.


Violetta menjerit sekuat tenaga namun tenaga Violetta sangat lemah untuk berteriak meminta tolong.


Violetta hanya bisa berdoa agar secepatnya ada seseorang yang datang menolong nya.


"Emma ... Kakak... Papi ... Ken..."


Batin Violetta sangat berharap mereka yang di sebut mendengarkan jeritan Violetta untuk segera datang.


Violetta mengelengkan kepalanya dengan air matanya mengalir deras. Violetta memohon agar Rayan tidak berbuat kasar kepada nya.


"Ray, aku mohon jangan lakukan ini, kita bisa berbicara baik-baik."


"Tidak Vio, kau berselingkuh di belakang ku selama ini, hingga aku di paksa untuk melepaskan mu."tegas Rayan.


Violetta melenggangkan kepalanya. "Tidak Ray, aku tidak pernah berselingkuh di belakang kamu selama ini, apa kamu tidak sadar kamu yang berselingkuh?"


"Diam kamu!" Bentak Rayan.


Violetta mencoba memberontak meski tenanga sangat lemah.


Rayan tidak mempedulikan Violetta, Rayan kembali memaksa dirinya untuk mencium bibir mantan istrinya itu. Rayan tahu Violetta tidak memiliki tenaga hingga ia nekat untuk berbuat kasar.


Meski Violetta memohon tapi Rayan tetap tidak mempedulikan nya.


Bugh.


"Tuan, anda benar-benar kurang ajar, anda berani sekali melecehkan mantan istri sendiri." ujar Emma tidak terima Violetta di lecehkan oleh Rayan meski ia berstatus mantan suami.


Rayan tersenyum. "Kau hanya asisten jangan pernah ikut campur!" kata Rayan meremehkan Emma.


Emma tersenyum miring, "justru itu, Nona Violetta tanggungjawab ku jadi aku harus ikut campur apa lagi masalah keselamatan nya."


Bugh


Bugh


Rayan terkejut melihat sisi lain dari Emma yang barbar Rayan mengira Emma hanya asisten biasa yang tidak bisa melakukan kekerasan. Nyatanya saat Rayan melawan Emma dengan lihainya menghindar dan membabi buta Rayan.


"Emma sudah cukup!" gumam Violetta.


Saat hendak memukul kembali namun di cegah Violetta Emma menghentikan nya dan menyuruh Rayan untuk pergi.


"Pergi lah Taun sebelum saya mengganjar anda lagi!"


Dengan ketakutan Rayan akhirnya memilih untuk kabur.


Emma menghampiri Violetta yang sedang ketakutan.


"Nona Vio apa ada yang sakit?"


Violetta hanya bisa menggelengkan kepalanya dan menangis.

__ADS_1


"Maafkan Emma Nona, karena sudah berani meninggalkan Nona sendirian."


"Tidak Emma, antar aku ke kamar segera dan tolong rahasia kan kejadian ini kepada siapapun."


"Tapi Nona?"


"Sudah Emma aku mohon!"


"Baik Nona," Emma menurut apa yang di perintahkan oleh Violetta dan mereka menuju kamar rawat inap Violetta.


Emma membantu Violetta berganti pakaian. Tidak lama perawat datang untuk menjemput Violetta ke ruang operasi.


Keluarga Sanchez sudah menunggu Violetta di depan ruangan operasi.


Vallery tersenyum saat melihat Violetta datang. Ia yang berada di gendongan Barack.


"Uncle, apa boleh Val ke mommy?" Bisik Vallery.


"Tentu saja Val," kata Barack menurunkan Vallery dari gendongan dan membiarkan Vallery mendekati Violetta yang tengah duduk di kursi roda.


Violetta merentangkan kedua tangannya untuk menyambut putrinya.


"Val..."


"Mommy..."


"Val doain semoga operasinya mommy lancal dan bisa bersama Val lagi."


Violetta mengamini doa putrinya. "Terimakasih sayang," ucap Violetta.


Vallery menatap wajah ibunya. "Mommy ini kenapa?" ucap Vallery menunjuk ke wajah nya yang sedikit memerah akibat cengkraman tangan Rayan beberapa waktu yang lalu.


Sontak membuat semua orang yang disitu penasaran dan benar saja mereka menatap wajah Violetta lebih intens.


Namun membuat Violetta panik jika semua orang mengetahui nya. Kecuali Emma yang hanya diam saja.


"Sayang wajah kamu kenapa?" tanya Ramon Sanchez melihat lebih dekat ke arah putrinya.


"Eh ,ini tadi_" ucap Violetta sedikit gugup dan panik.


"Nona tadi tidak sengaja terkena pintu," sahut Emma memotong pembicaraan Violetta.


"Iya itu tadi Vio kena pintu," kata Violetta.


Terimakasih Emma kau sudah membantu ku.


Gumam Violetta dalam hati seraya melihat ke Emma dan Emma mengangguk melihat Violetta menatap nya.


Ken tahu apa arti tatapan yang di berikan Violetta untuk Emma.


"Aduh sayang lain kali hati-hati ya." ujar mami Vania. Mendekati Violetta.


"Iya mih, pih maafkan Vio yang membuat kalian khawatir."


"Maaf waktunya ibu Vio untuk masuk ke ruang operasi sekarang!" sahut perawat.


Semua orang memeluk dan memberikan dukungan untuk Violetta.


"Emma terimakasih kau sudah membantuku," kata Violetta saat ia berpelukan dengan Emma.


"Iya Nona," jawab Emma.

__ADS_1


Ken menghampiri Violetta dan memeluknya.


"Aku tahu kamu pasti kuat dan jangan takut aku ada disini." Ken mengecup kening Violetta dengan lembut sebelum Violetta masuk. Sedangkan Violetta hanya mengangguk kepalanya.


__ADS_2