
9. Berbohong
Violetta hanya bisa memandang Rayan yang pergi begitu saja. Tanpa ada kata selamat pagi atau pelukan yang biasa di lakukan Rayan setiap hari. Membuat Violetta merasa aneh dengan Kelakuan Rayan. Namun, Violetta menepis jauh-jauh pikiran negatif tentang suaminya. Mungkin benar dia sedang buru-buru waktu untuk sampai di kantor.
Tepat pukul delapan pagi Rayan sampai di perusahaan. Namun, Rayan memilih untuk berbohong kepada Barack untuk meminta ijin dengan alasan menemani Violetta ke Dokter.
Tok,tok,tok,
Rayan mengetuk pintu ruangan Barack. dan membuka pintu nya. Melihat Barack yang sedang sibuk menelepon.
"Bro, aku ijin antar violetta ke dokter sebentar," ucap Rayan Kepada Barack.
Sedangkan Barack yang sedang fokus menelpon hanya mengangguk kepalanya saja, sebagai tanda mengijinkan rekan kerjanya itu.
Rayan tersenyum bahagia karena Barack percaya begitu saja.
Maaf, Bar. Violetta gue bawa-bawa.
Batin Rayan.
Dengan segera Rayan meninggalkan kantor menuju rumah yang di tempati Dea.
Rayan tersenyum saat melihat Dea yang masih tidur pulas, semalam Rayan membuat Dea tidak bisa berkutik hingga kini sudah pukul sembilan pagi belum kunjung bangun.
Rayan merasa senang apa yang Rayan tidak dapatkan dari Violetta kini ia bisa mendapatkan semua dari Dea.
Ken tidak sengaja saat melihat mobil Rayan melintas di depan nya. Ken sebenarnya tidak ingin mengikuti kemana perginya mobil Rayan.
Namun, Ken cukup terkejut saat mobil Rayan berhenti di salah satu rumah.
Ken ikut turun dari mobilnya dan mengikuti Rayan. Ken terkejut saat melihat ada wanita yang sedang tidur pulas hanya di tutup dengan selimut tebal. Sedangkan Rayan mendekati wanita tersebut.
Ken merasa terkejut saat Rayan mencumbu wanita itu. Ia merasa murka terhadap nya karena sudah berani menyakiti Violetta, wanita yang Ken cintai.
Ken mengepal kuat telapak tangan nya hingga membuat buku-buku tangan.
Rayan berani sekali kau. Aku akan bertekad mengambil apa yang sudah kau ambil dan kau campakkan.
Batin Ken.
Rayan mendekati Dea yang masih tidur pulas tanpa memakai baju hanya selimut tebal yang menutup sebagian tubuh polosnya.
Rayan mengecup bahu Dea yang masih tertidur, Dea lah yang saat ini Rayan butuhkan sebagai pengganti Violetta.
Dea merasa terganggu dengan kecupan dari Rayan. Dea membalikkan badannya dan tersenyum seraya mengusap wajah Rayan
"Pagi bidadari ku," bisik Rayan.
Dea hanya membalas dengan senyuman.
"Kamu gak ke kantor pagi-pagi sudah datang kesini," ucap Dea.
"Aku ingin makan sarapan ku, makanya aku datang kesini," kata Rayan.
"Kamu sudah membuat ku tidak berdaya semalam, dan kamu datang untuk memakannya lagi," tanya Dea.
__ADS_1
"Iya,sekarang kau prioritas ku," jawab Rayan.
Dea bangkit dan memakai piyama tidurnya. Sedangkan Rayan duduk di depan laptop. Dea pergi membuat kan kopi dan sarapan pagi untuk mereka berdua.
Rayan memilih untuk sarapan bersama kekasih nya daripada dengan Violetta Istrinya.
🍃🍃🍃
Violetta menghubungi Barack saat Vallery menginginkan untuk makan siang bersama.
Barack merasa terkejut saat adiknya meminta untuk bertemu saat makan siang.
Barack mencoba untuk tidak menanyakan Rayan yang meminta ijin kepada nya. Dan Barack menyetujuinya.
Kini Barack sudah berada di tempat yang di pesan oleh Violetta. Dan benar saja dugaan Barack jika Rayan tidak sedang bersama Violetta dan Vallery.
"Uncle Bara," teriak Vallery. Seraya melambaikan tangannya.
"Hai sayang," ujar Barack. Ia menghampiri Valerry dan juga Violetta.
