Ku Lepas Kau Dengan Bismillah

Ku Lepas Kau Dengan Bismillah
40. Hari Sial Rayan.


__ADS_3

40. Hari Sial Rayan


Hari ini hari paling sial buat Rayan, yang pertama dapat teguran pertama kali dalam hidupnya. karena tidak menyimak ketika meeting berlangsung dan saat ia presentasi yang ada rekaman video dirinya bersama Dea. Kedua ia diturunkan sebagai staf biasa. Padahal Rayan begitu susah payah untuk mendapatkan posisi sekarang menjadi manager.


"Sial," umpat Rayan ketika sudah berada di dalam ruangan nya.


Dengan perasaan dongkol Rayan membereskan barang-barang nya. Karena, Rayan harus mengosongkan ruangan itu secepatnya.


Beruntung ia tidak di keluarkan dari perusahaan hanya jabatannya saja yang ia turunkan.


Flashback:


Rayan bangkit dari tempat duduknya dan melangkah maju kedepan untuk mempresentasikan di depan para divisi dan rekan kerja lainya.


Rayan sudah mempersiapkan diri dari jauh-jauh hari dengan baik meski pikiran nya masih tertuju dengan Violetta. Tapi, Rayan harus profesional meeting pagi ini.


Rayan menghela napas dalam-dalam sebelum memulai.


Pertama yang Rayan lakukan adalah memberikan salam terlebih dahulu seperti biasanya.


"Selamat pagi semuanya, mungkin kalian sudah kenal dengan saya? kalau ada yang belum saya akan memperkenalkan diri lagi."


"Selamat pagi," jawab semua orang yang ada di ruang meeting.


"Sudah bosan malah," kata salah satu teman rekan kerja Rayan.


Membuat semua orang tertawa akan celetukan temannya kepada Rayan.


Rayan hanya tersenyum setelah itu ia membuka laptop dan melihat laporan pembangunan proyek yang bekerja sama dengan perusahaan Orion.


Awalnya berjalan lancar, namun saat akan memperlihatkan salah satu Vidio bangunan proyek yang 80% hampir selesai.


Klik


Rayan mengklik tombol play di laptop nya. Namun semua orang tercengang dan terkejut melihat Vidio apa yang mereka lihat.


Semua orang berteriak dan menghujat Rayan habis-habisan.


"Bapak Rayan saya tahu anda itu seorang playing,tapi apa pantas di publikasikan seperti ini di ruang meeting?" tanya seseorang yang di kenal sebagai atasan Rayan di Perusahaan. Ia merasa geram dengan Rayan. Karena Rayan tidak melihat video apa yang sedang di putar. Karena ia sedang fokus melihat handphone nya. Karena Vidio itu tanpa suara hingga Rayan tidak tahu.


Rayan tersadar saat mendengar teguran dari atasannya. Rayan menoleh dan menatap layar proyektor ia terkejut dan langsung mematikan laptop nya begitu saja.


"Maaf ... Maafkan saya pak, saya tidak tahu jika ..."


"Meeting pagi ini selesai dan kamu bapak Rayan tetap di sini!"


Rayan hanya diam saja ia masih merasa binggung dari mana Vidio itu berasal dan siapa yang sudah berani mengganti nya.


"Bodoh... Kenapa tidak di cek dulu Ray,dan siapa yang sudah berani menggantinya."


Batin Rayan.

__ADS_1


Setelah kepergian semua rekan kerja nya. Kini hanya berdua saja


Rayan kena amukan atasan nya dan ia masih memberikan toleransi untuk tetap di perusahaan mengingat kinerja Rayan bagus.


"Saya masih baik kepada kamu untuk tidak mengeluarkan mu dari perusahaan."


Rayan merasa lega karena tidak di keluarkan dari perusahaan.


"Tapi, saya ingin kamu berhenti menjabat sebagai manager dan sekarang saya turunkan kamu menjadi staf biasa," tegasnya.


Rayan membulatkan matanya tidak percaya jika ia diturunkan sebagai staf biasa.


"Tapi, pak saya_"


"Tidak ada penolakan apapun, apa kamu ingin saya pecat?"


Rayan mengelengkan kepalanya.


"Beruntung Barack tidak mengetahui Vidio kamu dengan model itu."


