
35. Penguntit.
Pagi menyapa, wanita cantik masih betah memejamkan matanya. Mungkin masih efek pengaruh obat semalam hingga ia enggan untuk bangun dari mimpi indahnya.
Walaupun sinar matahari telah masuk dari celah jendela kamar yang tertutup horden. hingga akhirnya ia merasakan sesuatu yang memberatkan tangannya.
Dengan malas nya Violetta membuka matanya dan terkejut melihat kepala seseorang yang ada di atas tangannya sebagai bantalan.
Violetta merasa heran kenapa kakaknya bisa tertidur di kamarnya. Dan Violetta mengingat-ingat kan kembali saat kejadian semalam. Jika semalam Violetta dan Barack berada di taman saat dini hari. Dan ia di gendong oleh Barack hanya sebatas itu Violetta mengingatnya selebihnya Violetta tidak ingat apa-apa.
Ingin rasanya membangun kan Barack karena tangan Violetta merasakan kebas. Namun, jika ia menarik tangan nya dengan pelan mungkin Barack akan merasa terganggu.
Violetta hanya bisa memandang wajah tampan kakaknya yang masih tertidur pulas.
Sedangkan Ema ingin membangun kan Violetta namun ia urungkan karena Barack ada di dalam kamar Violetta. Ema tidak berani jika ia masuk kedalam. Mungkin saja mereka berdua masih tidur.
Karena semalam Violetta menggigil kedinginan hingga akhirnya Barack memutuskan untuk begadang menemani sang adik.
"Ema, kenapa kau masih berdiri di depan kamar ibu vio?" tanya Bi Lastri yang hendak masuk ke kamar Vallery karena kamar Vallery dengan Violetta berdampingan.
"Anu Bi," Ema menggaruk kepalanya yang tidak gatal. " Sepertinya tuan bara masih ada di dalam mungkin mereka masih tidur."
"Owh, ya sudah Bibi mau bangunkan nona val terlebih dulu."
"Iya Bi."
Merasakan ada gerakan Violetta pura-pura tertidur kembali. Ia ingin tahu kenapa kakaknya bisa tidur di kamar nya.
"Euhh..." Lengukan Barack pertanda pria ini sudah bangun dari tidurnya.
"AW..."
Barack merasakan tengkuk lehernya sakit karena posisi tidur yang beralaskan tangan Violetta. Ia menggerakkan tangannya dan memijitnya. dan Barack membuka mata ia terkejut saat tangan adiknya sebagai sandaran kepalanya.
"Oh my ..." gumam Barack. Mendongakan kepalanya .
"Maafkan kakak baby, tangan kamu pasti sakit dan kebas." kata Barack. Lalu Barack beralih menyentuh kening Violetta.
"Syukurlah jika sudah tidak demam lagi." sambung Barack merasa lega karena adiknya tidak demam dan menggigil kedinginan.
"Apa demam? Jadi kak Bara tidur di kamar karena semalam aku demam."
Batin Violetta yang sedang pura-pura tidur.
Violetta tidak tahan untuk berlama-lama untuk pura- pura tertidur. Violetta kemudian membuka matanya. Dan ia menyapa sang kakak.
"Selamat pagi kak,"ucap Violetta.
"Pagi baby, bagaimana apa ada yang sakit?" tanya Barack.
Violetta menggelengkan kepalanya. "Tidak kak, Vio jauh lebih baik pagi ini."
__ADS_1
"Ngomong-ngomong kenapa kakak bisa tidur disini?" tanya Violetta pura-pura tidak tahu.
"Kamu semalam demam, dan kakak tidak tega jika meninggalkan mu tidur sendirian," jawab Barack.
Violetta menutup bibirnya ia tidak percaya jika semalam ia harus merepotkan kakaknya.
"Maafkan Vio kak, lagi- lagi Vio membuat kakak_" Barack memotong pembicaraan Violetta.
"Kakak tidak merasa direpotkan oleh kamu baby,"
"Kamu sudah menjadi tanggung jawab kakak, apa kamu lupa jika kakak akan selalu menjaga dan ada buat kamu." Barack menggenggam tangan Violetta dengan lembut.
Mata Violetta berkaca-kaca ia merasa bersyukur memiliki seorang kakak yang begitu peduli dan sayang kepada nya.
Barack melepaskan genggaman tangannya dan menarik Violetta kedalam pelukannya. "Jangan merasa kamu sendirian disini, masih ada kakak, Val, bi lastri dan juga ema." bisik Barack kepada Violetta.
"Iya kak, terimakasih kalian selalu ada buat Violetta."
Karena terlalu lama menunggu Ema akhirnya memberanikan diri untuk masuk kedalam kamar Violetta. Ia ikut terharu melihat kedua kakak beradik yang berpelukan.
