Ku Lepas Kau Dengan Bismillah

Ku Lepas Kau Dengan Bismillah
26. Ketahuan.


__ADS_3

26. Ketahuan.


Setelah mendengar kabar tentang Violetta semua orang kumpul di ruang kamar Violetta.


Sedangkan Vallery tidak ingin jauh dari Violetta bahkan sekarang gadis cantik ini tengah duduk bersandar pada Violetta yang ada di samping nya.


"Val sayang sini sama Oma, kasian Mommy butuh istirahat," ujar Vania.


"Tidak apa-apa mih, Vio juga masih kangen sama Val ko."


"Tapi kamu masih butuh istirahat sayang, bukan nya akan kembali ke tanah air lusa. Mami tidak mau kamu kenapa-kenapa nantinya."


Perkataan Mami Vania memang ada benar. Jika dirinya harus banyak istirahat apa lagi kondisi Violetta yang tidak baik-baik saja.


"Sini sayang sama uncle," ajak Barack kepada Vallery yang masih di pangkuan Violetta..


Meski Violetta masih ingin di dekat putrinya namun terpaksa Violetta menyerahkan Vallery kepada kakak nya.


Vallery menatap wajah mommy nya. Dan Violetta mengangguk kepalanya.


"Mommy tidak apa-apa sayang."


Dengan segera Vallery turun dari pangkuan Violetta dan mendekat ke arah Barack.


Sebelum pulang ke tanah air, Violetta di periksa oleh Dokter terlebih dahulu untuk melakukan pemeriksaan fisik dan penunjang secara menyeluruh untuk menentukan apakah aman bagi Violetta untuk melakukan bepergian menggunakan pesawat. Setelah dirasa aman, dokter mengeluarkan surat keterangan jika layak terbang sebagai bekal.


Keluarga Sanchez setelah mengetahui kondisi kesehatan Violetta yang cukup baik meski habis radiasi mereka merasa lega akhirnya bisa kembali ke tanah air dengan segera tanpa harus di tunda .


Jet private khusus yang sudah di siapkan oleh Ken untuk Violetta sudah siap. Seluruh fasilitas yang di butuhkan Violetta selama di penerbangan Ken sediakan termasuk Dokter yang akan menemani Violetta.


Ken akan melakukan apapun untuk wanita yang Ken cintai meski sekarang tidak bisa Ken gapai hanya bisa menjaga saja sebagai seorang sahabat dan Bos Violetta.


"Sayang, apa kau siap untuk kembali lusa?"


"Vio, sudah siap mih," ucap Violetta.


Mami Vania tersenyum menatap putrinya. Seraya menggenggam tangan Violetta dengan lembut.


🍃🍃🍃


Setelah memerlukan waktu penerbangan sekitar 1 jam 30 menit dengan jarak sekitar 894 km. Violetta merasa senang ia bisa kembali ke tanah air. dan juga yang lain tentang kondisi Violetta.


Ken mendorong kursi roda Violetta, sedangkan Barack menggendong Vallery. Mami Vania dan Papi Ramon masih berada di Singapura. Mereka akan datang di saat nanti Violetta melakukan pendonor sumsum tulang belakang.


Sopir pribadi yang sudah di siapkan oleh Dave untuk menjemput bosnya Ken yang hari ini kembali. Ia melihat rombongan dari kejauhan dan menghampiri Bos nya.


"Selamat siang Tuan Ken, saya yang di tugaskan tuan Dave untuk menjemput anda, " ujar seseorang yang berseragam hitam bertubuh tegap menghampiri Ken bersama Violetta dan yang lainnya.

__ADS_1


"Hem," jawan Ken.


Ken kembali mendorong kursi roda Violetta menuju mobil yang sudah ada di depan lobby bandara.


Sopir tersebut membukakan pintu mobil. Dan Ken menggendong Violetta untuk masuk kedalam mobil. Sedangkan Barack duduk di depan samping sopir.


Setelah Ken dan yang lainnya sudah masuk, sopir itu membantu memasukkan Koper ke dalam bagasi mobil.


Sebelum jalan Ken membuka suaranya. "Pak, ke jalan xxx,"


Barack sudah menceritakan kepada Ken.jika dirumah yang Violetta tempati bersama Rayan, Karena Rayan membawa Dea pulang kerumah itu.