Bara sudah menjadi musuh aku pak, sebelum Vidio itu muncul.


Batin Rayan.


Flashback off:


"Jika harus pindah sebagai staf biasa bagaimana nanti dea tahu," gumam Rayan. Ia merasa frustasi dengan keputusan perusahaan begitu saja.


Surat yang Rayan baca tadi pagi adalah surat panggilan dari pengadilan untuk menghadiri perceraian nya.


Ingin sekali menolak agar tidak bercerai dengan Violetta tapi, ia tidak punya kekuasaan melawan Violetta. Rayan tetap akan kalah di persidangan.


Rayan memilih untuk tidak pergi dan memilih ketempat lain.


🍃🍃🍃


Di rumah sakit, Violetta kini di temani oleh Barack sang kakak. Sedangkan kedua orang tuanya pulang ke mansion menemani cucunya.


"Selamat pagi baby," sapa Barack saat Violetta membuka matanya.


Violetta tersenyum. "Pagi kak, dimana mami sama papi?" tanya Violetta saat tidak melihat kedua orang tuanya.


"Beliau masih di mansion, kau butuh sesuatu biar kakak ambilkan?"


"Kak, Vio ingin pergi ke pantai lagi."


"Enggak, baby!kondisi kamu baru saja stabil,kamu harus tetap disini," kata Barack menolak dengan tegas permintaan Violetta.


"Tapi, kak. Vio disini bosen," cicitnya pelan.


"Kami boleh minta apapun tapi tidak pergi ke pantai, angin pantai tidak bagus untuk kesehatan mu. Kakak akan menemani kamu sepanjang hari agar kamu tidak bosan."

__ADS_1


"Vio janji kak,ini permintaan Vio yang terakhir kali sebelum Vio di operasi besok, Vio mohon kak,Vio takut jika setelah operasi Vio tidak bisa ..."


"Sudah cukup Vio jangan pernah berbicara seperti itu," bentak Barack.


Violetta menangis karena Barack berani membentak nya.


"Baby, maafkan kakak, bukan begitu maksud kakak,"


Barack merasakan ada seseorang yang menarik dari belakang dan merasakan sesuatu di pipinya.


Plak


"Bara, kamu keterlaluan membuat Vio menangis," mami Vania murka ketika melihat putranya membentak putrinya.


"Mami," gumam Barack saat melihat siapa yang sudah menamparnya.


Mami Vania tidak mempedulikan Barack ia lebih fokus melihat putrinya.


"Princess mami," mami Vania memeluk Violetta yang sedang menangis.


"Baik, besok kita pergi ke pantai. Tapi kita harus minta ijin dulu ke Dokter Ben," kata Barack yang mengalah mengijinkan adiknya untuk pergi ke pantai.


Meski Violetta ingin pergi sekarang tapi ia juga harus menunggu keputusan dari Dokter yang menangani nya.


Mami Vania menghapus air mata putrinya. Mungkin Violetta terlalu banyak tekanan hingga ia mudah menangis.


"Masa princess mami yang biasa cuek nangis sih," mami Vania mencoba menghibur putrinya.


Seketika Violetta tersenyum karena dirinya juga akhir-akhir ini mudah sekali untuk menangis.


"Maafkan Vio mih," kata Violetta lirih.


"Mami ada sesuatu, pasti kamu suka."


"Apa mih?" tanya Violetta yang penasaran.


Tidak lama dari balik pintu ada sosok yang membuat Violetta kuat untuk saat ini selain orang tua nya. Dia adalah Vallery dan Ema asisten pribadi Violetta yang sudah menemani beberapa hari ini tapi Violetta sudah begitu dekat.


"Selamat pagi semuanya," sapa Vallery yang di gandeng Ema.


"Val ... Ema ..." Violetta menutup mulutnya tidak percaya, sosok yang sudah mengisi hari- hari nya.


"Selamat pagi Nona Vio," sapa Ema kepada Violetta .


Vallery melepaskan genggaman tangan Ema dan pergi menghampiri mommy nya.


"Mommy Val kangen."


Violetta merentangkan kedua tangannya menyambut putri cantik nya.


"Mommy juga kangen sayang," kata Violetta.

__ADS_1


Semua orang menatap ibu dan anak begitu terharu.


__ADS_2