Ku Lepas Kau Dengan Bismillah

Ku Lepas Kau Dengan Bismillah
8. Mendapatkan Perhatian


__ADS_3

8. Mendapatkan Perhatian


Dengan segera Rayan mendekati wanita seksi itu dan membawanya pergi dari kantor Rayan.


Namun, saat Rayan menarik wanita cantik yang bernama Dea untuk menghindari dari orang sekitar di kantor termasuk Barack. Violetta kembali menghubungi Rayan.


Drzzztt... Drzzztt...


My wife ia calling...


Tertera nama yang muncul di layar handphone Rayan. Dengan segera Rayan merijek panggilan dari Violetta Karena saat ini Rayan masih memegang handphone nya di genggaman tangannya.


"Kenapa di rijek, bukankah itu dari istrimu," Tanya Dea kepada Rayan yang sempat melihat nya juga.


Rayan tidak menggubris ia tetap menarik Dea ketempat yang aman dari jangkauan orang-orang.


Violetta kembali menghubungi Rayan, karena suaminya sudah bilang sedang akan pulang kerumah.. Beberapa kali suara dering telepon baru Rayan mau mengangkat telepon dari istrinya.


"Hallo." Sapa Rayan.


"Sayang_" Rayan memotong pembicaraan Violetta.


"Maaf, kali ini aku tidak bisa nemenin kamu, ada meeting mendadak."


Tut,Tut,tut...


Dengan segera Rayan memutuskan sambungan telepon begitu saja tanpa mau mendengar Violetta berbicara. Padahal Rayan sudah berjanji dan bilang akan pulang kerumah.


"Kenapa berbohong," tanya Dea. Seraya mengikuti Rayan yang masuk kedalam mobil.


Rayan hanya diem dan menjalankan mobilnya meninggalkan halaman perkantoran.


"Aku hanya tidak ingin melihat dia kesakitan." Rayan akhirnya mau membuka suaranya.


"Kesakitan bagaimana?" tanya Dea.


Lagi- lagi Rayan diam tidak menjawab pertanyaan Dea. Rayan memilih pergi ke klub untuk mengobrol dengan Dea.


"Tadi yang telepon vio, istri aku, dia terkena kanker Darah dan juga Payudara. Dia memiliki pengobatan empat program. Setiap tiga minggu sekali harus pergi untuk melakukan kemoterapi," ungkap Rayan, seraya menyesap minuman yang di pesan.


Sambil menikmati minumannya Dea hanya bisa menjadi pendengar Rayan saja.


"Setelah pengobatan kemoterapi, dia selalu muntah berhari-hari. Hingga, cairan isi dalam perut ia muntahkan semua, dia kehilangan lima belas gram rambutnya rontok dan dia menjadi botak," imbuh Rayan seraya memainkan gelas di tangan nya.

__ADS_1


Dea masih setia menyimak cerita Rayan tentang penyakit istrinya dengan tangan nya di bawa dagu.


Rayan menghembuskan napas kasar dan menoleh ke Dea sebentar.


"Lalu radiasi. membuat kulit nya mengering dan juga mengelupas.bahkan kita harus berpura-pura selalu senang di saat dia harus menjalani amputasi. bekas lukanya seperti resleting kurang lebih 20 cm panjang lukanya," sambung Rayan dengan raut sedih menceritakan kesakitan Istrinya.


"Vio, wanita yang paling cantik. Tapi, dia jadi layu karena kanker, dipermalukan karena kanker juga." Rayan mulai menitihkan air matanya.


Dea mencoba untuk menenangkan Rayan dengan mengusap- usap bahu Rayan.


Rayan menolah ke samping. "Kami semua dipermalukan karena kanker, sialan." Rayan mulai sedikit emosi.


"Belum lagi akan ketakutan kematian setiap saat akan merenggut nyawanya. Belum lagi anakku," sambung Rayan dengan tatapan sendu dan kosong.


"Sabar Rayan, yang penting kita selalu memberikan dukungan untuknya," kata Dea.


"Iya, aku selalu memberikan dukungan, dan intinya bukan salah siapa- siapa untuk mengerti aku atau dia," seru Rayan.


"Sabar Rayan, kau bisa mendapatkan nya dari aku, aku janji." Dea menawarkan diri untuk menghibur Rayan.


Dengan senang hati Rayan menerima tawaran Dea. Membuat Dea merasa senang bisa mengambil perhatian Violetta untuk Rayan yang selam ini tidak Rayan dapatkan dari Violetta.


Di sepanjang jalan di dalam mobil mereka begitu mesra bahkan saling memberikan ciuman.


