Ku Parkir Cintaku Di Hati Pak Satpam

Ku Parkir Cintaku Di Hati Pak Satpam
Bab 53


__ADS_3

Happy Reading 😉


🍃🍃🍃


Sesak! Itu yang Khai rasakan. Pemuda yang ramah dan murah senyum itu seakan kehilangan senyumannya. Disampingnya ada sang pujaan hati yang sedang menangis terisak, ingin sekali rasanya Khai menghiburnya, tapi saat ini dia sendiri pun butuh untuk di hibur. Bagaimana Khai bisa menghibur hati Celia, sedang hatinya sendiri saat ini sedang terluka.


Tetapi walau bagaimanapun Khai adalah seorang pria, masalah ini tidak boleh membuatnya lemah. Bukankah ia sudah menduganya sedari dulu jika kemungkinan orangtua Celia tidak bisa menerima nya. Sungguh miris batin Khai, ia juga ingin bahagia meski pekerjaannya bukan abdi negara, ia juga ingin dihargai meski tak berpendidikan tinggi.


"Sayang ... " Khai memanggil Celia pelan hingga gadis itu mengangkat kepalanya dan menatap Khai.


"Setelah bapak meminta kamu untuk mengakhiri hubungan kita, apa yang kamu lakukan?"


"Aku gak tahu Khai, aku bingung, di satu sisi aku gak mau bapak sedih, dan disisi lain aku gak mau kehilangan kamu." Celia menjawab pertanyaan Khai dengan suara bergetar.


"Hei, sayang, sudah jangan menangis lagi, mari kita cari solusinya, OK!"


Khai mengusap air mata yang membasahi pipi halus Celia.

__ADS_1


"Untuk sekarang ini kita harus menyembunyikan hubungan kita ini Khai." Celia kembali menundukkan kepala sambil memainkan jemarinya.


"Baiklah, aku mengerti, kita akan tetap hubungan kita untuk sementara waktu."


Celia tersenyum mendengar jawaban dari Khai, "tapi, nanti ajak aku untuk bertemu dengan bapak kamu, berlari tidak akan menyrlesaikan masalah, kita harus menghadapinya bukan?"


"Iya Khai, aku akan mengatur pertemuan kamu dengan bapak, nanti setelah dirasa keadaan sudah sedikit tenang."


"Tentu, mari kita hadapi bersama," Khai menggenggam tangan Celia lalu krmbali berucap, "mari tetap bersama, dalam suka maupun duka, karena aku adalah kamu, dan kamu adalah aku, kita adalah satu .... "


Meski perih dan sakit, aku tetap berdiri tegak demi cintaku. Meski banyak badai yang menghadang aku akan tetap melangkah bersamamu, meski aku akan terjatuh berkali-kali, itu tak mengapa asal ada kamu yang selalu bersamaku, maka aku akan kembali berdiri, dan kembali melangkah meski tertatih, batin Khai.


"Khai ...."


"Hmmm ...."


"Meski sedih, tapi aku lega karena sudah mengatakan semuanya, aku merasa lega Khai."

__ADS_1


"Karena sekarang kita berbagi beban bersama, jadi kamu merasa lega sayang, lain kali jangan memendam semuanya sendirian, berbagilah, katakan semuanya, jangan lagi menghilang seperti kemarin saat kamu berada di kampung."


"Iya Khai." Celia kini bisa kembali tersenyum, "kalau gitu bisa antar aku pulang sekarang Khai, aku takut pakdhe sama budhe nanti nyariin."


"Siap tuan putri, permintaanmu adalah perintah bagiku."


"Isshh ... apaan sih," Celia menepuk pundak Khai pelan.


Seperti yang diminta oleh Celia, Khai mengantarkan Celia pulang kerumah budhenya, dan seperti biasa pula, Celia minta turun di minimarket depan komplek perumahan.


"Sayang, kamu pulangnya hati-hati ya, yang fokus bawa motornya," nasihat Celia pada Khai.


"Iya sayang, bawelnya aku," Khai mencubit hidung Celia dengan gemas. Masalah besar yang mereka hadapi nyatanya tak membuat hubungan mereka renggang atau putus, mereka justru semakin menyayangi satu sama lain, merasa semakin takut untuk kehilangan satu sama lain.


Celia berjalan kaki kerumah budhe Rani, sesampainya dirumah, pakdhe dan budhenya itu sedang mengobrol sambil melihat acara di televisi. Celia salim pada budhe dan pakdhenya lalu segera masuk kedalam kamar.


Mandi pasti akan menyegarkannya, setelah menaruh tasnya diatas meja, Celia bergegas mengambil handuk dan pergi mandi. Biarlah semua kesedihannya luruh bersama air yang membasahi tubuhnya yang letih.

__ADS_1


__ADS_2