Violetta membulatkan matanya karena itu adalah rumah utama Violetta.


"Kenapa Vio?" tanya Ken saat melihat tatapan Violetta.


"Kenapa pulang kerumah utama, bukan nya pulang ke jalan xxx?"


"Kakak yang memintanya baby, agar kakak bisa mengurus kamu," jawab Barack


"Ada Bi Lastri uncle," sahut Vallery yang baru saja terbangun dari tidurnya.


"Ponakan Uncel udah bangun?Hem."


"Udah uncle, Val ingin pulang kerumah saja,"


Barack menghela napas kasar. "Baiklah, kita pulang kerumah saja."


"Pak Ke jalan xxx saja iya," sambung Barack.


Membuat Valerry kegirangan karena akan pulang kerumahnya.


🍃🍃🍃


Hari ini Rayan pulang lebih awal. Karena tidak ingin meninggalkan Dea sendirian dirumah nya. Bisa saja Rayan menyuruh Dea untuk pergi jalan-jalan agar wanita nya tidak merasa jenuh atau kesepian ketika tidak ada dirinya dirumah.


Rayan membeli sebuket bunga mawar merah sebelum sampai rumah untuk Dea.


Sedangkan Dea tengah menikmati pemandangan taman yang ada rumah Rayan yang begitu indah. Tempat dimana salah satu favorit Violetta untuk bersantai.


Rayan tersenyum saat melihat Dea dari kejauhan. Dengan langkah pelan Rayan mendekati Dea.


Happ


Rayan memeluk Dea dari belakang dengan satu tangan nya.


Dea merasa terkejut saat tiba-tiba ada tangan yang melingkar di pinggang nya.

__ADS_1


"Ray ... kau buat aku jantung saja!" seru Dea menoleh ke belakang. Sedangkan Rayan hanya tersenyum dan mencium tengkuk lehernya.


Rayan berbisik, "Maafkan aku buat kamu terkejut."


Dea membalikkan badannya menghadap Rayan dengan kedua tangan nya mengalungkan di leher Rayan.


"Kenapa kau sudah pulang?" tanya Dea


Rayan mengayunkan tangan nya dan menyodorkan buket bunga kepada Dea.


"Buat kamu," ucap Rayan tersenyum lembut.


Dea melepaskan tangan nya dan menutup mulutnya ia merasa terkejut dengan kejutan w di berikan Rayan.


"Oh my ..."


Dea tersenyum saat melihat seseorang yang tidak jauh dari nya saat Rayan memberikan kejutan.


"Terimakasih sayang," imbuh Dea dengan memberikan ciuman dan juga memeluk tubuh Rayan.


Violetta baru saja tiba di rumah nya bersama Ken dan juga lainnya namun Violetta di kejutkan dengan pemandangan yang membuat Violetta merasa sakit. Ketika melihat suaminya dengan teganya membawa perempuan lain kerumahnya.


Violetta memang sudah mengetahui apa yang terjadi dengan rumah tangga nya tapi Violetta tidak habis pikir jika Rayan dengan beraninya membawa wanita lain.


Violetta mematung dan mencoba untuk tegar dan tidak menangis sedangkan Ken yang ada di belakang Violetta merasa khawatir dengan Violetta.


"Vio, lebih baik kita pergi saja, aku takut kau_" ucapan Ken terpotong.


Ken mengusap pundak Violetta. Sedangkan Violetta membalas nya dengan menggenggam tangan Ken yang masih di pundaknya.


"Aku tidak apa-apa Ken, kau tidak perlu takut atau khawatir."


"Really?" tanya Ken.


"Antarkan saja aku ke kamar, aku lelah ingin istirahat!" pinta Violetta dengan dingin.


Ken menghela napas berat. "Baiklah aku antar kau ke kamar."


Ken dan Violetta melewati Rayan dan Dea yang sedang berpelukan. Violetta menyuruh Ken untuk tidak mempedulikan Rayan dengan Dea yang sedang bermesraan.


"Sayang kau kembali ..." ucap Rayan terkejut melihat Violetta ada di rumah nya.


Bugh


Rayan mendorong tubuh Dea ke depan hingga membuat tubuh Dea terjatuh.


"AW ... Rayan!" teriak Dea kesakitan.

__ADS_1


__ADS_2