Rayan merasa takut jika harus menghianati Violetta kembali. Padahal Rayan sudah berjanji untuk tidak bermain wanita lagi.


Namun, di saat Rayan hendak pergi dan pulang. Dea mencoba merayu Rayan.


Rayan tidak bisa menahan akan hasrat nya selama ini. Saat melihat Dea memberanikan diri membuka dan melepaskan kain yang melekat di tubuhnya hingga tak tersisa sehelai benang pun.. Membuat Rayan terbuai dan melakukan hal terlarang.


🍃🍃🍃


Violetta merasa sedih karena Rayan tiba-tiba membatalkan begitu saja padahal sebelumnya sudah bilang sedang akan menuju rumah. Hingga malam tiba Rayan tidak kunjung pulang kerumahnya.


Barack yang sudah berjanji akan mengajak sang keponakan nya untuk pergi jalan-jalan. Memutuskan untuk di tunda terlebih dulu. Ia memilih untuk menemani sang adik.


Barack merasa heran dengan Rayan. Padahal dia Sudah ijin untuk pulang mengantarkan Violetta.


"Kak, pulang lah, Vio baik-baik saja." Ucap Violetta Kepada Barack.


"Tidak baby, aku ingin menemani mu hingga Rayan pulang." Kata Barack mencoba tenang. Ia merasa geram.kepada Rayan yang sudah berani membohongi adiknya itu.


"Tapi, kak ini bahkan sudah hampir tengah malam." Vio membujuk kakaknya untuk tidak menunggu Rayan pulang.

__ADS_1


Violetta tahu suaminya tidak akan pulang.


"Vio tidak apa-apa kak, percayalah. Lagian ada Bi Lastri yang menemani Vio di sini."


Barack sebenarnya tidak tega melihat Vio, ia sebenarnya sedih melihat adiknya gara-gara Rayan sahabat sekaligus adik iparnya.


"Baiklah, kakak akan pulang, jaga dirimu baik-baik, jika terjadi sesuatu hubungi kakak, ok."


Violetta hanya mengangguk kepalanya saja.


Cup


Barack mengecup kening adiknya sebelum pergi.


Rayan akhirnya memutuskan untuk pulang setelah melakukan pergulatan panas dengan Dea.


Rayan tiba di rumah pukul 01.00 wib. Ia memutuskan untuk langsung pergi tidur saat melihat Violetta juga tidur.


Namun, salah jika Violetta sudah tidur. Ia membuka matanya saat Rayan sudah tidur pulas.


Violetta merasa sedih karena suaminya pulang malam.


Pagi nya Rayan memutuskan untuk pergi terlebih dulu. Ia menghindari pertengkaran dengan Violetta. Karena tahu Violetta pasti akan mempertanyakan dirinya pulang terlambat.


Rayan menghubungi Dea saat sudah berada diperjalanan menuju tempat nya bekerja.


Rayan tersenyum saat mengingat kejadian semalam. Seraya menunggu Dea mengangkat teleponnya.


"Hallo." Suara Dea yang khas baru bangun tidur.


"Hallo Dea sayang, maaf iya, aku pulang duluan dan tidak bilang ke kamu. kan kamu tahu sendiri aku sudah punya istri," ucap Rayan dengan tersenyum.


"Huft, jd malas menjalin hubungan dengan seseorang yang sudah memiliki istri," keluh Dea.


Membuat Rayan tertawan dan Dea mematikan telepon dari Rayan begitu saja.


Hari- hari Rayan mulai berubah saat mengenal. Dea di dalam hidup nya. Seakan Rayan mendapatkan perhatian khusus dari Dea yang tidak ia dapatkan dari Violetta istrinya selama beberapa bulan ini.


Seperti pagi ini, Violetta memutuskan untuk membawa sarapan kedalam kamar, karena Rayan pagi ini bangun kesiangan. Namun ia bertemu Rayan saat hendak pergi ke kantor.


"Maaf sayang, aku buru-buru takut kejebak macet. Nanti aku sarapan di kantor saja." Rayan pergi begitu saja saat Violetta membawakan sarapan untuknya.


"Tapi, sayang minum dulu susunya." Violetta mencegah Suaminya untuk pergi sebelum makan sarapan nya.

__ADS_1


Setidaknya Suaminya mau memakan atau meminum sarapannya yang sudah ia buat dan bawakan untuk nya. Namun, Rayan tidak mempedulikan Violetta. Rayan memilih pergi begitu saja membuat Violetta sedih.


__ADS_2