Ku Lepas Kau Dengan Bismillah

Ku Lepas Kau Dengan Bismillah
36. Isi Hati Violetta


__ADS_3

36. Isi Hati Violetta


"Maaf Nona, apa anda tidak ikut pergi seperti tuan bara?" tanya pengacara Andrian kepada Dea yang masih betah duduk di samping Rayan.


Dea yang sedang asyik memainkan handphone nya menoleh saat pengacara Andrian berbicara kepada nya.


"Tidak," jawab Dea dengan malas. dan kembali memainkan handphone nya.


"Baik, jika Nona ingin di sini. Tapi mungkin akan sedikit membuat Nona bosan," ujar pengacara Andrian.


"Dea, apa yang di katakan pengacara Andrian benar," sahut Rayan.


Dea langsung berdiri dan berkata. "Kalian mengusirku," kata Dea dengan mata melotot.


"Tidak," jawab Rayan cepat.


"Ray ... Kau tidak mau aku ada di sini," ucap Dea dengan kesal.


"Bukan begitu, mungkin kamu akan merasa di cueki karena tidak melibatkan kamu," ucap Rayan dengan hati-hati agar Dea mau mengerti dirinya.


Dea menghentakkan kakinya karena Rayan tetap tidak mengijinkan ia ikut duduk bersama.


Dengan kesal Dea pergi begitu saja. "Aku juga ingin tahu apa yang kalian bicarakan," gumam Dea.


Violetta ingin sekali membuka mulutnya. Namun, sepertinya tidak tepat, mungkin yang ada malah pertengkaran antara Dea dengan dirinya.


Setelah kepergian Dea. Pengacara Andrian membantu mengutarakan niat Violetta untuk bercerai. Bisa saja Violetta berbicara tanpa adanya pengacara Andrian di hadapan mereka tapi ini adalah perintah papi Ramon Sanchez yang tidak bisa di bantah.


"Baiklah, saya kesini untuk membantu mengurus perceraian Nona Vio dengan anda Tuan Rayan."


Rayan menghela napas dalam-dalam. "Vio, aku mohon pertimbangan kembali untuk tidak berpisah, ingat val sayang..."


Violetta menatap Rayan. "Keputusan aku sudah bulat Ray kita harus berpisah. Aku ingat Val dia masih putri kita. hanya saja status kita yang akan berubah. kita tetap akan menjadi orang tua Val."


"Tolong Vio, apa karena ini paksaan dari keluarga besar mu? karena papi memaksaku untuk menceraikan mu," ujar Rayan menatap Violetta dengan lekat.


Pengacara Andrian hanya menyimak pembicaraan Violetta dan Rayan.


"Tidak," jawab Violetta singkat.


"Lalu, Kenapa kita tidak mencoba memperbaiki nya?"


Violetta menghela napas dalam-dalam. "Rayan, buat apa pernikahan yang sudah tidak sehat lagi untuk di pertahankan, dan kau terbukti selingkuh tidak hanya di belakang ku," ucap Violetta dengan bibir bergetar.


Violetta merasakan teramat sakit hatinya mengingat kembali saat Rayan mengakui jika dia berselingkuh dan dengan mata kepala sendiri melihat Rayan dan Dea sedang bermesraan.


Apalagi dirinya yang sedang berjuang untuk sembuh dari penyakitnya yang sedang Violetta alami. hati istri mana yang tidak sakit apa lagi beberapa menit yang lalu Dea ikut bersama Rayan sekarang.


"Pengacara Andrian," panggil Violetta.

__ADS_1


"Iya Nona Vio."


"Apa butuh bukti yang akurat lagi agar perceraian segera di putuskan?"


"Tidak Nona, semua bukti akurat jika Tuan Rayan memang bersalah. Apa lagi bukti rekaman CCTV sudah saya kantongi."


"Apa rekaman CCTV?" Pekik Violetta dan Rayan bersamaan.


Mereka berdua tidak tahu jika seseorang telah mengirimkan rekaman CCTV Rayan dan Dea yang sedang melakukan hubungan terlarang.


"Iya, rekaman CCTV," Pengacara Andrian membenarkan ucapan nya dan ia membuka laptop miliknya dan memperlihatkan adegan antara Rayan dan Dea yang sedang bercumbu layaknya suami istri.


"Sial siapa yang sudah melakukan nya."


Batin Rayan. Saat melihat dirinya dengan Dea.


Sedangkan Violetta tidak kuasa menahan untuk tidak menangis melihat suaminya bercinta dengan wanita lain.


"Stop." Teriak Violetta karena ia tidak sanggup melihat nya.


Dengan cepat pengacara Andrian mematikan rekaman video tadi.


