Ku Lepas Kau Dengan Bismillah

Ku Lepas Kau Dengan Bismillah
58. Desakan


__ADS_3

58. Desakan.


Dea mengejar Rayan yang sudah keluar dari apartemen nya terlebih dahulu. Dea tidak mau jika Rayan melaporkan kejahatan nya.


Brak


Dea menutup pintu dengan sangat keras hingga membuat gema di lorong apartemen.


Dengan terburu-buru Dea sedikit berlari menyusul Rayan yang sudah tidak terlihat.


"Buat apa kau mengejar nya jika rekaman cctv rumah sakit ada disini sama saja kau akan membusuk di penjara." Sahut seseorang yang asing bagi Dea.


Deg


Dea seketika berhenti. Ia membalikkan badan nya dan melihat seseorang yang tengah bersandar di samping pintu apartemen Rayan dengan tersenyum devil dan mengipas-ngipaskan amplop berwarna coklat.


"Sial, kenapa tidak berpikiran untuk merusak cctv."


Batin Dea.


"Kamu siapa? Rekaman CCTV apa? " tanya Dea yang pura-pura tidak tahu apa yang di maksud pria tersebut.


"Hahaha.."


Pria yang berada di hadapan Dea tertawa hingga mengema melihat Dea yang pura-pura bodoh.


"Kau tidak perlu pura-pura bodoh, saya tahu betul siapa anda adalah wanita yang licik, " seru Ski dengan seringai tipis.


Ski adalah orang kepercayaan Keluarga Sanchez yang di tugaskan untuk mengawasi Dea dan Rayan selama ini.


Ski berjalan mendekati Dea. Dan berbisik. "Bagaimana apa kau sudah merasakan Karma yang sesungguhnya dengan kepergian kekasih mu yang tidak berguna itu? Siap-siap saja kau akan membusuk di penjara."


sedang kan Dea hanya bisa merasakan ketakutan yang hebat.


Clik


Dea tidak sadar jika Ski memasang kedua tangan Dea dengan borgol.


Ski berjalan meninggal Dea yang masih terbengong. Dan Ski mengisyaratkan pandang matanya kepada salah satu anak buah Ski yang tidak jauh darinya.


Dea tersadar saat Dea di tarik paksa oleh anak buah Ski.


"Ayo jalan!" katanya.


Dea menoleh kesamping ia merasa terkejut melihat seseorang yang asing bagi Dea yang memaksa nya.


Dea berkata. "Si-siapa kamu, ma-mau apa kalian. Lepas jangan bawa aku". ucap Dea menolak.


Dea mencoba memberontak saat anak buah Ski menyeret Dea dengan paksa.


"Lepas! Lepaskan saya! "

__ADS_1


"Kalian akan menyesal nanti, " imbuh Dea.


Namun anak buah Ski tidak mempedulikan teriakan dan ancaman Dea saat berontak untuk dibawa pergi dari apartemen.


Berbeda dengan seseorang yang sedang berada di negeri sakura yang merasa senang tas kesabaran selama ini.


Barack tersenyum puas saat menerima laporan dari orang kepercayaan nya yaitu Ski yang di tugaskan untuk mengawasi Rayan dan Dea.


"Memang selalu bisa di andalkan dia." gumam Barack yang masih bisa terdengar oleh Ramon. Karena mereka sedang berada di ruang kerja Ramon.


"Siapa Bar, seperti nya senang banget, " seru Ramon.


Barack mengakhiri pandangan nya yang sedari tadi ke layar handphone nya ke arah suara Ramon berada.


"Ski Pih," ucap Barack singkat.


"Tugas apa yang kamu berikan kepada Ski sayang." Sahut Vania yang ikut nimbrung percakapan anak dan suaminya saat mengantarkan minuman untuk mereka berdua.


"Terimakasih Mih," ucap Barack saat menerima secangkir Teh dari Vania. Dan vania membalasnya dengan senyuman manis nya.


"Bara menugaskan Ski selama ini untuk mengawasi rayan dan wanita itu. Maafkan Bara selama ini tidak cerita ke kalian. " kata Barack sedikit menundukkan pandang nya.


Ramon tersenyum. "Buat apa meminta maaf Bar, itu sudah tugas kamu. Karena kamu adalah pengganti Papi." ujar Ramon.


"Papi juga tidak akan marah atau keberatan jika kami tidak mengetahui apapun rencana kamu."


Barack kembali mendongakkan kepalanya dan memperhatikan ucapan Ramon.


