
"Tempat apa ini?"
"Dimana kita sekarang, kenapa kota naga jadi berubah seperti ini?" Tanya seorang komandan pada temannya dengan ekspresi keheranan
"Aku juga tidak tahu. Padahal kita tadi jelas jelas sedang menuju portal kota naga!" Jawab Temannya sesama komandan kebingungan
"Tadi sebelum kita kemari, aku seperti melihat seberkas sinar melewati portal kita, tapi hanya melewati nya saja."
"Namun tiba tiba, kita telah berada di tempat ini, tanpa kita sadari." Ucap temannya yang lain penuh keheranan
"Lihat!. Sepertinya kita sedang di tunggu oleh seseorang!" Teriak seorang prajurit dengan suara kuat
"Kau benar!.Aku yakin bukan hanya satu tapi banyak. Bahkan mungkin jauh lebih banyak dari jumlah kita!"
"Tampaknya sikap nya tidak bersahabat. Mungkin ini tempat mereka!" Ucap seorang komandan nya membenarkan
Tak lama kemudian, muncul lagi sekelompok besar orang orang dari daratan timur tengah selatan. Jumlah mereka jauh lebih banyak dari kelompok pertama
Persenjataan mereka pun jauh lebih lengkap. Tapi tiba tiba, seluruh senjata senjata itu menghilang dari tangan mereka, begitu juga yang ada di depan mereka itu
Peristiwa itu tentu saja membuat kelompok tersebut menjadi bingung, dan tidak bisa berkomentar apapun
Cuma yang mereka bisa lakukan adalah menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya
Kemudian pemimpin kelompok besar tersebut, mengedarkan pandangannya pada kelompok lain, yang ada di depan mereka itu
Sama keadaannya dengan kelompok lain, seluruh persenjataan mereka pun sudah tidak ada lagi di tangan, dan mereka pun sedang menunggu perkembangan selanjutnya
Ditengah penantian itu, seseorang yang ternyata adalah Bima, muncul dan mengagetkan kedua kelompok tersebut
"Siapa kau dan dimana kami sekarang?" Tanya pemimpin kelompok itu dengan suara kuat
"Kau sedang tidak berhak untuk bertanya!. Justru kamilah yang wajib bertanya."
"Kenapa kalian berani datang ke kota naga, dan berniat ingin mengacaukan rencana lelang?" Tanya Bima tegas dan terkesan menakutkan
"Hahahaha!. Lucu, sangat lucu!" Respon ketua pemimpin itu dengan tertawa geli
"Sudah jelas kedatangan kami ke kota kalian itu, tak lain dan tak bukan adalah, untuk menguasai nya serta merebut apa saja yang kami butuhkan di sana!" Jawab pemimpin kelompok kedua dengan sikap sombong
"Kalau sudah tahu kami datang, kenapa pemimpin mu tidak menemui ku, dan berlutut pada ku?" Tanya pemimpin itu lagi lebih sombong
__ADS_1
"Kau jangan bercanda, dan jangan membangkitkan amarah ku!" Jawab Bima geram
"Memangnya apa yang bisa di buat oleh orang lemah seperti mu? Lagian kau hanya sendiri!" Respon ketua tersebut merendahkan Bima, dan terkesan menyombongkan kelompoknya
"Kau lihat sekeliling mu!. Hanya dengan menjentikkan jari saja, maka kau dan tempat ini, akan rata dengan tanah!' Ucapnya lagi dengan nada sombong
"Benarkah?" Respon Bima sambil tersenyum sinis. Kemudian menjentikkan jarinya, dan seketika, muncul jutaan orang orang kuat dari segala penjuru, dan langsung mengelilingi mereka
"Apa!.Bagaimana bisa terjadi?" Reaksi orang orang itu bersamaan
"Tidak mungkin mereka muncul secara tiba tiba begitu saja. kalau tidak memang sejak dari tadi bersembunyi?" Ucap seorang prajurit keheranan
"Sekarang kau sudah tahu kekuatan kami, apakah masih bisa bersikap sombong?" Tanya Bima dengan suara kuat dan penuh intimidasi
"Sebenarnya siapa kalian?. Katakan, sekarang kami sedang berada dimana?" Tanya pemimpin kelompok pertama dengan ekspresi marah
"Sudah aku katakan dari tadi, bahwa kalian bukan sedang dalam posisi berhak bertanya. Jadi cukup diam, lihat dan perhatikan, serta patuh terhadap apa yang akan aku sampaikan."
"Kalian datang dengan niat yang kurang baik."
"Ingin menghancurkan kota naga, dan merebut cincin ruang yang akan di lelang besok."
