Ku Lepas Kau Dengan Bismillah

Ku Lepas Kau Dengan Bismillah
7. Kedatangan Seseorang


__ADS_3


Kedatangan Seseorang



Hari-hari kami penuh dengan rumah sakit. Ntah penderita atau air mata, untuk pertama kalinya setelah berbulan-bulan, aku dan dia terbebas dari kanker. Namun nyatanya dia harus berjuang lagi untuk kesembuhan dari kanker darah yang masih harus di hilangkan.


Batin Rayan menatap Violetta dari kejauhan saat bisa kembali melihat Istrinya tertawa lepas bersama yang lain setelah berjuang melawan penyakitnya.


Namun Violetta merasa sedih saat semua orang hanya baik di depan nya saja. Violetta dan Rayan kini tengah berada di suatu pesta yang di adakan salah satu teman nya.


Ken merasakan sesuatu yang tidak baik saat melihat raut wajah Violetta yang tiba-tiba murung. Karena Ken juga hadir di acara tersebut.


Ken merasa murka mendengar tiba - tiba Violetta pamit pulang.


"Katakan ada apa sebenarnya?" tanya Ken dingin kepada orang kepercayaan nya.


"Semua menjelek-jelekkan nona violetta," jawab suruhan Ken.


"Beri hukuman untuk orang yang telah berani mengusik ketenangan violetta." ucap Ken dingin.


Tanpa menunggu lama, orang kepercayaan Ken pamit undur diri untuk segera membereskan semua orang yang membuat Ken murka.


Selama di perjalanan pulang Violetta hanya bisa diem ia masih teringat dengan kata teman-teman nya. Hingga akhirnya Rayan membuka suaranya terlebih dahulu. Karena Rayan khawatir dengan kondisi Violetta yang mendadak jadi diam.


"Jujur, sebenarnya ada apa?" tanya Rayan. Ia menoleh ke samping sebentar dan menatap kedepan kemudi lagi.


Violetta sudah menitihkan air matanya terlebih dahulu. "Mereka membicarakan aku di belakang."


"Apa yang mereka bicarakan?"


Akhirnya Violetta menceritakan semua kejadian tadi saat banyak yang membicarakan nya.


"Sudah tidak perlu di dengarkan," seru Rayan mencoba untuk menenangkan Istrinya.


"Tapi, mereka menjelekkan aku, jika kamu ingin kembali ke pesta itu, sana kamu kembali lagi saja!" bentak Violetta.


"Tidak Vio, aku tidak ingin kembali."


"Berhenti- berhenti, turunkan aku disini!"


"Tapi Vio." Rayan menolak.


Dengan kemudian Rayan menghentikan laju mobilnya di tengah jalan yang rame sesuai permintaan Violetta.


Violetta membuka pintu dan pergi begitu saja. Di susul Rayan.


"Sayang tunggu, kamu mau kemana," teriak Rayan.


"Aku ingin sendiri. Ingin sendiri! " teriak Violetta.

__ADS_1


"Iya, tapi tidak disini, lihat disini cukup rame jangan disini." Seru Rayan menenangkan Violetta yang sedang emosi.


"Iya aku takut mati," teriak Violetta.


"Agahhh..."


"Vio, tenang Vio, kau pasti akan sembuh."


"Nggak," teriak Violetta.


"Aku tidak akan membiarkan kamu untuk pergi Vio, tidak akan pernah, aku takut tanpa ada kamu Vio." Rayan mencoba menggapai Violetta untuk mencoba memeluknya.


"Tapi, apa yang di bilang semua orang itu benar, apa yang ada di tubuh aku itu palsu. Aku tidak memiliki payudara lengkap, aku seorang wanita yang penyakitan,aku pasti akan mati." Violetta menangis sejadi-jadinya saat sudah di pelukan Rayan.


"Nggak Vio, nggak Vio," ujar Rayan.


Violetta masih meraung di tengah jalan "Apa kamu tidak melihat, bahkan rambut aku palsu."


Hingga akhirnya tidak terdengar lagi Violetta menangis dan berteriak. Karena Violetta tidak sadarkan diri.


"Vio sayang, bangun sayang ku mohon!" Rayan menepuk pipi istrinya untuk bangun.


Rayan mengendong Violetta masuk ke dalam mobilnya dan menuju rumah sakit.


Tidak butuh lama Violetta sampai di rumah sakit.