"Nona sangat beruntung di kelilingi oleh orang-orang baik.termasuk bos ken yang begitu sayang nya hingga harus mencintai dalam diam."
Batin Ema,
Ema tahu jika Violetta adalah wanita kesayangan Ken Walker. Maka dari itu saat akan di tugaskan oleh Dave apa pekerjaan yang baru untuk Ema, Dave menceritakan semua siapa Violetta itu hingga Ken meminta orang kepercayaan untuk mencarikan seseorang untuk menjaganya.
🍃🍃🍃
Barack dan Vallery tersenyum melihat orang yang di cintai nya begitu cantik hari ini. Meski Barack tahu akan bertemu Rayan tapi Barack bangga kepada adiknya telah mengambil keputusan yang terbaik untuk keluarga nya.
"Mommy cantik sekali..." puji Vallery.
Violetta tersenyum mendengar pujian dari putrinya. "Terimakasih sayang."
"Kau sudah siap baby?" tanya Barack tersenyum lembut menyambut Violetta yang baru saja datang.
"Sudah kak," jawab Violetta.
Barack melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya. "Baiklah, lebih baik kita berangkat sekarang."
"Val, Mommy sama uncle Bara pergi dulu, jangan nakal sama Ema ok!"
"Ok Mommy, hati-hati di jalan."
Cup
Valerry mengecup pipi Violetta sebelum pergi.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam dari kediaman Violetta. Mereka berdua sampai di restoran black and white yang sudah di tentukan sebelumnya untuk bertemu Rayan.
"Sepertinya Rayan belum datang,kakak akan menemani kamu hingga dia datang."
__ADS_1
Violetta hanya mengangguk.
Setelah beberapa menit Rayan datang bersama Dea. Awalnya Rayan menolak saat Dea merengek datang ke apartemen nya untuk ikut. Padahal Rayan sudah memutuskan untuk menjauh terlebih dulu untuk menyelesaikan perceraian dengan Violetta. Tapi Dea menolak.
"Maaf aku datang terlambat." ujar Rayan. Dengan Dea bergelayut manja di lengan Rayan.
Violetta dan Barack menoleh melihat Rayan sudah datang. Dea melakukan itu semua semata agar Violetta membenci Rayan dan segera melepaskan Rayan untuk nya.
Ingin sekali menonjok Rayan yang terang-terangan membuat adiknya agar cemburu. Violetta tahu akan tatapan kakaknya. Violetta mengusap tangan Barack.
"Vio, tidak apa-apa kak, tinggal kan Vio bersama mereka, kakak tidak perlu khawatir ada pengacara Andrian yang akan menemani Vio."
Violetta melihat jika pengacara keluarga nya yang bernama Adrian sudah datang.
"Selamat sore Nona Vio dan Tuan Bara. maaf saya datang terlambat."
"Tidak apa-apa, kita saja baru saja datang." ucap Barack.
"Baby, kakak tinggal dulu, jika ada apa-apa panggil kakak, karena kakak tidak jauh dari sini." Bisik Barack sebelum pergi meninggalkan Violetta. Sedangkan Violetta hanya mengangguk.
Bugk
Barack tertabrak dengan seseorang karena sedang sibuk dengan handphone masing-masing.
"Sorry, sorry aku tidak melihat ..."
Barack melihat siapa yang sudah menabraknya.
"Ken," pekik Barack.
"Bara."
"Sedang apa kau disini?" tanya Barack kepada Ken.
"Aku- aku sedang menunggu clean." jawab Ken asal. Ia tidak mungkin untuk berkata jujur jika sedang menguntit Violetta dengan Rayan.
"Tapi sepertinya dia tidak datang, apa kamu mau menemani ku disini sebentar?" tanya Ken untuk mengalihkan pembicaraan.
Barack ingin tertawa namun ia tahan. Biasanya jika masalah bertemu dengan clean atau rekan bisnisnya Ken tidak pernah mau bertemu. Dave yang selalu mewakili Ken.
"Baiklah, lebih baik kita duduk di sana, kebetulan aku sedang menunggu Violetta." Barack menyetujui permintaan Ken.
"Vio ada di sini?" tanya Ken pura-pura tidak tahu. Ia mengedarkan pandangannya untuk mencari Violetta.
"Ya Vio ada tempat ini, dia ada disana." Barack menunjukkan tangan nya ke arah dimana Violetta berada.
Ken tersenyum tipis meski tidak terlihat, tapi Barack menyadari jika Ken tersenyum untuk adiknya.
"Sejak kapan kau jadi penguntit?"
"Apa," pekik Ken.
__ADS_1
Barack tertawa melihat tingkah laku Ken.