Ku Lepas Kau Dengan Bismillah

Ku Lepas Kau Dengan Bismillah
53. Kenyataan Pahit


__ADS_3

53. Kenyataan Pahit.


"Tunggu..." teriakan seseorang yang tidak asing bagi mereka.


Semua orang menoleh dan melihat kedatangan seseorang yang sejak tadi banyak yang mencarinya.


"Ken, " pekik Daniel.


Daniel merasa heran kenapa putra nya bisa lepas dari penjagaan yang ia tugaskan kepada beberapa bodyguard nya untuk menjaga putra nya.


Angelina tersenyum lembut melihat kedatangan putra nya.


"Iya, Ken datang Dad,"


Ken melangkah mendekati kedua orang duanya dan keluarga violeta.


Salah satu bodyguard nya yang mengikuti Ken dan hendak menangkap Ken kembali.


"Maaf Tuan. ini kelalaian kami hingga Tuan muda bisa kabur. " kata salah satu bodyguard Daniel.


"Lepaskan Putra ku, dia hanya ingin menghadiri pemakaman Vio saja! " Angelina meminta untuk melepaskan Ken.


Namun bodyguard nya tidak mau melepaskan tangan Ken. Hanya Daniel yang bisa memerintah kan nya. Hingga ken mencoba melepaskan dirinya dengan sekuat tenaga ken menepis nya.


"Lepas!" bentak Ken.


"Sweety kenapa kau menyuruhnya, " ucap Daniel kepada istrinya.


"Apa kamu tidak melihat putra kita sangat menderita dengan kepergian Violeta dan kamu Dad dengan teganya melarang Ken untuk hadir, "


"Tapi sweety_"


Angelina memotong ucapan Daniel dengan membisikkan sesuatu di telinga nya.


"Gaun warna merah," bisik Angelina.


Glek


Daniel menelan ludahnya saat istrinya mengingatkan warna gaun favoritnya saat Angelina memakai nya.


Angelina tersenyum puas saat mengancam suaminya.


"Ahhhh Dasar macan betina," gumam Daniel.


Flashback :


Semenjak Ken di lumpuh kan oleh suruhan Dady nya Ken di larang keluar dari Mansion mewah miliknya dan juga tidak boleh menghadiri pemakaman violeta.


Meski angelina memohon agar putra nya bisa hadir di hari terakhir violeta. Daniel tidak mengabulkan permintaan istrinya kali ini. Membuat angelina merasa kecewa terhadap suaminya.


Daniel tahu jika Ken di ijinkan ia akan melarang violeta di makamkan.


Beberapa bodyguard berjaga di depan kamar Ken agar ken tidak kabur dan membuat kekacoan.

__ADS_1


Dave yang melihat bos nya itu ikut prihatin. Bagaimana perjuangan ken untuk selalu dekat dan mendapatkan violeta sejak dulu.


Dengan setia nya Dave ikut menjaga Ken. Dave teringat sesuatu saat Daniel dan Angelina akan pergi. Angelina menjatuhkan sesuatu di dekat Dave.


Dave mengambil dan memasukkan segera ke dalam kantong celana nya.


Dave membaca secarik kertas yang bertuliskan beberapa angka.


Dave mencoba memahami nya dan ia baru teringat jika ada salah satu pintu rahasia yang di buka menggunakan kode.


"Tuan," panggil Dave kepada Ken.


Melihat penampilan Ken yang urakan dan kondisi kamar yang sangat berantakan.


"Dave kenapa kamu bisa ada disini?" tanya Ken.


"Pertanyaan anda tidak penting tuan. Sekarang gantilah baju anda dan pergi lah ke pemakaman dan ini kunci mobil yang sudah saya siapkan di ujung jalan."


"Kau selalu bisa di andalkan Dave." Ken menyambar paper bag dari tangan asistennya dan langsung pergi.


"Iya Tuan, tapi saya menunggu anda berkata terimakasih Dave."


Batin Dave


Ken tidak ada waktu untuk pergi mandi ia menganti baju dan menyemprot wewangian di badan nya.


Dave keluar dari kamar Ken saat Ken sudah pergi lewat pintu rahasia yang sebelumnya Dave sudah membuka dengan kunci cadangan.


Ceklek


"Tuan Dave kenapa anda dari dalam? " tanya bodyguard yang merasa heran.