"Dok, bagaimana keadaan istri saya?" tanya Rayan. Saat melihat Dokter keluar dari ruangan UGD.


Dokter Aleta menghembuskan napas nya. "Jika ibu violetta terguncang, ini tidak baik untuk menyembuhkan penyakitnya," ungkap Dokter Aleta.


Deg


Mendengar Violetta di larikan kerumah sakit mami Vania menyusul Violetta di temani Barack.


Plak


Mami Vania menampar Rayan. Sedangkan Rayan hanya diam saja saat ibu mertuanya menamparnya.


"Mih, sudah." Barack saat mencegah mami Vania hendak menampar lagi.


"Lepaskan mami Bar, dia sudah membuat putri mami masuk kerumah sakit lagi!"


"Tapi, Mih bukan dengan cara Mami menampar Rayan. Kita dengarkan penjelasan Rayan dulu apa yang sebenarnya terjadi." ujar Barack.


Mami Vania akhirnya mau mendengarkan putranya.


Lima bulan telah berlalu.


Di suatu malam yang dingin. Violetta menghampiri Rayan yang tengah berdiri di balkon rumahnya.


"Aku sudah beli tiket buat kita ke Singapura," seru Violetta yang sudah ada di samping Rayan.

__ADS_1


"Bagus dong, lagian kamu sudah lama tidak bertemu papi sama mami.danjuga saudara kamu yang lainnya. Hampir lima tahun kecuali mami yang datang kesini," ucap Rayan santai tanpa menatap Violetta.


"Kamu bisa pilih mau hari Sabtu atau Minggu nya kita berangkat."


"Tapi, Vio. Aku lihat schedule aku dulu iya. Akhir-akhir ini banyak sekali yang harus di selesaikan."


"Apa tidak bisa di tunda atau di berikan ke kak Bara dulu? pasti mengerti lah," bujuk Violetta.


"Aku tidak tau kita lihat nanti iya. Atau kalau nggak kamu sama Val saja yang pergi," ucap Rayan memberikan usulan.


Violetta hanya bisa diam. Ia sedikit kecewa akan usulan dan keputusan Rayan.


"Baik, aku kan bilang ke papi," seru Violetta. Ia kemudian masuk ke dalam meninggalkan Rayan.


🍃🍃🍃


Malam ini Rayan pergi ke tempat hiburan malam seperti biasanya. Namun, malam ini Rayan datang sendirian tanpa di temani Barack.


Ketika di tempat ini Rayan begitu sangat semangat tanpa beban pikiran apapun.


Rayan tersenyum saat pandangan matanya tertuju pada salah satu wanita yang sudah mencuri yang sedang berjoget di bawah gemerlap lampu disko. Hingga akhirnya wanita cantik menyudahi acara joget nya. Menuju salah satu meja bar.


"Hai seksi boleh kenal tidak," bisik Rayan.


"Apa," kata wanita itu sedikit berteriak karena tidak terlalu jelas. Hingga akhirnya wanita itu mendengar suara Rayan dan mereka berbincang-bincang.


Pagi nya di kantor Rayan dan Barack baru saja selesai meeting bersama.


"Ray, aku duluan iya." Pamit Barack.


"Eh, tunggu, jangan pergi dulu." Rayan mencegah Barack untuk pergi.


"Ada apa?" tanya Barack. seraya menatap Rayan.


"Vallery menanyakan kamu terus," ucap Rayan.


Barack menepuk keningnya. "Astaga, aku sampai lupa, baiklah weekend besok aku datang."


Barack menepuk pundak Rayan sebelum berpisah.


"Ok, nanti biar aku sampaikan kepada Vallery, aku sudah di tunggu Vio. Hari ini," ucap Rayan.


Mereka akhirnya berpisah setelah selesai. Rayan menghubungi Violetta. Namun, ada seseorang yang memanggil namanya. Yang baru saja keluar dari dalam lift.


"Rayan!" Panggil wanita itu kepada Rayan.


Rayan menoleh dan terkejut melihat siapa yang memanggil namanya.


Deg


Rayan menoleh kekiri dan kekanan ia tidak mau ada orang lain yang melihat nya. Terutama Barack. Jika ada yang melihatnya bisa-bisa ia terkena hukuman dari sahabat sekaligus kakak iparnya itu.

__ADS_1


Dengan segera Rayan mendekati wanita seksi itu dan membawanya pergi dari kantor Rayan.


#konflik akan segera di mulai iya.


__ADS_2