Ku Lepas Kau Dengan Bismillah

Ku Lepas Kau Dengan Bismillah
18. Violetta Terbangun.


__ADS_3


Violetta Terbangun.



Flashback:


"Baik, jika tidak boleh, aku akan menghubungi Barack, jika kamu telah berkhianat terhadap adiknya," ujar Dea dengan senyum licik


Jedueerrr


Bagai petir di siang bolong. Rayan begitu terkejut mendengar ancaman Dea. Rayan mematikan handphone nya dan melangkah mendekati Dea.


Bagaimana bisa Rayan tidak berpikir jika Dea bisa melakukan apapun untuk mendapatkan keinginannya.


"Sial," umpat Rayan dalam hatinya.


Rayan bisa saja marah kepada Dea tapi pria ini tidak ingin kehilangan perhatian dan kenyamanan yang ia dapatkan dari Dea.


Dea tersenyum melihat Rayan melangkah mendekati dirinya.


"Bagaimana," tanya Dea. Saat Rayan sudah di depan nya.


"Kamu ini iya, bisa nya mengancam saja." Rayan menarik hidung Dea.


"Iya karena aku tidak ingin kehilangan kamu Ray, Aku hanya memastikan saja jika kamu tidak membohongi ku, maka kamu harus ajak aku."


"Aku tidak mau kamu terlalu dekat dengan istrimu lagi. Kau milikku dan tidak akan bisa lepas begitu saja dariku," ucap Dea dalam hati.


Dea adalah segalanya buat Rayan saat ini. Rayan selalu menginginkan lagi dan lagi ketika bersama Dea.


Rayan mengijinkan Dea untuk pergi ke Singapura bersama.


Falshback off:


Rayan hanya menatap Violetta yang sedang tertidur. Wajah yang pucat dan ruam kemerahan atau keunguan di berbagai tubuhnya.


Rayan merasa sedih melihat kondisi istrinya yang semakin lemah. belakangan ini Rayan hanya sibuk dengan Dea dan tidak memikirkan kondisi Violetta selanjutnya. Bahkan Rayan tidak ada waktu luang untuk bisa berdua dengan Violetta.


Barack menatap Rayan malas. Ia menyunggingkan senyum nya. "Kau kemana saja akhir-akhir ini, hingga kondisi Violetta saja kamu tidak tahu lagi."


Rayan merasa tidak tenang arah pembicaraan Barack kepada nya. Rayan merasa binggung harus jujur atau berbohong tentang bagaimana dirinya selama ini tanpa ada waktu lagi untuk Violetta.


"A-aku sibuk, pak hendra memberi ku tugas akhir-akhir ini," elak Rayan.

__ADS_1


Barack tahu jika Rayan sedang berbohong. Karena semua tugas pak Hendra di ambil alih oleh Barack tanpa orang lain selama pak Hendra perjalanan bisnisnya.


"Bagaimana kondisi Violetta untuk saat ini," tanya Rayan untuk mengalihkan pembicaraan yang menyudutkan dirinya.


"Dia butuh transplantasi stem cell segera," ujar Barack.


"Apa," pekik Rayan.


"Tidak perlu terkejut begitu, bukan nya kau sudah tahu." sindir Barack.


🍃🍃🍃


Matahari telah memancarkan sinarnya dari arah timur. Menembus ke celah- celah jendela membuat seseorang di balik selimut tebal merasa terganggu dengan cahaya yang menyilaukan mata.


Hingga Ia mengerjakan matanya. Namun sebelum membuka matanya tangan nya meraba ke samping namun tidak ada siapa- siapa.


Matanya terbuka, Dea merasa murka karena Rayan tidak kembali ke hotel sejak semalam.padahal ia bilang akan sebentar melihat Violetta di rumah sakit. Dea marah kepada Rayan karena semalam ia sendirian di dalam kamar hotel.


Dea menyibakkan selimutnya dan mencepol rambutnya ke atas dengan asal. Ia mengambil handphone nya dan membuka layar handphonenya. Dea mencari nomor seseorang dan menghubungi nya.


Sembari menunggu di angkat Dea mengambil satu batang rokok dan ia menyalakan pematik api nya untuk membakar rokok yang ia ambil. Namun, Dea kembali kecewa karena Rayan tak kunjung di angkat. Padahal sudah beberapa kali Dea menghubungi Rayan.


"Siall," umpat Dea seraya melempar handphone nya ke atas kasur.


"Awas saja jika kamu menghindar dan meninggalkan aku Ray," gumam Dea.