"Asal kamu tahu Bar, Sejak Papi meminta kamu untuk di percaya memimpin perusahaan sudah menjadi tanggung jawab kamu. Apa lagi ini untuk kebaikan adik kamu. Papi tidak kan pernah melarang nya selama masih hal positif. " lanjut Ramon.


"Mami senang dengarnya Sayang, tidak salah kan jika Ski tetap ada di samping kamu." sambung Vania.


"Iya Pih, Mih. terimakasih selama ini sudah memilih Ski untuk Barack."


"Iya sayang." ucap mereka berdua.


🍃🍃🍃


"Honey, kamu kenapa memandang cincin itu sambil senyum-senyum?" ucap Daniel saat melihat istrinya yang sedang duduk dimeja riasnya.


Ia melangkah mendekati istrinya sembari memeluk dari belakang.


Angelina menoleh dan tersenyum manis.


"Dad,"


"Mom, sudah tidak sabar memakaikan cincin ini untuk menantu kita nanti." lanjutnya.


"Itu bukan nya_" ucapan Daniel terpotong.


"Ini cincin turun temurun di keluarga kita, dan nanti istrinya ken yang akan menjaganya seperti Mom selama ini." ucap Angelina.

__ADS_1


Daniel mencium puncak kepala istrinya dari belakang. Dan berkata "Tapi Honey, apa ken sudah mau untuk menikah. bukan nya dia_" Angelina memotong ucapan Daniel.


"Dady tinggal mendukung keputusan Mom saja semua akan menjadi urusan Mom."


Daniel hanya bisa pasrah jika istrinya sudah memberikan ultimatum kepadanya.


Berbeda dengan seseorang yang ada di negara bagian lain.


Dave menarik napas dalam-dalam sebelum menyampaikan ucapan kramat untuk Bos sekaligus sahabatnya.


"Ken, apa kamu tidak ingin menikah? atau mencari wanita lain selain nona violeta?"


Ken menghentikan aktivitas nya yang sedang memainkan jari-jarinya di atas keyboard laptop nya.


"Tidak." ucap Ken singkat.


"Tapi Ken. Apa kamu tidak memperhatikan sekeliling kamu banyak wanita cantik yang terpesona dengan mu?" seru Dave.


"Mana ada wanita yang mau dengan laki-laki seperti ku. Yang tidak sempurna dan keberanian untuk mengatakan cinta?" kata Ken dengan memalingkan pandang nya ke luar jendela mobil.


Dave tertawa mendengar penuturan Ken.


Sedangkan Ken hanya memutar bola matanya dengan malas. Karena orang kepercayaan nya sekaligus sahabat nya itu selalu mendesak untuk mendapatkan pendamping atau mencari pengganti Violeta seperti Angelina untuk segera menikah.


Sedangkan Dave sendiri juga sama-sama Jones alias jomblo ngenes.


"Bukan kah laki-laki sempurna yang pertama berdasarkan Einstein itu ketampanan, dan juga kekayaan menyertai itu yang seorang wanita butuhkan? Itu akan menjadi bonus yang di idam-idamkan para wanita?"


"Itu semua ada pada dirimu Ken?" sambung Dave.


Ken menghela napas panjang. "Namun bukan itu poinnya yang aku cari."


Dave memperbaiki posisi duduknya yang sedikit miring agar bisa menyimak obrolan Ken.


Dengan tatap sendu Ken berbicara. "Yang Aku mau harus bersedia mengerti dan memahami kesibukan pasangan tanpa bertanya dan untuk mencintai tanpa syarat dan menerima tanpa terpaksa."


Dave menerawang perkataan Ken semua ada pada Violeta. Dave tau Ken tidak akan mencari wanita lain selain Violeta.


"Dave pergilah carilah wanita! " pinta Ken kepada Dave.


"Apa kamu berubah pikiran Ken menyuruh ku untuk mencari wanita untuk mu?" ucap Dave dengan semangat.


"Tidak aku tidak berubah pikiran, aku perintah untuk kamu, agar kamu bisa merasakan fase rasanya kehilangan seseorang yang sangat kamu cinta bahkan belum sempat kau miliki akan terasa sakit."


Glek


Dave menelan air ludahnya mendengar perintah Ken untuk mencari pasangan nya sendiri.


Dan Dave hanya bisa memperlihatkan gigi putih nya saja kepada Ken dengan jari tangan nya memainkan stir mobilnya.


"Cinta itu tentang hal rumit atau apa lah, yang terpenting kuncinya hanya satu, " ujar Ken.

__ADS_1


"Apa itu Bos?" tanya Dave.


"Nyaman."


__ADS_2