Ku Lepas Kau Dengan Bismillah

Ku Lepas Kau Dengan Bismillah
12. Pergi Bersama


__ADS_3


Pergi bersama



Tidak lama terdengar suara deru mobil. Vallery kegirangan saat mendengar suara mobil Barack di halaman rumah.


"Bi, itu pasti mommy Bi, ayo Bi kita keluar!" ajak Vallery.


"Iya, Non. Iya," kata Bi Lastri yang di tarik tangannya oleh Valerry.


Vallery menarik tangan Bi Lastri menuju depan rumah.


"Aduh Non, jangan lari-lari." Bi Lastri mengingatkan Vallery yang menarik tangan nya.


"Bi Lastri cerewet." ketus Vallery yang masih menarik tangan Bi Lastri.


Bugh


Vallery menabrak Baracak saat hendak masuk kedalam.


"Aw..." Keluh Vallery saat menabrak Barack yang berbadan tinggi dan besar. Vallery melepas tangan Bi Lastri dan mengusap keningnya yang terasa sakit


"Val," pekik Barack dan Violetta bersamaan. Saat Vallery menabrak mereka.


"Aduh Non, Bibi bilang apajangan lari." Bi Lastri mengingat kembali yang ada di belakang Vallery.


Violetta menatap Vallery dan bergantian menatap ke arah Bi Lastri. "Kalian mau kemana? kenapa harus lari-lari segala?."


Barack berjongkok mensejajarkan tinggi badan Vallery. "Keponakan uncle mau kemana? Hem," tanya Barack.


Vallery yang masih mengusap keningnya menatap wajah uncle Barack. "Val, mau ketemu Uncle sama Mommy." Celoteh Vallery dengan tersenyum dengan memperlihatkan gigi putihnya.


Membuat Barack mengelengkan kepalanya. "Aduh Val sayang, lain kali tidak boleh lari. nanti jatuh atau ketabrak seperti tadi, Ok!" Barack mengingatkan keponakan nya.


Vallery menundukkan kepalanya. "Maafkan Val Uncle, Mom ..."


Vallery menegakkan kepalanya dan menatap Barack dan Violetta bergantian.


"Iya sudah lain kali janji tidak boleh begitu lagi. Iya sayang," ucap Violetta yang berdiri di samping Barack.


"Iya Mom," kata Vallery.


"Keponakan Uncle ini sudah makan belum?"


Vallery hanya menggelengkan kepalanya.


"Kenapa belum makan siang? Ini bahkan hampir jam 2," ujar Barack. Melirik ke arah jam tangan yang melekat di tangan nya.


"Nona Vallery sedari tadi menunggu Tuan dan Ibu pulang," sahut Bi Lastri yang sedari tadi hanya diam saja.


"Astaga sayang maafkan Uncle sama Mommy kamu iya, karena sudah menunggu lama." Barack meminta maaf kepada keponakan nya.


"Ya sudah, Mommy sama Uncle mau nemenin Val makan bagaimana?" Barack memberikan usulan.


Vallery mendongakkan kepalanya. "Serius uncle?"


"Iya dong." Barack tersenyum dan melirik ke Violetta yang juga tersenyum.

__ADS_1


Membuat Vallery merasa senang dan meloncat loncat kegirangan. "Yeach Bi, benar kan kata Val kalau Uncle sama Mommy pasti pulang dan mau makan bareng Val."


"Iya Non," ucap Bi Lastri ikut tersenyum saat melihat anak majikan nya tersenyum kegirangan.


Mereka berempat menuju area ruang makan.


Flashback :


Setelah dari pantai bersama Kendra. Barack menutup untuk mengajak Violetta untuk pulang.


Namun, di tengah-tengah perjalanan bukannya menuju sekolah Vallery Barack menuju rumah utama.


"Kak, bukannya kita mau jemput Val?" tanya Violetta.


"Val, sudah ada dirumah bersama Bi Lastri."


Violetta yang tadi sedang menatap ke arah luar jendela menoleh ke arah Barack yang sedang menyetir mobil.


"What," pekik Violetta.


"Kamu tidak perlu terkejut gitu, bukan nya kamu sama Val akan ke Singapura?" tanya Barack.


"Iya kak," Violetta menundukkan kepalanya. Melihat itu Barack menepi kan mobilnya ke tepi jalan dan menatap sang adik.


"Why baby?" tanya Barack.


"Apa Rayan tidak bisa pergi?" sambung Barack.


Violetta menganggukan kepalanya.


"Sudah ku duga. Bastard itu pasti tidak akan mau pergi," ucap Barack dalam hati.


Barack memegang tangan adiknya. "Sudah tidak perlu kamu pikirin. Kakak yang akan menemanimu."


Barack menganggukkan kepalanya, "Yes, of course baby."