-----------------------&&&----------------------


"Ken, kau mau kemana?" ujar Barack saat melihat Ken bangkit dari tempat duduknya.


Meski Ken dan Barack mengobrol tapi pandangan matanya Ken tertuju pada Violetta.


Barack menoleh menatap adiknya dan benar saja Violetta sedang menangis namun ia tidak ingin ikut campur terlebih dulu karena di sana ada pengacara Andrian yang akan membantu Violetta.


"Tenang kan dirimu Ken, Vio akan baik-baik saja. Duduklah kembali." Barack mencoba menenangkan Ken agar tidak tersulut emosi melihat adiknya menangis. Dia juga sama tidak tega melihat adik kesayangannya menangis.


Rayan mencoba menyentuh Violetta untuk menghapus air matanya.namun Violetta menepis tangan Rayan.


"Maafkan aku Vio."


"Maafkan aku Vio," ucap Rayan dengan kata yang sama.


"Aku selalu menyakiti mu dari dulu tapi kamu selalu memaafkan aku. Padahal aku sudah berjanji tidak akan tapi ..." Rayan menundukkan kepalanya.


Rayan menyadari akan kesalahannya yang tidak bisa di hitung saat Violetta dengan mudahnya memaafkan dirinya. Namun kali ini benar-benar fatal membuat pernikahan mereka harus kandas karena ulahnya sendiri.


"Nona Vio anda tidak apa-apa?" Pengacara Andrian melihat kliennya memegang dadanya seperti nya begitu sakit dan menyesakkan. Pengacara Andrian bisa merasakan bagaimana sakit nya Violetta.


Pengacara Andrian memberikan satu gelas air putih untuk Violetta agar kembali tenang.


"Nona Vio minum dulu."


Violetta menerima satu gelas berisi air putih dari pengacara Andrian.

__ADS_1


Pengacara Andrian memastikan Violetta sudah merasa tenang."Are you ok?"


Violetta mengangguk kepalanya.


"Aku tahu aku salah selama ini, hingga kau menginginkan perpisahan ini. Tapi aku masih sama masih mencintai mu Vio."


Violetta menggelengkan kepalanya. "Dari dulu aku tahu kamu mencintai aku."


Rayan yang tadi menundukkan kepalanya kini mendongak dan menatap Violetta. "Ya aku mencintaimu_" Violetta memotong perkataan Rayan.


"Aku juga mencintaimu ... Bahkan benar-benar mencintai mu."


Violetta begitu menggebu-gebu hingga air matanya berlinang. "Aku mencintaimu tanpa alasan. Tapi ..." Violetta menjedah perkataan dengan memegang dadanya yang terasa sesak.


"Tapi aku nyesel!." teriak Violetta.


"Aku nyesel telah mencintai dia begitu tulus pengacara Andrian..."


Violetta menghapus air matanya dengan kasar. "Karena aku cuma punya ketulusan."


Rayan hanya bisa diam mendengarkan isi hati Violetta yang begitu dalam.


Sedangkan pengacara Andrian terkejut mendengar Violetta. wanita yang tulus mencintai suaminya yang di sia-sia kan begitu saja hanya karena sekarang sedang sakit dan tidak cantik lagi.


Violetta menepuk-nepuk dadanya. "Dan hati kamu jangan terlalu ngikutin apa kata hati mu. Karena hati, awal dari sebuah penghianatan." Violetta menunjuk ke arah Rayan.


"Hati itu yang sudah membuat hati kita ngelakuin kebodohan hingga akhirnya kamu goyah dan berselingkuh dengan wanita itu," sambung Violetta dengan menunjuk ke Dea yang kembali datang.


Ken begitu terenyuh mendengar ketulusan hati nya yang begitu tulus mencintai suaminya. Tapi Ken malah menunggu mengharapkan cinta nya terbalaskan.


"Vio benar-benar mencintai Rayan begitu besar," gumam Ken yang masih di dengar oleh Barack.


"Ya, Vio begitu sangat tulus mencintai Rayan semenjak dia menikah dan melupakan cinta pertama nya yang tidak kunjung datang," sahut Barack yang menjawab gumam Ken.


Ken tersentak Barack ternyata mendengarkan nya. Barack tersenyum saat Ken terkejut.


"Siapa cinta pertama Vio Bar?"


"Kamu cinta pertama Vio Ken," jawab Barack.


Ken mengembangkan senyumannya. "Jadi ... Jadi selama ini cinta aku tidak bertepuk sebelah tangan Bar?"


Barack mengangguk kepalanya. "Kamu saja yang tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkan perasaan mu," sindir Barack.


Ken hanya tersenyum kecil.


"Oh my ... Terimakasih atas penantian ku selama ini."


Batin Ken.

__ADS_1


__ADS_2