Legend Of System

Legend Of System
24.Awal Kehancuran


__ADS_3

"Ka...ka... kau..." Kata pemimpin besar Naga Hitam, Angkara gugup, sambil mundur kebelakang pengawalnya


"Ba..bagaimana kau bisa menemukanku dan masuk ke sini."Sambungnya masih tetap gugup


"Bukankah kau tadi dengan sombongnya berkata, akan mencincang tubuh ku dengan tanganmu sendiri?"


Nah..sekarang aku sudah datang, cincanglah tubuh ku, kalau kau bisa, bos idiot." Kata sesosok tubuh yang tiba-tiba datang kehadapan bos besar Naga Hitam, yang ternyata adalah Sadewa


"Kalian jangan diam saja. Kepung dia, jangan biarkan dia lolos.Tembak..!" Kata Angkara kepada anak buahnya dengan emosi


"Treteet.....treeeteet... teeet.."


"Dooorrr...dooorrrr...dooorrr."


"Swuuusss....swuuusss...."


"Blaaammm....duuaaarrr..."


Tendengar berbagai macam tembakan senjata otomatis, yang diarahkan ke Sadewa secara bersamaan


Para prajurit atau pengawal Angkara menembaki Sadewa secara membabi buta, dengan senjata otomatis berpeluru tajam, dan senjata taktis berhulu ledak daya tinggi


Sudah tidak terhitung lagi, jumlah peluru yang mereka muntahkan dari moncong senjata mereka. tapi tak satupun dari peluru-peluru itu yang mengenai tubuh Sadewa


Mereka yang belum pernah bertemu dengan Sadewa, dan melihat kejadian aneh, di mana peluru-peluru yang ditembakkan ke arahnya, tidak bisa melukai tubuh Sadewa


Tentu saja mereka keheranan dengan mata melotot dan mulut yang terbuka lebar. Mereka seakan tidak percaya, tapi kenyataan telah terpampang di depan mata


Serentak mereka menghentikan tembakannya, dan berdiri terpaku, tidak tahu apa yang harus dikerjakan lagi


Angkara sekali lagi dibuat takjub, ketika melihat kejadian di depan matanya. untuk sesaat, dia juga terdiam dengan kondisi yang sama seperti anak buahnya


Tapi sebagai seorang pemimpin, tentu saja dia tidak mau wibawanya jatuh dihadapan anak buahnya sendiri


"Jangan bengong, itu sihir dan itu tidak nyata, terus tembak!" teriak Angkara asal bicara


"Doorrrr...dooorrrr....doorrr..."


Angkara beraksi, menembakkan senjata otomatis yang di ambil dari prajurit yang ada di sampingnya


"Semuanyaa...Tembaakkk..!"


Perintah Angkara kepada anak buahnya untuk kembali menembaki Sadewa Bersamaan


"Dooorrr..dooorrr...dooorrr..."


"Dooorrr..doorrr....dooorrr..."


Serentak mereka kembali menembaki Sadewa dengan membabi buta, berharap salah satu dari tembakan mereka, bisa mengenai atau melukai Sadewa, dan harapan yang tinggi adalah pembunuhnya

__ADS_1


Tapi sekali lagi tapi. harapan tinggal harapan. Kejadian pertama terulang kembali, di mana ribuan peluru yang dimuntahkan dari moncong senjata mereka, tidak satupun yang berhasil melukai Sadewa Jangankan melukai mendekati saja tidak bisa


Semua peluru-peluru yang ditembakkan itu terpental ke mana-mana, ketika mengenai segel pelindung tubuh Sadewa


Ada yang meledak, ada yang terpental, dan bahkan ada yang meluncur kembali ke arah penembaknya


Tentu saja mereka panik melihat kejadian itu, dimana peluru peluru yang ditembakkan, tidak mengenai sasaran, malah terpental kembali ke arah mereka


"Sudah puas menembaki ku. Kalau sudah, sekarang giliran ku untuk menembaki kalian pula."Kata Sadewa sambil bercanda dan melangkah mendekati pemimpin mereka, Angkara


"Jangan sombong dulu kau bocah, hadapi kami dulu." Tiba-tiba terdengar suara yang menggelegar dari 50 orang yang muncul tiba-tiba di hadapan Sadewa


Siapa mereka itu. Mengapa mereka bisa muncul tiba-tiba di hadapan Sadewa, padahal sebelumnya, mereka tidak terlihat ada bersama dengan orang yang menembakinya dari tadi


Mereka tiba-tiba muncul begitu saja, dan menghalangi usaha Sadewa untuk mendekati bos besar Angkara


Rata-rata orang yang datang itu, berperawakan tinggi dan tegap, tidak begitu gemuk dan tidak begitu kurus. di punggung mereka, terselip pedang atau katana yang masih berada di sarungnya


Ternyata mereka adalah sekumpulan ninja atau samurai, yang bertempur selalu menggunakan pedang . Kelihatannya mereka sangat kompak dan kuat


Belum sempat hilang rasa keterkejutan Sadewa, muncul lagi 50 orang yang berpenampilan seperti seorang karateka, di pinggang mereka terikat kain kecil berwarna hitam


Apakah itu pertanda bahwa tingkatan atau keahlian mereka sudah sangat tinggi


"Langkahi dulu mayat kami, baru kau bisa berbuat sesuka hatimu di sini." Kata salah seorang di antara para karateka itu, yang ternyata adalah pemimpin mereka


"Ha...ha....ha...Kalian memang bisa di andalkan.Tunggu apa lagi.Serang..!" Teriak Angkara senang sambil tertawa kepada orang-orang yang baru muncul tadi


"Wusshh...tap...Duk...buuk.."


