Ku Lepas Kau Dengan Bismillah

Ku Lepas Kau Dengan Bismillah
50. Kabar Buruk.


__ADS_3


Kabar Buruk.



Ramon Sanchez dan keluarganya mendapat kabar dari pihak rumah sakit. Mereka bergegas menuju rumah sakit.


Ramon dan istrinya merasa harap-harap cemas saat menuju rumah sakit. Karena pihak rumah sakit tidak menjelaskan apa yang terjadi.


"Pih, ada apa ini kenapa kita di panggil untuk datang kerumah sakit mendadak seperti ini, bukan nya kita setiap hari juga kesini?" tanya mami Vania kepada suaminya.


"Papi juga tidak tahu, kita berdoa saja semoga ini kabar baik," kata Ramon Sanchez yang menggandeng tangan istrinya menuju ruang seteril.


Mami Vania hanya bisa mengamini saja.


Terlihat dari luar ruangan di dalam ruangan seteril Violetta ada beberapa perawat yang ada di sana dan juga terlihat Dokter Ben dan juga Dokter Aleta yang cukup serius di dalam sana.


"Pih, ada apa? Kenapa rame sekali?."


"Ntahlah sayang," Ramon mengangkat kedua bahunya.


Vania dan Ramon merasa cemas karena mereka belum mendapatkan laporan apapun tentang Violetta.


Sebelum pergi kerumah sakit Ramon tidak lupa menghubungi Barack untuk datang kerumah sakit.


"Tuan, nyonya Sanchez kalian sudah datang." sahut seseorang dari arah belakang mereka.


Sepasang suami istri itu menoleh ke belakang dimana sumber suara yang memanggil mereka.


"Emma," gumam mereka berdua.


Melihat Emma yang nampak terlihat kelelahan dan sedang mengatur napasnya yang sedikit tersengal.


"Kamu dari mana? Kenapa tidak menjaga Violetta disini dan itu_" ucapan Ramon Sanchez terpotong.

__ADS_1


"Maafkan Emma Tuan, Emma habis mengejar seseorang yang mencoba melukai Nona Vio."


"Apa," pekik mereka berdua.


"Emma lebih baik kamu duduk dulu dan kamu ceritakan apa yang sebenarnya terjadi?"


Emma duduk di kursi yang ada di sekitar mereka. Setelah merasa lebih baik Emma menceritakan jika ada seseorang yang ingin melukai Violetta.


Beruntung ruangan seteril Violetta terdapat alaram hingga perawat bergegas datang tepat waktu. Namun seseorang itu sudah masuk ke dalam ruangan seteril tanpa prosedur yang berlaku.


"Tidakk..." Mami Vania histeris mendengarkan Emma bercerita tentang keadaan nya Violetta.


"Sayang tenang, papi yakin putri kita itu kuat, dia tidak mungkin menyerahkan begitu saja dengan penyakitnya."


Ramon mencoba menenangkan istrinya.


"Dia putri kita Pih, mami tidak mau kehilangan."


Emma hanya bisa diam mematung melihat sepasang suami istri yang sedang saling menguatkan.


"Vio ..."


"Mami mohon bertahanlah sayang demi mami demi val juga sayang."


"Ya Tuhan,sembuhkan lah dia jangan kau ambil nyawanya, aku mohon ijin aku untuk menjaga putriku walau hanya sebentar saja." tambah Vania dengan berlinang air matanya dengan menatap ke arah dimana Violetta bersama team medis nya.


"Emma dimana orang itu?" tanya Ramon. Ia merasa geram dengan seseorang yang nekat masuk kedalam ruangan seteril.


Apa lagi Violetta lebih rentan terserang penyakit karena imunitas tubuh menurun. Pencangkokan sumsum tulang belakang ini tidak di ambil dari pihak keluarga melainkan dari donor sumsum tulang belakang dari orang asing, yang sama sekali tidak memiliki hubungan darah dengan Violetta. Kemungkinan sangatlah tipis untuk penyembuhan nya.


Maka dari itu tidak ada yang boleh masuk kedalam ruang seteril kecuali pihak medis.


"Tuan jangan khawatir sudah di amankan oleh pihak berwajib."


"Syukurlah."

__ADS_1


Ramon merasa lega karena pelakunya sudah tertangkap.


Dua hari telah berlalu namun Dokter belum menjelaskan keadaan Violetta. Dan pagi ini Dokter yang menangani Violetta bertemu dengan keluarga Violetta menjelaskan tentang kesehatan Violetta saat ini.


Yang Ramon khawatir tentang Violetta terjadi juga. Kini Violetta mengalami komplikasi seperti infeksi membuat kegagalan transplantasi, membuat tubuh Violetta saat ini gagal menerima sel induk darah yang baru.


🍃🍃🍃


Ken merasa dirinya tidak enak. Ia merasa ada sesuatu yang tidak beres tentang Violetta.


Ken mencoba menghubungi asisten nya Emma yang di tugaskan untuk menjaga Violetta.


Saat ini Ken sedang berada di negara lain. Kunjungan kali ini tidak bisa ia gantikan oleh Dave asisten nya. Karena perusahaan cabang Walker sedikit ada masalah yang mengharuskan pimpinan perusahaan harus turun tangan langsung. Membuat Ken tidak bisa menjaga Violetta beberapa hari kedepan.


"Emma bagaimana kondisi vio saat ini?" tanya Ken via sambungan telepon.


"Syukurlah jika tuan menghubungi kembali. Emma sudah menghubungi tuan dua hari yang lalu tapi_ "sebelum Emma menjelaskan kepada Ken apa yang sebenarnya terjadi Ken memutuskan sambungan telepon begitu saja.


"Nona vio_ "


Tutututut...


"Astaga tuan ken, Emma belum juga menjelaskan apa yang terjadi malah memutuskan sambungan begitu saja."


Ken saat ini tidak butuh penjelasan dari Emma ia bergegas untuk kembali ke tanah air dan melihat langsung keadaan wanitanya.


"Tuan mau kemana? Sebentar lagi meeting akan di mulai." tanya Dave karena melihat Ken yang tidak jadi masuk kedalam meeting room, padahal dia harus memimpin meeting penting.


"Dave, aku yakin jika kamu bisa menggantikan ku saat ini, "


"Tapi Tuan meeting ini sangat penting untuk perusahaan." ujar Dave mencegah Ken untuk pergi.


Ken yang sudah melangkah pergi ia berhenti sejenak dan menatap Dave sebentar dan berkata.


"Violetta jauh lebih penting dari apapun."

__ADS_1


Ken meninggalkan Dave sendirian dan ia kembali k tanah air.


__ADS_2