"Tapi tuan kami memerintahkan, agar kalian di bawa dulu kemari, dan di beri dua pilihan, menyerah atau mati!" Jawab Bima tegas
"Hahahaha!. Lagi lagi kau berkata seperti itu. Katakan siapa kau? dan apa hak mu menyuruh kami untuk menyerah, tak tahukah kau siapa kami ini?' Respon komandan kelompok itu marah, sambil tertawa terbahak bahak, di ikuti oleh ribuan anak buahnya tersebut
Kretek!
"Argh!" Teriak komandan tersebut kesakitan, ketika secara tiba tiba badannya seperti ada yang meremasnya kuat kuat
"Apa yang telah kau lakukan cepat lepaskan sihir mu ini?" Bentak temannya sesama komandan tersebut, dengan ekspresi marah, sekaligus terkejut
"Kretek! kretek!
"Argh!. Tolong ampuni aku, aku janji tidak akan bersikap sombong lagi!" Ucap orang tersebut sambil berteriak kesakitan
"Apa yang terjadi pada komandan, kenapa tiba tiba dia berteriak kesakitan seperti itu?" Tanya seorang prajurit keheranan
"Mana aku tahu!. Mungkin orang itu yang melakukannya!' Jawab temannya berterus terang
"Lebih baik kita diam saja dan menyerah, walaupun komandan dan pemimpin kita tidak mau, dari pada jadi korban seperti dia!' Ucap nya lagi
__ADS_1
"Kalian semua!. Cepat buat formasi! kesadaran jiwa mereka, dan masukkan dalam dunia dimensi, serta kurung kesadaran jiwa mereka di sana!?" Perintah Bima tegas
"Baik!" Jawab seratus diantara anak buahnya patuh. Kemudian membentuk formasi segel di tangan mereka
Seketika pusaran segel terbentuk dan menyedot kesadaran jiwa mereka masuk kedalam penjara dimensi.
Satu persatu kesadaran jiwa mereka masuk, dan tersedot kedalam pusaran segel itu
Setelah berlangsung sekitar 10 menit, seluruh orang dari kedua kelompok itu telah hilang kesadaran tubuhnya. mirip seperti mayat hidup, yang tidak mempunyai perasaan
Cuma bedanya adalah, tubuh tubuh itu masih bernyawa, namun kesadaran nya sudah di kuasai oleh orang lain
Kini tinggallah mereka seperti seonggok sampah, yang mau diapakan saja oleh orang yang lewat atau oleh yang menguasainya
"Masuklah semua kedalam tempat itu, dan hiduplah kalian di sana!" Perintah Bima tegas pada tubuh tubuh yang sudah dikuasainya itu
Seketika tubuh tubuh yang sudah di kuasai kesadarannya masuk, kedalam pusaran yang tiba tiba terbentuk di depan mereka
Hanya membutuhkan waktu tidak lebih 5 menit. seluruh orang yang tadi ada, sudah tersedot masuk, dan sekarang tempat itu telah bersih dan sepi kembali
Di dalam istana, Sadewa memperhatikan apa saja yang terjadi, Dia memang sengaja tidak mau keluar
Urusan kecil seperti itu, semua di serahkan pada anak buahnya
Cuma setelah Bima berhasil menyedot kesadaran mereka, barulah Sadewa pergi ketempat dimana jiwa kesadaran itu di tempatkan, di ikuti oleh Bima dan 10 orang pengawal lainnya
Sementara itu, di luar dunia dimensi, orang orang yang tadi di perintahkan untuk bersiaga, sampai hari menjelang siang, bahkan mulai beranjak sore, serangan yang tadi di beritakan oleh Sadewa tidak juga kunjung datang
"Sistem!. Hilangkan ingatan orang orang ku tentang serangan ini, dan buat seperti tidak pernah terjadi apa apa pada kota ku!" Ucap Sadewa melalui pikiran pada sistemnya
[ Baik tuan! ]
Sesaat setelah itu, seluruh ingatan orang orang kota naga tentang akan adanya serangan tersebut, termasuk calon peserta lelang, telah di hilangkan oleh sistem, dan seperti tidak pernah terjadi apa apa pada mereka
"Terima kasih sistem!" Ucap Sadewa senang
[ Tidak masalah tuan ]
"Bima!. Mari kita kunjungi penjara dimensi itu, dan pastikan seluruh kesadaran jiwa mereka telah dikurung di sana!" Ucap Sadewa pada anak buahnya
"Siap yang mulia!" Jawab Bima patuh, kemudian menghilang mengikuti langkah Sadewa
__ADS_1