Dave yang tidak memiliki expresi berkata. "Apa kalian lupa jika saya asisten tuan muda? Saya bisa masuk sesuka hati saya."


"Lalu dimana tuan muda ken? " ujar bodyguard yang melihat kamar Ken kosong.


"Dia sudah pergi 30 menit yang lalu. So apa saya boleh lewat untuk menyusul bos saya,"


Tidak menjawab pertanyaan Dave beberapa Bodyguard yang di tugaskan menjaga Ken pergi untuk mengejar Ken.


Flasback off:


"Dimana Vio uncle? " tanya Ken kepada Ramon.


Ramon hanya bisa menghela nafas kasar. ternyata Ken masih belum percaya putri nya telah pergi.


Ramon merangkul tubuh Ken yang sama- sama memiliki tubuh tinggi besar dan menuntun Ken ke depan gundukan tanah yang masih basah.


"Ken,"


Ken menoleh ke arah Ramon.


"Jika cintamu sedalam laut, maka ikhlas mu harus seluas langit,"

__ADS_1


"Apa maksudnya Uncle?"


Ramon tersenyum dan menyerahkan bunga kepada Ken untuk di tanyakan di atas gundukan tanah.


Ken mengerutkan keningnya dan menatap Ramon. Seakan ken bertanya untuk apa bunga ini.


"Untuk sepasang raga yang saat ini sudah tidak berjalan berdampingan, untuk sepasang tangan yang saat ini tidak bisa lagi saling bergenggaman, dan untuk sepasang hati yang masih melekat di hati kita." ucap Ramon.


Dan ken malah mencari keberadaan Violeta.


"Uncle dimana vio? " ucap Ken mencari seseorang yang ia cintai.


"Dia ada di depan mu Ken." lirih Ramon dengan nada sedih.


"Berdoa lah untuk nya, "


"Memang, tak pernah ada yang sederhana dari sebuah kehilangan. Selalu menyisakan banyak tangis, rasa sakit, dan rindu yang begitu pahit, terlebih di saat mengingat semua kenangan yang membuat dada semakin menyesakkan. Tapi, Ken uncle mohon ikhlaskan kepergian Vio, agar di sana tenang." imbuh Ramon.


Ken masih mencerna kata-kata Ramon ia masih bertanya-tanya dalam benak pikirannya.


Ken menundukkan pandang dan menatap gundukan tanah yang bertaburan bunga dan menatap baru nisan bertuliskan Violeta Sanchez.


Deg


Ken tersadar dari pikiran nya. Ken menggelengkan kepalanya tidak percaya.


Ken menjatuhkan kedua lutut kakinya di depan makam violeta.


Tes


Air mata Ken tiba-tiba menetes begitu saja melihat orang yang Ken cari ada di depan nya.


Ken hanya bisa membisu di depan makam Violeta. Semua orang ikut larut dalam tangisan. Mereka juga tahu perasaan Ken seperti mereka saat ini. Merasa kehilangan seseorang yang selama ini Ken sayangi.


"Sayang,Yang namanya perpisahan tentu menyisakan duka mendalam, tak terkecuali perpisahan karena kematian. Setiap manusia memang pasti akan menemui ajal, tetapi kita sebagai manusia kerap gak siap dengan perpisahan.. Perasaan sedih, hancur, kecewa, hingga ikhlas mau gak mau harus kita terima."


"Tapi ini gak adil buat Ken Mom," kata Ken yang sedari tadi hanya diam saja akhirnya mau buka suara.


"Tapi Cinta kalian akan tetap abadi, hanya raga kalian yang tidak bisa bersatu." seru Mommy Angelina mendekati putra nya.


"Vio akan selalu ada disini," ucap Angelina menyentuh dada Ken.


"Jangan terlalu lama larut dalam kesedihan, kamu tahu kan sayang, jika Vio tahu dia akan marah, jadi Mommy mohon ikhlas kan Vio."


"Mommy akan memberikan waktu kamu disini,"


Angelina menepuk bahu putra nya dan memberikan waktu Ken untuk sendirian di depan makam violeta. Meski Ken sendirian Dave asisten nya menemani dari jauh.


Angelina dan yang lainnya meninggalkan pemakaman dan meninggal Ken.


Angelina berpapasan dengan Dave dan berkata.


"Terimakasih, dan temani dia."

__ADS_1


"Siap, Nyonya besar, " ujar Dave dengan tegas.


__ADS_2