"Kalian hanya berdua saja?" tanya Barack.
"Iya uncle, kata Dady dia sibuk cari uang buat kita iya mom," jawab Vallery asal.
Deg
Benar dugaan Barack, Jika, Rayan sudah berani membohongi nya terutama istri dan anaknya.
Barack mencoba tersenyum saat melihat kedua wanita yang ia sayangi.
"Bagaimana kabar kamu Baby," ucap Barack memeluk adiknya. Dan mengecup pucuk kepala nya.
"Seperti kak Bara lihat," kata Violetta mengurai pelukannya.
Barack sebenarnya hatinya sedih melihat adiknya yang sedang berjuang untuk sembuh namun yang di dapat kebohongan dari suaminya sekaligus sahabatnya.
Barack berjanji jika sahabat nya berani menyakiti nya hingga adiknya meneteskan air mata nya, Barack tidak akan mengampuni Rayan bahkan akan menjauhkan Violetta dengan Rayan.
Satu jam mereka makan bersama hingga akhirnya Barack mengantar adik dan keponakan nya kembali kerumah dengan selamat.
Setelah sampai di kantor, Barack mencari Rayan di raungan nya namun Barack tidak melihat Rataan di dalam.
Hingga akhirnya bertemu di saat Rayan baru keluar dari dalam lift.
"Hai Dude," sapa Rayan. Nampak terlihat jelas wajah' Rayan yang begitu ceria.
"Hai, baru balik lho," kata Barack.
"Iya, tadi sekalian jemput Vallery dan sekalian makan siang bareng." bohong Rayan.
Barack tersenyum kecut saat Rayan bilang makan siang dengan ponakan nya.
Kau berbohong Ray
Batin Barack.
__ADS_1
Barack seperti nya harus mengikuti Rayan ketika dia kan pergi dengan alasan Violetta. Barack akan mencari tahu apa yang membuat Rayan harus berbohong kepada nya. Padahal mereka berdua sudah bersahabat sejak kecil.
"Baiklah, aku kembali keruangan ku dulu," ujar Barack,
Rayan hanya mengangguk kepalanya saja dan masuk kedalam ruang kerja.
Baru sampai dan hendak duduk dering handphone nya bergetar ia melihat Violetta menghubungi nya.
Dengan segera Rayan mengangkat telepon dari istrinya.
"Hallo sayang," sapa Rayan. Seraya membuka berkas laporan.
"Dady, Vall tadi makan siang bareng uncle Bara," ucap Vallery.
Bugk
Berkas yang di pegang Rayan jatuh begitu saja saat putrinya baru saja selesai makan siang dengan Barack, sedang kan dia mengatakan kepada Barack jika dirinya habis bertemu putrinya.
Rayan tertegun, ia merasa menjadi pria bodoh yang sudah berbohong kepada Barack.
"Dady, Dady." Panggil Vallery karena hanya suara hening saja membuat Vallery memanggil Dady nya.
"Eh iya sayang." Rayan tersadar ia mencoba tenang agar tidak di curigai oleh putri dan istrinya, ia tahu istrinya sedang berada di dekat putrinya.
"Tadi makan siang nya apa?" tanya Rayan.
"Tadi makan bola - bola udang," ucap Vallery.
"Wah, enak tuh, buat Dady mana?" tanya Rayan mencoba menghibur putrinya.
"Dady gak boleh minta, habis enak sih," seru Vallery dengan polosnya. Membuat Rayan tertawa mendengar putrinya.
"Ya sudah tutup dulu iya sayang, salam buat mommy dari Dady iya." Rayan menyudahi telepon dengan putrinya.
"Iya Dady, sampai kan juga sama uncle Bara sudah mau nemenin Val makan siang,"
"Baiklah Sayang nanti Dady sampaikan, dada sayang," ujar Rayan.
Rayan mengakhiri sambungan telepon nya dan bergegas menuju ruangan Barack.
"Bar, aku tidak bermaksud untuk."
"Apa? Tidak bermaksud untuk berbohong?" Barack bangkit dari tempat duduknya dan mendekati Rayan.
"Kau tega membohongi adikku, keponakan ku," seru Barack geram.
"Tapi Bar, aku bisa jelaskan."
"Aku sibuk, keluar!" Barack mempersilahkan Rayan untuk keluar dari ruangan nya.
"Bar, dengerin penjelasan."
Brak.
Pintu di tutup paksa oleh Barack.
__ADS_1