"Shuiingg...shiiingg..blaaarrr.."


Ke 100 orang yang baru muncul itu, serentak bergerak menyerang Sadewa, yang cuma seorang diri


Berbagai macam pukulan, tendangan, tinjuan, tamparan, sabetan dan tusukan pedang berbunyi nyaring, mengarah ke semua titik vital Sadewa secara bersamaan


Bukan panik atau pun takut, Sadewa malah tersenyum melihat semua serangan itu. Baginya gerakan mereka masih tergolong lambat, jika dibandingkan dengan kecepatan gerakan tubuh juga serangannya


Satu persatu serangan mereka bisa ditangkis, dihindari dan diantisipasi, bahkan dalam semua gerakannya, Sadewa masih sempat melancarkan pukulan, tendangan, tinjuan dan tamparan dari tangan dan kakinya


Berbanding terbalik dengan keadaannya, Sadewa dengan entengnya menghindari semua serangan yang sangat mematikan itu


Sebaliknya, serangan balasan dari Sadewa, membuat satu persatu dari lawannya roboh terpental dan mati


Di tengah hiruk pikuknya pertempuran yang terjadi, salah seorang dari kelompok ninja, dengan liciknya, menusukkan pedangnya ke punggung Sadewa dengan kecepatan tinggi, Sadewa tidak sempat untuk menghindar dari serangan itu


Tinggal 1 meter jarak tusukan pedang dengan tubuh Sadewa, tiba-tiba tubuh ninja pedang, yang menyerang Sadewa dengan licik, terpental ke belakang dan menabrak rekan mereka hingga jatuh


Apa yang sebenarnya terjadi?

__ADS_1


Ternyata segel pelindung yang ada di tubuh Sadewa, bereaksi dengan cepat, begitu merasakan ada bahaya yang sedang mengancam tuannya


Itu juga yang terjadi, ketika ribuan peluru, pedang, tombak atau tongkat dan sebagainya, secara ajaib terpental, ketika tinggal 1 meter jaraknya dari tubuh Sadewa


Apakah Sadewa tidak kuat, sehingga tubuhnya selalu harus dilindungi oleh berbagai macam segel, agar tidak terkenal serangan dari berbagai jenis senjata


Jawabannya tentu saja tidak begitu.Tubuh Sadewa sejatinya adalah tubuh yang sangat kuat. Tubuhnya telah dilapisi oleh berbagai macam kekuatan, tehnik dan keterampilan oleh sistem


Jadi jika sistem mendeteksi, ada bahaya yang mengancam keselamatan tuannya, otomatis semua kekuatan, tehnik juga keterampilan yang ada di tubuh Sadewa bereaksi dengan cepat


Itulah sebabnya, kenapa tubuh Sadewa tidak bisa dilukai walau sedikit pun, bukan tidak kuat, tapi itulah kekuatan sejatinya


"Swuuussshhh.....shuiingg.. siiinggg... tap...tap...tap...."


Terlihat beberapa orang ninja, melemparkan puluhan shuriken ke arah Sadewa dengan kecepatan tinggi.mengarah ke titik vitalnya


"Swuusshhh....swuuusshh.."


"Tap...tap...tap...tap..."


Terdengar lagi bunyi lesatan belasan kunai mengarah ke Sadewa, yang juga melesat dengan kecepatan tinggi


"Khiiiiiaaaaaaa...swuusshhh."


"Blaaammm...duuuaaarrr..."


Sadewa berteriak, mengerahkan kekuatan elemen anginnya, untuk mematahkan serangan senjata senjata itu.


Ternyata Sadewa juga bisa menguasai kekuatan elemen angin, seperti apa yang ada dalam novel itu.


Elemen angin, adalah salah satu dari puluhan elemen yang dikuasai oleh pengguna sistem legenda sebelumnya, jadi tidak heran, kalau Sadewa juga bisa menguasainya dengan sempurna


Hasilnya adalah, puluhan shuriken dan belasan kunai, yang meluncur deras ke arah Sadewa, terpental kemana mana, ketika terkena serangan elemen angin yang dilancarkan oleh Sadewa.


Semua senjata itu,berbalik ke arah penyerangnya juga ke yang lain,dan....


"Jleebb...jleebb...jleebbb.."


"Aaaarrrrggggg...aaaaaa.... uuggghhh..."


Orang orang yang terkena serangan balik senjata shuriken juga kunai, menjerit kesakitan, walaupun mereka tergolong kuat dan terlatih


"Khiiiaaaaaa....Blaaam...."


"Zheett...zheeettt....zheeettt..."


"Slaaaazzzz....bouommm...


Duuaaarrrr...."

__ADS_1


Tiba tiba Sadewa berteriak sangat kuat,mengerahkan kekuatan tubuh petir nya dengan maksimal,dan menembakkan petir itu ke arah pasukan ninja juga karateka bersamaan


Lalu apa yang terjadi sesudahnya?.


__ADS_2