"Dengan cara ini aku bisa mendapatkan mu selama nya Ray. Kau tidak akan bisa lepas dari ku Ray," teriak Dea.


______________________


"Bagaimana?" Tanya seseorang kepada orang suruhan nya.


"Tuan rayan datang ke sini bersama kekasihnya Tuan, dan dia menginap di Hotel Horizon," jawab orang suruhan.


"Kerja bagus, tetap awasi dia!" Pintanya.


"Baik, Tuan Ramon. Kalau begitu saya pamit undur diri."


"Hemm," ucap Ramon Sanchez dingin.


"Papi akan menjauhkan mu dengan pria brengsek itu vio, papi akan terima jika kau akan marah kepada papi. Karena ini demi kebahagiaan mu," gumam Ramon Sanchez ia yang sedang menatap foto keluarga kecilnya.


Ramon Sanchez sudah memberikan tugas kepada seseorang yang ia percayai untuk mengawasi menantunya selama ini. Semenjak putri kesayangannya menikah dengan Rayan. Meski Rayan adalah sahabat baik putranya. Namun, kebiasaan buruk Rayan yang membuat Ramon dan Vania tidak menyukainya.


Meski ada Barack untuk Violetta tapi tidak selamanya Barack bisa menjaga adiknya itu. Maka Barack di ijinkan untuk bekerja di perusahaan orang. Meski Barack adalah pengganti Ramon Sanchez kelak.

__ADS_1


Dan benar saja naluri orang tua itu kuat. Jika, Rayan tidak akan pernah bisa berubah dengan kelakuan nya. Meski putrinya selalu memaafkan kelakuan Rayan.


Ramon menghela napas kasar. Ia harus secepatnya mencari seseorang yang mau menjadi donor putrinya.


"Papi akan secepatnya mencarikan donor yang tepat untuk mu sayang."


Berbeda dengan Ken, yang masih setia menemani Violetta di ruangan nya dengan Barack. Hanya berdua Dan dimana Rayan berada semalam?


Rayan setelah dari rumah sakit ia lebih memilih untuk pergi ke tempat hiburan malam yang cukup terkenal di negara itu.


Rayan memilih untuk pergi minum dari pada kembali ke hotel dimana ia menginap dengan Dea.


Pukul delapan pagi Rayan kembali ke hotel. Saat ia masuk ke dalam kamar Rayan tidak melihat Dea di kamarnya.


"Kemana dia ..." lirih Rayan. Seraya melepaskan jas yang masih melekat di tubuhnya.


Namun Rayan terdengar sayup-sayup dari arah kamar mandi.


"Apa dia baru bangun, kenapa baru mandi," ucap Rayan menoleh ke arah kamar mandi.


Pria ini merebahkan badannya di atas kasur seraya merentangkan kedua tangannya dan memejamkan matanya.


Dea keluar dari kamar mandi dengan baju kimono.


"Enak ya jam segini baru balik," sahut seseorang yang baru saja keluar dari kamar mandi.


Aroma kas sabun mandi terasa menusuk di hidung nya. Rayan membuka matanya dan menoleh ke samping.


Rayan tersenyum melihat Dea yang habis mandi. Nampak terlihat seksi di mata Rayan. Ingin rasanya Rayan menerjang Dea di atas kasur.


"Maaf," hanya kata maaf yang terucap dari bibir Rayan.


"Kau pasti sudah berduaan dengan istri penyakitan mu itu kan," tuduh Dea kepada Rayan.


"Tidak sayang, semalam aku datang vio sudah tertidur dan barack tidak boleh mengijinkan aku untuk menemani vio."


"Bagus dong. so, kapan kau kan bercerai?" Dea melipatkan kedua tangannya di depan perut.


"Secepatnya," jawab asal Rayan. Karena ia tidak ingin membahas perpisahan dirinya dengan Violetta.


"Ken, kak Bara ..." lirih Violetta bahkan nyaris tak terdengar oleh kedua pria yang ada di dalam ruangannya. Violetta baru saja tersadar setelah ia melakukan tes transplantasi stem cell kemarin.


Violetta ingin sekali menggapai tangan Ken yang sedang tidur di kursi yang ada di samping Violetta dengan tempat tidur yang ada Violetta sebagai sandaran.


Rasanya begitu lemas bagaikan tubuhnya tak bertulang. Sekuat tenaga Violetta untuk membangun kan Ken yang masih terlelap.

__ADS_1


"Ken."


"Vio."


__ADS_2