Membuat Violetta merasa senang akhirnya ada seseorang yang ingin menemani nya untuk ke Singapura.


"Ah, makasih kak," seru Violetta berhamburan memeluk lengan kakaknya.


Flashdisk off :


🍃🍃🍃


Rayan merasa senang karena Dea memberikan kesempatan untuk berpikir dan tetap memberikan pilihan yang terbaik bagi hubungan mereka.


Rayan langsung pulang kerumah yang di tempati bersama Violetta dan juga Vallery.


Di sepanjang jalan Rayan selalu bersenandung kecil dan juga bernyanyi. Hingga akhirnya Rayan tiba di rumahnya bersama Violetta.


Setelah memarkirkan mobilnya. Rayan bergegas masuk kerumah dan mencari istri dan putrinya.


"Sayang aku pulang," teriak Rayan dengan lantang. Ia mencari Violetta ke berbagai sudut ruangan yang biasa Violetta berada atau putrinya.


"Sayang."


"Sayang, kamu dimana?," kata Rayan lagi.


"Bi lastri, bi, " teriak Rayan memanggil asisten rumah tangganya. Namun tidak ada jawaban dari si asisten tersebut.

__ADS_1


Rayan mencoba untuk menghubungi Violetta. tapi, naas handphone nya kehabisan daya membuat Rayan mengumpat kasar.


"Apa mungkin ada di rumah Barack?" gumam Rayan.


Tanpa buang waktu Rayan menuju rumah Barack. Namun Rayan bertemu BI Lastri yang baru saja hendak masuk.


"Bapak," sapa Bi Lastri yang hendak masuk ke dalam.


"Bi, kamu lihat violetta dan vallery,"tanya Rayan.


"Eh, anu pak, ibu anu pak."


"Bi, kenapa ada apa? Apa kamu tahu istriku ada dimana?" Rayan menatap Bi Lastri


"Bi-bi tidak tahu pak," jawab Bi lastri singkat dan meninggalkan Rayan. karena Bi Lastri sudah berjanji tidak akan memberitahu keberadaan Violetta dan Vallery.


"Bi, saya tahu kamu mengetahui sesuatu, " teriak Rayan. Namun Bi Lastri tetap tidak mau berhenti dan tetap melanjutkan langkahnya.


"Dam it," umpat kasar Rayan. Ia mengurungkan niatnya untuk pergi kerumah Barack.


Setelah Vallery makan bersama keluarga nya. Bi Lastri dengan segera meninggalkan kediaman Barack. Karena ia takut jika, nanti Rayan akan tahu dimana istri dan anaknya.


Dan benar saja jika Rayan merasa curiga terhadap asisten rumah tangga itu.


Detak jantung Barack merasa was -was. karena ia takut jika Bi Lastri akan memberi tahukan keberadaan Violetta dengan Vallery.


"Istirahat lah Val, nanti malam kita akan berkunjung untuk bertemu omah dan opa," ucap Barack.


"Iya Uncle," jawab Vallery.


"Kamu tidak perlu khawatir dengan suami kamu," ucap Barack ia tahu isi kepala Violetta sedang yang berpikir jernih.


"Dia pasti akan tahu dimana kamu dengan vallery berada." Barack mencoba menebak pikiran Violetta yang sedang ia pikirkan sekarang.


"Tapi, kak kenapa dia tidak mau ikut kita."


Karena rayan sedang berselingkuh dari kamu baby, rasanya ingin sekali Barack mengungkapkan kebusukan Rayan.


Namun, Barack tidak berani, ini semua demi adiknya untuk tidak mengetahui akan perselingkuhan suaminya demi pengobatan Violetta.


"Kakak liat dia banyak pekerjaan baby, mungkin itu alasan Rayan untuk tidak ikut." Barack mencoba meyakinkan Violetta.


Violetta menghembuskan napas panjang. Ia sudah tahu jika suaminya sibuk dengan pekerjaan nya.


Violetta merasa sedih karena Rayan. Violetta segera meninggalkan ruang makan dan meninggalkan Barack sendirian.


Malam pun tiba Violetta dan Vallery sudah siap untuk pergi ke Singapore.


Sedangkan Vallery sudah di jelaskan oleh mommy nya jika dirinya pergi tapa dady nya.


"Mami pasti senang melihat putri kesayangannya pulang," kata Barack.


"Tapi kan kak, kita masa mau pergi tanpa Rayan."


Barack menangkup wajah Violetta. "Sudah berapa kali kakak katakan.jika, suami kamu tidak akan datang."


"Apa aku boleh bergabung?" tanya seseorang dengan mendorong kopernya.


"Ken," pekik Violetta saat melihat kedatangan yang tidak asing baginya.

__ADS_1


Kendra malah menyapa Vallery.


"Hai Val sayang," tanya Kendra kepada Vallery yang duduk di atas koper milik orang tua nya.


__ADS_2